• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MAKNA “4 RASA” PENYULUH PERTANIAN

by
February 23, 2024
in Feature, Komunitas
0
SIAPA TAKUT JADI PETANI ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT

Sebagai “guru” sekaligus pemberi “sinar terang” kehidupan petani , kehadiran Penyuluh Pertanian dalam kehidupan kaum tani, betul-betul memiliki makna tersendiri. Dalam bahasa kirata (dikira-kira nyata), guru merupakan akronim dari “di gugu” dan “di tiru”. Sedang “sinar terang” sendiri menggambarkan jati diri Penyuluh Pertanian sebagai pembawa obor (suluh) kehidupan.

Seorang Penyuluh Pertanian memiliki kehormatan dan tanggung-jawab untuk menyelenggarakan proses
pembelajaran, pemberdayaan dan pemartabatan para petani. Paling tidak, ada dua tahap yang harus dilalui tatkala seseorang ingin hidup bermartabat. Pertama, yang bersangkutan harus ikut proses pembelajaran dan kedua perlu ikut proses pemberdayaan. Pembelajaran, pemberdayaan dan pemartabatan adalah rangkaian proses penyuluhan yang selama ini diberikan kepada petani beserta keluarga nya di perdesaan.

Pembelajaran pada hakekat nya sebuah proses pendidikan yang lebih mengedepankan terjadi nya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, apakah sikap, tindakan atau pun wawasan nya. Dalam falsafah penyuluhan pertanian, pembelajaran ini dilakukan secara demokratis dan berlangsung terus menerus, selain penting nya membaca isyarat jaman yang terus menggelinding.

Semangat pemberdayaan (empowerment), umum nya akan dinafasi oleh adanya hasrat untuk memberi atau menambah kemampuan (ability) kepada seseorang agar diri nya mampu menjalankan tugas yang diberikan. Pemberian kemampuan ini, dapat ditempuh dengan beragam cara dan langkah, sesuai dengan standar kapasitas dan kompetensi yang dimiliki oleh seseorang. Menurut Wrihatnolo (2007) pemberdayaan adalah sebuah “proses menjadi” bukan sebuah “proses instan”. Sebagai proses, pemberdayaan mempunyai tiga tahapan yaitu, penyadaran, pengkapasitasan dan pendayaan.

Lalu apa yang dimaknai dengan pemartabatan ? Mengacu pada pendekatan sosial, pemartabatan akan terkait dengan kewenangan yang dilekatkan pada seseorang. Bila pemberdayaan lebih mengarah kepada pemberian kemampuan, maka pemartabatan lebih ditekankan pada pemberian kewenangan (authority). Selain itu, kemartabatan juga akan berhubungan dengan harkat seseorang. Ini penting dicatat, karena yang nama nya harkat adalah nilai manusia sebagai mahluk Tuhan, sedangkan martabat adalah tingkatan harkat kemanusian dan kedudukan yang terhormat.

Sifat kemartabatan adalah universal. Siapa pun orang nya berhak menyandang status bermartabat. Harkat dan martabat tidak ditentukan oleh besar kecil nya kekayaan seseorang. Tidak juga didasarkan pada tinggi rendah nya pangkat atau jabatan seseorang. Sebut saja seorang pejabat tinggi yang korupsi. Yang bersangkuran otomatis akan kehilangan harkat dan martabat nya tatkala diri nya telah divonis Hakim sebagai terpidana dan dijebloskan ke dalam rumah tahanan. Padahal, sebelum diri nya ditangkap aparat penegak hukum, kemana-mana diri nya selalu diantar ajudan dan staf pribadi nya. Semua yang diinginkan tinggal minta. Apa yang dikatakan nya selalu diturut oleh anak buah nya.

Upaya membangun bangsa, pada dasar nya juga membangun kemartabatan. Bangsa yang bermartabat itulah cita-cita yang ingin diwujudkan dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sekurang-kurang nya ada hal yang dapat dijadikan landasan menuju bangsa yang bermartabat. Pertama adalah yang bertalian dengan “kehormatan” bangsa dan kedua yang berkaitan dengan “tanggungjawab”. Suatu bangsa akan disebut bermartabat seandai nya bangsa tersebut dapat menjaga kehormatan bangsa nya, sekaligus juga tanggungjawab nya.

Di tengah-tengan perubahan lingkungan strategis global, kita saksikan marak nya persaingan bangsa-bangsa di dunia. Mereka tampak berlomba melahirkan inovasi dan teknologi. Mereka ramai-ramai meningkatkan daya saing di pentas dunia. Bahkan tidak segan-segan mereka “membunuh” ekonomi bangsa lain hanya sekedar untuk menguasai dan merebut pasar. Semua ini tengah berlangsung di hadapan kita. Fenomena “siapa membeli siapa” pun kini mengemuka menjadi bahasa agitatif yang sering dikumandangkan dalam berbagai perbincangan.

