• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

fusilatnews by fusilatnews
May 19, 2026
in News
0
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis, 25 April 2024 cenderung bergerak menurun, merupakan sambutan negarif dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI-Rate (Gambar portonews)

Share on FacebookShare on Twitter

Nilai rupiah kini telah menyentuh Rp17.600 per USD — level terlemah baru sepanjang sejarah Republik Indonesia, melampaui puncak Krisis Moneter 1998. Pelemahan tajam yang berlanjut sejak akhir 2024 ini menempatkan rupiah di jajaran lima mata uang terlemah dunia terhadap dolar AS. Belum terlihat tanda-tanda pembalikan tren yang kuat.

Sementara itu, asumsi kurs dalam APBN 2026 hanya Rp16.500 per USD. Selisihnya kini sudah mencapai lebih dari 6%. Baru berjalan beberapa bulan, postur anggaran negara sudah melenceng signifikan. Tekanan ini akan semakin terlihat saat APBN-P dibahas pada Juni–Agustus 2026.

Presiden Prabowo Subianto merespons pelemahan ini dengan nada tenang. Dalam sambutannya di Nganjuk (16 Mei 2026), beliau menyatakan masyarakat desa “tidak pakai dolar”, sehingga tidak perlu terlalu khawatir. Pernyataan ini sekaligus menanggapi narasi yang menyebut Indonesia berisiko collapse atau chaos. Meski dimaksudkan menenangkan, komentar tersebut menuai kritik karena dianggap meremehkan dampak riil pelemahan rupiah terhadap ekonomi secara keseluruhan.

Bukan Hanya Kurs: Fondasi Ekonomi 2026 vs 1998

Pelemahan rupiah memang mencetak rekor memalukan, tetapi kurs bukan satu-satunya ukuran kekuatan ekonomi. Indonesia saat ini jauh lebih resilien dibandingkan 1998:

  • PDB nominal: Dari ~US$90 miliar (1998) menjadi ~US$1,55 triliun (2026) — naik puluhan kali lipat.
  • Cadangan devisa: Dari US$14,4 miliar menjadi sekitar US$148 miliar.
  • Pendapatan per kapita: Dari US$463 menjadi sekitar US$5.520.
  • Utang luar negeri: Membengkak menjadi ~US$438 miliar, tetapi rasio terhadap PDB masih terkendali.

Fondasi makro yang lebih besar, perbankan yang lebih kuat, dan cadangan devisa yang tebal memberikan ruang manuver yang jauh lebih lebar daripada era krismon. Ini yang membuat pelemahan saat ini belum berubah menjadi krisis sistemik.

Namun, risiko tetap nyata dan tidak boleh disepelekan.

Efek Domino yang Mengintai

Pelemahan rupiah ke level ini langsung berdampak luas:
– Biaya impor naik → inflasi imported semakin terasa.
– Perusahaan dengan utang valas dan margin tipis tertekan berat → ancaman PHK massal dan perlambatan investasi.
– Subsidi energi berpotensi membengkak ketika APBN-P direvisi.

Revisi APBN-P Juni–Agustus mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya. Asumsi kurs dan harga minyak yang terlalu optimis harus disesuaikan ke realitas yang lebih pahit. Tanpa penyesuaian kebijakan yang tegas, risiko stagflasi (pertumbuhan lambat + inflasi tinggi) semakin mendekat.

Pernyataan presiden yang menekankan “orang desa tidak pakai dolar” memang benar secara harfiah. Namun, rupiah yang lemah tetap memengaruhi harga pupuk, bahan baku, obat-obatan, suku cadang, hingga biaya transportasi — hal-hal yang langsung dirasakan petani, UMKM, dan masyarakat pedesaan sekalipun mereka tidak pernah memegang dolar.

Kesimpulan:

Ekonomi Indonesia 2026 bukan ekonomi 1998. Fondasi yang lebih kuat memberikan optimisme jangka menengah. Namun, pelemahan rupiah ke rekor terburuk sepanjang sejarah adalah sinyal serius yang mencerminkan akumulasi tekanan kebijakan fiskal, ketergantungan impor, dan sentimen pasar.

Bagi pemerintahan Prabowo, tantangan utamanya jelas: menjaga rupiah tetap terkendali di kisaran Rp17.000–18.000. Melewati batas itu lampu kuning. Jika tembus Rp20.000, lampu merah akan menyala terang — dan dampak sosial-ekonominya tidak lagi bisa dianggap remeh dengan kalimat “orang desa tidak pakai dolar”.

Rupiah memang bukan segalanya.
Tapi ketika rupiah ambruk separah ini, daya beli dan beban hidup rakyat kecil yang paling cepat tergerus.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Next Post

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP
News

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Feature

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026
KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI
daerah

KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

May 19, 2026
Next Post
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist