• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Manfaat Lain Puasa: Ketika Tubuh Tak Lagi Diberi Ruang untuk Diam

fusilat by fusilat
February 9, 2026
in Feature, Spiritual
0
Manfaat Lain Puasa: Ketika Tubuh Tak Lagi Diberi Ruang untuk Diam
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Jika pagi ini kita sempat sarapan, barangkali ada baiknya kita berhenti sejenak. Bukan untuk menyesali roti atau nasi yang sudah masuk ke perut, melainkan untuk mendengar satu pertanyaan sederhana namun sering diabaikan: apakah tubuh kita benar-benar diciptakan untuk terus makan tanpa jeda?

Tradisi makan tiga kali sehari kerap dianggap sebagai hukum alam. Padahal, ia bukan warisan para leluhur yang hidup selaras dengan gunung, matahari, dan musim. Pola itu lahir dari modernitas—dari jam kerja, industrialisasi, dan logika produktivitas—bukan dari ritme biologis manusia. Nenek moyang kita tidak makan berdasarkan jam dinding, melainkan berdasarkan apa yang bumi sediakan dan kapan ia memberikannya. Kadang sehari sekali, kadang bahkan tidak sama sekali. Anehnya, tubuh mereka tetap kuat.

Tubuh manusia sejatinya bukan mesin yang dirancang untuk terus mencerna. Ia adalah sistem hidup yang membutuhkan waktu untuk berhenti, membersihkan diri, dan memperbarui. Inilah sebabnya mengapa penyembuhan sering terjadi saat tidur. Bukan semata karena kita terlelap, melainkan karena saat itu kita sedang berpuasa. Ketika tidak ada makanan masuk, tubuh berhenti bekerja keras di sistem pencernaan dan mengalihkan energinya ke perbaikan sel, jaringan, dan organ yang lelah.

Masalahnya, dalam kehidupan modern, jeda itu nyaris tidak pernah datang. Kita makan pagi, ngemil siang, minum manis sore, makan malam, lalu masih memberi “hadiah kecil” sebelum tidur. Tubuh tak pernah diberi ruang untuk bernapas. Akibatnya, rasa nyeri menetap, penyakit berlarut, dan pemulihan berjalan lambat. Bukan karena tubuh lemah, tetapi karena ia tak pernah diberi kesempatan untuk bekerja pada akar persoalan.

Di titik inilah kita perlu bersikap kritis terhadap cara pandang modern terhadap kesehatan. Banyak pengobatan hari ini terlalu sibuk memadamkan gejala, namun abai pada sebab. Ketika tubuh sakit, refleks kita adalah mencari pil, bukan ruang. Padahal, sering kali yang dibutuhkan tubuh bukan tambahan zat dari luar, melainkan jeda dari kebiasaan yang berlebihan.

Puasa—dalam pengertian biologis, bukan sekadar ritual—adalah salah satu cara memberi ruang itu. Ia membangunkan mekanisme penyembuhan yang sudah tertanam sejak lama. Energi tubuh diarahkan ke bagian yang rapuh dan aus, memperbaiki yang rusak, membersihkan yang tak lagi berguna. Para guru kuno memahami hal ini jauh sebelum sains modern memberi istilah dan jurnal.

Namun penting untuk dicatat: puasa bukanlah tindakan ekstrem yang dilakukan dengan paksaan atau ketakutan. Ia bukan kompetisi spiritual, apalagi hukuman bagi tubuh. Puasa adalah proses kembali—perlahan. Dimulai dengan memperpendek jendela makan, mendengarkan sinyal tubuh, dan membangun kepekaan. Seiring waktu, puasa menjadi sesuatu yang alami, seperti dahulu kala, ketika tubuh dan alam berbicara dalam bahasa yang sama.

Barangkali, yang paling kita butuhkan hari ini bukan makanan tambahan, obat baru, atau metode canggih. Mungkin yang kita perlukan hanyalah keberanian untuk berhenti sejenak—memberi tubuh ruang untuk diam, agar ia bisa mengingat kembali cara menyembuhkan dirinya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

No Doubt: Prabowo dan Jokowi Itu Setubuh

Next Post

Gibran Mulai Kesepian

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen
Economy

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik
Economy

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026
Next Post
Semua Keputusan Kabinet Ada di Tangan Prabowo, Ujar Gibran Menanggapi Pertanyaan Soal Fadli Zon

Gibran Mulai Kesepian

Transfer Pricing: Kejahatan Lama yang Terus Menggerogoti Kedaulatan Ekonomi - Momentum Penting Jika Negara Ingin Berubah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist