• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mantra Baru Prabowo; “Uang Koruptor Harus Kembali Ke rakyat”

Ali Syarief by Ali Syarief
November 18, 2025
in Feature, Politik
0
Mantra Baru Prabowo; “Uang Koruptor Harus Kembali Ke rakyat”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Presiden Prabowo Subianto kembali mengulangi satu mantra yang belakangan menjadi ciri khas pemerintahannya: uang koruptor harus kembali ke rakyat. Di panggung-panggung resmi, ia menegaskan bahwa dana rampasan negara tidak boleh dibiarkan mengendap, apalagi kembali tersedot dalam lingkaran birokrasi yang tak kunjung transparan. Uang itu, kata Prabowo, harus langsung mengalir ke program-program publik—mulai dari digitalisasi pendidikan hingga lunasnya utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung.

Pernyataan itu bukan sekadar slogan. Pada 20 Oktober 2025, Prabowo menghadiri acara penyerahan uang rampasan kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) senilai Rp13 triliun dari Kejaksaan Agung ke Kementerian Keuangan. Di panggung itu, ia membentangkan hitungan-hitungan kasar yang menggugah publik: uang sebesar itu bisa memperbaiki lebih dari delapan ribu sekolah. “Rp 13 triliun ini kita bisa memperbaiki renovasi 8.000 sekolah lebih,” ujarnya. Angka yang besar, janji yang lebih besar.

Tak berhenti di situ, Presiden juga mengaitkan dana rampasan tersebut dengan pembangunan seribu kampung nelayan modern. Dengan biaya Rp22 miliar untuk tiap desa, Prabowo menyebut sedikitnya 600 kampung bisa berdiri hanya dari satu kasus korupsi CPO. Ambisi memperluas kesejahteraan melalui desa-desa pesisir kembali menjadi sorotan, sekali lagi dengan corong retorika: “Ini uang yang tadinya mau dicuri.”

Pada hari yang sama, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo memerintahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyisihkan sebagian uang rampasan tersebut ke LPDP. Beasiswa, katanya, adalah investasi jangka panjang yang tak boleh kalah dari negara-negara lain. Ia bahkan menegaskan bahwa sebagian besar uang sitaan koruptor akan diparkir di dana pendidikan itu. Narasinya jelas: korupsi adalah musuh, pendidikan adalah masa depan.

Namun ada satu kalimat yang kemudian menjadi headline: uang rampasan koruptor juga akan digunakan untuk membayar utang Kereta Cepat Whoosh. Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Prabowo menggarisbawahi bahwa pemerintah memiliki kemampuan finansial karena menghemat dari uang “yang tadinya mau dikorupsi”. Di titik ini, politik anggaran pemerintah mulai terlihat seperti rumah tiga kamar yang saling terhubung: pendidikan, nelayan, dan utang Whoosh—semuanya digerakkan oleh satu sumber: rampasan koruptor.

Prabowo terus menepuk genderang perang terhadap para maling uang negara. Dalam pidatonya di Bekasi, saat meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran, ia menyatakan bahwa smartboard atau panel interaktif digital akan dipasang di setiap kelas. Dan lagi-lagi, sumber dananya menunjuk ke tempat yang sama: uang para koruptor. “Nanti maling-maling kita kejar semua itu, supaya anak-anak kita pinter-pinter,” katanya.

Dalam kerapatan retorika itu, publik mendengar dua hal sekaligus: kemarahan negara dan janji kesejahteraan. Namun, seperti banyak hal dalam politik, pertanyaan yang tersisa lebih sunyi namun lebih penting: sampai sejauh mana negara mampu mengandalkan uang rampasan sebagai fondasi program publik berskala nasional? Berapa besar sebenarnya aliran dana rampasan dalam total APBN? Dan apakah narasi pengembalian uang rakyat ini cukup kuat untuk membangun sistem yang menjamin korupsi tidak kembali tumbuh di celah yang sama?

Di era Prabowo, uang rampasan koruptor memang bergerak lebih cepat ke panggung publik. Tapi kecepatan itu perlu diiringi akuntabilitas yang lebih jernih. Karena jika tidak, kita hanya akan menyaksikan babak baru dari politik yang bergantung pada efek dramatis hukum—sementara reformasi sistemik, yang menentukan hilang tidaknya korupsi, tetap tinggal sebagai kalimat berikutnya yang tak pernah dituntaskan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pendapat Prof. Jimly Blunder Perihal Ijazah Jokowi Sebagai Domain PTUN

Next Post

SETARA Institute Gelar KKT 2025, Dorong Penguatan Ekosistem Toleransi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!
Feature

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026
Feature

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026
Feature

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Next Post
SETARA Institute Gelar KKT 2025, Dorong Penguatan Ekosistem Toleransi

SETARA Institute Gelar KKT 2025, Dorong Penguatan Ekosistem Toleransi

Korupsi Kuota Haji: Luka Moral yang Tak Bisa Ditutup dengan Dalih Hukum

Silfester Matutina dan Yaqut Qoumas Kholil: Ketika Inkrah dan Kuota Sama-Sama Menggantung

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Buku Tak Lagi Menumpuk Debu: Mahasiswa KKN Unhas Sulap PKBM Baji Pamae Jadi Rumah Literasi yang Hidup

Buku Tak Lagi Menumpuk Debu: Mahasiswa KKN Unhas Sulap PKBM Baji Pamae Jadi Rumah Literasi yang Hidup

July 27, 2026
Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist