Jakarta, Fusilatnews – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa Arsjad Rasjid masih menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di tengah polemik internal yang melibatkan dualisme kepemimpinan di tubuh asosiasi pengusaha tersebut. Ma’ruf menyapa Arsjad sebagai Ketua Kadin dalam pidatonya di acara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada Jumat, 4 September 2024.
“Pak Arsjad masih ketua Kadin,” kata Ma’ruf Amin saat memberikan pidato yang disiarkan melalui kanal Youtube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia.
Rapat pleno KNEKS yang digelar di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan kementerian, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Agenda utama rapat adalah membahas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga menekankan pentingnya peran Kadin dalam memajukan pengusaha yang berbasis syariah. Ia menyebut tugas Kadin, di bawah kepemimpinan Arsjad, adalah mendorong para pengusaha di daerah untuk beralih dari sistem ekonomi konvensional ke ekonomi syariah.
“Menghijrahkan, dari konvensional ke syariah. Ini tugasnya Pak Arsjad, tugasnya Kadin,” ujar Ma’ruf.
Dualisme Kepemimpinan Kadin
Pernyataan Ma’ruf Amin ini muncul di tengah konflik internal Kadin, di mana Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie berseteru setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Sabtu, 14 September 2024. Dalam Munaslub tersebut, Anindya Bakrie ditunjuk sebagai Ketua Umum Kadin periode 2024-2029 menggantikan Arsjad.
Arsjad Rasjid, yang terpilih sebagai Ketua Umum Kadin dalam Musyawarah Nasional VIII di Kendari pada 2021, menolak penggantian tersebut. Kubu Arsjad menganggap Munaslub tersebut ilegal karena dianggap melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin. Sebaliknya, kubu Anindya mengklaim Munaslub itu sah karena disetujui oleh mayoritas Ketua Kadin Daerah.
Perseteruan ini juga menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Pada pertemuan yang berlangsung pekan lalu, Bahlil menyatakan bahwa konflik di internal Kadin seharusnya tidak perlu terjadi, mengingat Arsjad dan Anindya merupakan sahabat lama.
“Seteru ini tidak seharusnya terjadi. Arsjad dan Anindya sama-sama sahabat, mereka berdua sudah dewasa dan harusnya bisa menyelesaikan ini dengan baik,” ujar Bahlil.
Masa Depan Kadin di Tengah Konflik
Dengan adanya dualisme kepemimpinan di tubuh Kadin, banyak pihak yang khawatir akan dampaknya terhadap keberlangsungan organisasi dan pengusaha di Indonesia. Sebagai organisasi yang menjadi payung bagi pengusaha nasional, Kadin memiliki peran strategis dalam membentuk kebijakan ekonomi, khususnya dalam upaya mendorong ekonomi syariah yang kian berkembang di tanah air.
Ke depan, berbagai pihak berharap agar konflik internal ini bisa diselesaikan dengan baik, tanpa mengganggu peran Kadin dalam memajukan dunia usaha di Indonesia. Ma’ruf Amin sendiri berharap agar Kadin tetap menjadi pelopor dalam memperkuat ekonomi syariah di Indonesia, yang ia sebut sebagai salah satu sektor kunci dalam pengembangan ekonomi nasional.
























