• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mbak Ita dan Srikandi-Srikandi Korupsi

fusilat by fusilat
July 20, 2024
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Mbak Ita dan Srikandi-Srikandi Korupsi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Korupsi sesungguhnya adalah domain dan dominasi kaum lelaki. Maka ketika ada perempuan yang terlibat korupsi, itu pengecualian namanya.

Sayangnya, pengecualian itu kini bertambah banyak. Teranyar adalah Walikota Semarang, Jawa Tengah, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (17/7/2024).

Ada tiga kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Semarang, yaitu pengadaan barang dan jasa tahun 2023-2024, pemerasan terhadap pegawai negeri atas insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah Kota Semarang, dan penerimaan gratifikasi tahun 2023-2024.

Kantor dan rumah Mbak Ita pun digeledah KPK. Ironisnya, penggeledahan dan penetapan tersangka Mbak Ita itu terjadi hanya tiga hari berselang setelah Semarang menjadi salah satu kota yang disinggahi kegiatan Roadshow Bus Kota bertajuk “Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi” selama empat hari, Kamis-Minggu (11-14/7/2024).

Sederet agenda kampanye anti-korupsi dari lembaga antirasuah itu digelar di Kota Semarang dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat Pemkot Semarang, tak terkecuali Mbak Ita.

Adapun tujuan Roadshow Bus KPK tersebut adalah mengajak masyarakat bersama-sama memberantas korupsi dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ketika kemudian Mbak Ita ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi, maka ironis bukan?

Fenomena Srikandi Korupsi

Dikutip dari Wikipedia, Sabtu (20/7/2024), Srikandi atau Dewanagari adalah tokoh androgini dalam wiracarita dari India, Mahabharata.

Srikandi adalah putri dari Raja Drupada dan permaisuri Persati dari Kerajaan Panchala. Dalam kitab Mahabharata bagian Adiparwa dan Udyogaparwa dijelaskan bahwa ia merupakan reinkarnasi putri kerajaan Kasi bernama Amba, yang meninggal dunia dengan hati penuh dendam kepada Bisma, pangeran dinasti Kuru.

Kemudian Amba terlahir kembali (reinkarnasi) sebagai anak perempuan Drupada. Namun karena sabda dewata, ia diasuh sebagai laki-laki. Versi lain menceritakan bahwa ia bertukar kelamin dengan yaksa (makhluk gaib).

Srikandi kemudian dikenal sebagai pahlawan perempuan yang gagah berani.

Ketika kini nama Srikandi dipinjam dalam tulisan ini yang membahas ihwal korupsi, bukan bermaksud merendahkan ketokohannya di dunia pewayangan, melainkan sekadar mengasosiasikan keberaniannya dengan perempuan-perempuan Indonesia masa kini yang berani melakukan korupsi.

Pun, ketika tulisan ini membahas perempuan-perempuan yang terlibat korupsi, bukan berarti bermaksud merendahkan harkat dan martabat kaum perempuan, melainkan sekadar mengingatkan bahwa perempuan pun bisa melakukan korupsi kalau punya kewenangan dan kesempatan. Sebagai manusia apalagi ibu dari manusia, harkat dan martabat perempuan tetaplah mulia.

Ada dua penyebab korupsi: niat dan kesempatan. Ada niat tapi tak ada kesempatan, tidak jadi itu barang. Ada kesempatan tapi tak ada niat, tidak jadi itu barang.

Adapun ihwal korupsi terkait dengan kewenangan tercermin dari adagium Lord Acton (1834-1902), “The power tends to corrupt, absolut power corrupt absolutely” (kekuasaan itu cenderung korup, kekuasaan yang absolut akan absolut pula korupnya).

Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), seperti dilansir Kompas.com, Rabu (10/6/2024), mengungkapkan, perempuan yang menjadi pejabat politik cenderung lebih hati-hati dalam hal korupsi.

Kesimpulan itu merujuk pada riset terhadap ratusan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga DPR di tingkat pusat maupun daerah.

Misalnya, 18 kasus korupsi di KPU sepanjang 2003-2019, hanya terdapat 1 perempuan yang terlibat, sementara 29 orang lainnya laki-laki.

Kemudian, dari 13 kasus korupsi di Bawaslu sepanjang 2013-2023, 13 di antaranya merupakan laki-laki sementara 4 lainnya perempuan. Sebanyak 11 pelaku tidak diketahui identitasnya.

Adapun dari 76 kasus korupsi di DPR RI sejak 2004 hingga 2023, pelaku laki-laki berjumlah 62 orang sementara perempuan 11 orang.