Walau hidup bermatabat merupakan hak setiap orang bahkan hak suatu bangsa, namun yang harus kita renungkan adalah bagaimana cara nya agar kita, baik selaku pribadi mau pun bangsa dapat “bermartabat bersama”. Hal ini penting dicatat, karena kalau saja kita dapat bermartabat bersama, rasa nya tidak bakal ada lagi warga bangsa yang terpinggirkan atau termarginalkan. Bermartabat bersama, sudah seharus nya kita jadikan tekad bersama. Sebab , pada suasana itulah persoalan lahir bathin manusia terselesaikan.

Mewujudkan petani yang berdaya dan bermartabat, bukanlah hal yang gampang untuk ditempuh. Banyak aspek yang butuh penataan dan revitalisasi. Salah satunya, terkait dengan keberadaan para Penyuluh Pertanian di lapangan. Selain, Penyuluh Pertanian jangan sampai tertinggal oleh pergerakan teknologi informasi, ternyata dalam diri seorang Penyuluh Pertanian, diperlukan pula adanya 4 rasa yang melekat erat dalam nurani terdalamnya. Ke 4 rasa itu adalah rasa memiliki (sense of belonging), rasa memajukan (sense of prpgress), rasa tanggungjawab (sense of responsibility) dan rasa rasa mencintai (sense of lovely).

Rasa memiliki, tanggungjawab, memajuksn dan mencintai terhadap tugas dan fungsi sebagai Penyuluh Pertanian merupakan syarat mutlak yang harus melekat dalam nuraninya. Ke 4 rasa ini betul-betul mesti tertanam dalam-dalam di setiap nurani para Penyuluh Pertanian. Mereka memiliki kewajiban untuk mewujudkan hak petani agar dapat hidup sejahtera. Itu sebabnya, Penyuluh Pertanian harus selalu berjuang habis-habisan menggenjot produksi dan produktivitas hasil pertanian setinggi-tingginya agar petani dapat hidup layak dan bahagia.

Sebagai sosok yang diberi kehormatan untuk mempercepat terjadinya perubahan sikap, tindakan dan wawasan petani ke arah yang lebih senafas dengan suasana kekinian, Penyuluh Pertanian jangan sekalipun menutup silaturahmi dengan para petani. Anjangsono yang pada jamannya mampu mempererat hubungan bathin antara Penyuluh Pertanian dengan petani, hendaknya tetap dilanjutkan. Saat itulah komunikasi sambung rasa akan terjadi. Penyuluh Pertanian akan tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan petani, di lain pihak para petani pun bakalan tahu hal-hal apa saja yang bakal disuluhkan kepada dirinya.

Munculnya suara sumbang yang menyebut para Penyuluh Pertanian lebih senang mengerjakan kegiatan proyek Eselon 1 Kementerian Pertanian ketimbang melakukan kunjungan kepada petani, sudah saatnya diredam dalam-dalam. Buktikan bahwa suara sumbang semacam itu, tidak pernah terjadi dalam dunia Penyuluhan Pertanian. Kalau pun suara ini benar adanya, kita berharap agar hal ini tidak terus berlanjut. Mengerjakan proyek memang tidak dilarang, tapi kunjungan ke petani pun jangan ditinggalkan. Tinggal sekarang, sampai sejauh mana kepiawaian para Penyuluh Pertanian dalam mengatur waktu yang ada.
Akhirnya perlu disampaikan, 4 rasa yang seharusnya melekat erat dalam nurani Penyuluh Pertanian diatas, tentu saja butuh pendampingan, pengawalan, pengawasan dan pengamanan dari semua komponen bangsa. Kalau saja semangat ini dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata di lapangan, kita pantas optimis, masa depan pertanian kita akan tetap cerah dan perkasa. Ke arah sanalah sepatutnya kita melangkah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

HAK ANGKET PEMILU: Bekukan Lapak Mahkamah Konstusi (MK)

Next Post

Semangat Ungkap Kebenaran, PKB, PKS dan Partai NasDem Sepakat Dukung Angket DPR

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Semangat Ungkap Kebenaran, PKB, PKS dan Partai NasDem Sepakat Dukung Angket DPR

Semangat Ungkap Kebenaran, PKB, PKS dan Partai NasDem Sepakat Dukung Angket DPR

Ewuh Pakewuh

Ewuh Pakewuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist