KOLOMBO, 19 Agustus (Reuters) – Partai yang kini sedang berkuasa di Sri Lanka, telah meminta presiden baru negara itu, untuk memberikan jaminan keamanan dan bantuan, bagi Rajapaksa, pendahulunya, yang melarikan bulan lalu diri ke Asia Tenggara, setelah protes berkobar di tengah krisis ekonomi yang melumpuhkan, kata seorang pejabat.
Gotabaya Rajapaksa terbang ke Singapura bulan lalu dan mundur sebagai presiden Sri Lanka, membuka jalan bagi politisi veteran Ranil Wickremesinghe untuk memenangkan pemungutan suara di parlemen dan menduduki jabatan puncak.
Sagara Kariyawasam, sekretaris jenderal Sri Lanka Podujana Peramuna yang berkuasa, mengatakan partainya telah mendekati Wickremesinghe untuk meminta bantuan agar Rajapaksa bisa kembali.
“Kami meminta presiden untuk memfasilitasi dan memberikan keamanan dan fasilitas yang diperlukan bagi mantan presiden Gotabaya Rajapaksa untuk kembali ke negara itu,” kata Kariyawasam kepada Reuters.
Penyiar lokal Newsfirst, mengutip seorang mantan duta besar, mengatakan pada hari Rabu bahwa Rajapaksa akan kembali ke rumah minggu depan. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters sebelumnya pada hari Kamis, Wickremesinghe mengatakan dia “tidak mengetahui” rencana seperti itu untuk kembalinya mantan presiden.
Sementara laporan lain, mengatakan bahwa Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dilaporkan telah mengajukan permohonan kewarganegaraan ke Amerika Serikat dan sedang menunggu untuk mendapatkan Kartu Hijaunya. Gotabaya disebut ingin menetap di Negeri Paman Sam bersama istri dan putranya.
Dikutip dari The Independent, Sabtu, 20 Agustus 2022, pengacara Gotabaya di Washington memulai prosedur aplikasi untuk mendapatkan Kartu Hijau untuknya bulan lalu. Sumber yang mengetahui masalah tersebut membenarkan ini.
Gotabaya memenuhi syarat untuk mengajukan kewarganegaraan karena istrinya Ioma Rajapaksa adalah warga negara Amerika Serikat. Daily Mirror melaporkan, dalam beberapa hari mendatang, pengacara Gotabaya di Kolombo harus menyerahkan dokumen tambahan untuk prosedur tersebut.
Sang mantan presiden kini tinggal di sebuah hotel di Thailand setelah tinggal di Singapura hampir satu bulan. Pada awalnya dia melarikan diri dengan pesawat militer ke Maladewa.
Laporan media menyebutkan, Gotabaya kemungkinan akan membatalkan rencana awalnya untuk tinggal di Thailand sampai November. Dia diperkirakan akan kembali ke Singapura pada minggu terakhir Agustus.
Dua hari yang lalu, Gotabaya sempat berkonsultasi dengan pengacaranya dan memutuskan untuk kembali ke Sri Lanka karena dia menghadapi masalah saat bermobilitas di Thailand. Dia menghadapi masalah keamanan seperti yang diperkirakan semula.
Pejabat polisi di Thailand telah menyarankan Gotabaya untuk tinggal di dalam rumah selama tinggal di negara itu di tengah masalah keamanan. Pemerintah Thailand juga telah meminta Gotabaya untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik selama berada di negara itu.
Bangkok Post mewartakan, hotel tempat Gotabaya menginap memiliki petugas polisi dari Biro Cabang Khusus yang dikerahkan dengan pakaian preman untuk memastikan keselamatan eks pemimpin Sri Lanka itu.
Kabinet Sri Lanka dilaporkan akan membahas kemungkinan penyediaan rumah negara dan keamanan bagi Gotabaya di bawah hukum yang menata pengaturan untuk mantan presiden. Rumah kepresidenannya sebelumnya diserbu dan diduduki oleh orang-orang Sri Lanka yang memprotes pada Juli.

