Peneliti Maria Fernanda Rivas dari University of Granada dalam hasil penelitiannya bertajuk, ”An Experiment on Corruption and Gender” (2008) mengungkapkan, perempuan kurang korup dibandingkan laki-laki. Ini disebabkan antara lain karena perempuan lebih berorientasi pada hubungan (relationship-oriented), lebih beretika, lebih peduli pada kebaikan bersama dibandingkan dengan laki-laki, dan lebih mudah mengorbankan keuntungan pribadi untuk kesejahteraan bersama.

Selain Mbak Ita, sebelumnya puluhan Srikandi juga terlibat korupsi. Sebut saja Mindo Rosalina Manulang, Miranda Swaray Gultom, Nunun Nurbaeti, Angelina Sondakh, Neneng Sri Wahyuni, Chairun Nisa, Susi Tur Andayani, Ratu Atut Chosiyah, Atty Suharti, Rita Widyasari, Pinangki Sirna Malasari, Siti Masitha dan sebagainya.

Pun, istri Walikota Palembang, Sumatera Selatan, Masyito, istri Bupati Karawang, Jawa Barat, Nur Latifah, dan hakim tinggi Pasti Serefina Sinaga.

Ada sebagian dari mereka yang hanya menjadi pelaku turut serta tindak pidana korupsi suaminya, atau dikenal dengan istilah “swarga nunut neraka katut” (ke surga ikut ke neraka turut).

Mereka yang masuk kategori terjerumus tindak pidana korupsi yang dilakukan suaminya antara lain Neneng, Masyito, dan Nurlatifah. Kebanyakan dari mereka turut serta menjadi perantara atau malah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Tetapi ada pula yang menjadi pelaku utama. Misalnya Rosa, Miranda, Nunun, Angelina, Chairun Nisa, Susi, Atut, Pasti, Atty, Rita, Siti Masitha, Pinangki dan sebagainya. Mereka menjadi pelaku tindak pidana korupsi karena berkaitan dengan kewenangan atau jabatannya.

Ihwal perempuan dan korupsi sebenarnya telah didalami Anne-Marie Goetzs, peneliti Institute of Development Studies University of Sussex, dalam buku berjudul Political Cleaners: How Women are The New Anti-Corruption Force (2003).

Seperti dilansir sebuah media, ia mencoba menjawab pertanyaan kecenderungan perempuan untuk korupsi lebih kecil daripada laki-laki atau ‘women tends to be less corrupt than men”.

Menurut Anne, selama ini perempuan memang cenderung kurang memiliki akses (excluded) atas jabatan-jabatan publik. Jabatan publik didominasi kaum lelaki yang memiliki jaringan lebih kuat. Dengan demikian, tidak mengherankan jika jumlah perempuan yang menjadi pelaku korupsi relatif sedikit.

Fenomena Suami “Swarga Nunut Neraka Katut” Istri

Dugaan keterlibatan Mbak Ita dalam kasus korupsi juga kian menegaskan adanya fenomena suami yang “swarga nunut neraka katut” istri yang terlibat korupsi.

Diketahui, Alwin Basri, suami Mbak Ita juga disangka terlibat kasus korupsi yang menjerat sang istri.

Sebelumnya, suami-suami yang ikut terlibat kasus korupsi sang istri antara lain, Itoch Tochijan yang terlibat kasus korupsi bersama istrinya, Walikota Cimahi, Jawa Barat, Atty Suharti.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Peringatan Microsoft: Apa Itu CrowdStrike Falcon dan Apa yang Terjadi Jika Gagal

Next Post

Tel Aviv ‘Tidak Lagi Zona Aman, Setelah Radar Iron Dome Lumpuh Menghadapi Drone Terbaru Yaman

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?
Birokrasi

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia
Feature

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
Next Post
Tel Aviv ‘Tidak Lagi Zona Aman, Setelah Radar  Iron Dome Lumpuh Menghadapi Drone Terbaru Yaman

Tel Aviv 'Tidak Lagi Zona Aman, Setelah Radar Iron Dome Lumpuh Menghadapi Drone Terbaru Yaman

Pakar: Pemulihan Penuh dari pemadaman TI ‘Terbesar’ Dalam Sejarah

Pakar: Pemulihan Penuh dari pemadaman TI 'Terbesar' Dalam Sejarah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Perencanaan Tanpa Ilmu, Ambisi Tanpa Ekologi

January 25, 2026
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...