Jakarta, FusilatNews,- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali menjadi sorotan setelah pidatonya soal kriteria menantu untuk anaknya, Puan Maharani, dalam Rapat Rakernas II PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa 21 Juni 2022. Kali ini Sambil berkelakar Megawati menyebut pedagang bakso dalam pernyataannya. Untuk diketahui, konteks potongan pernyataan Megawati soal tukang bakso berasal dari topik rekayasa genetika atau pencampuran genetik manusia yang disampaikan Presiden ke-5 RI tersebut dalam Rakernas II PDIP.
“ini bener lo, serius lo, jadi sudah terbukti lo. Jadi ketika saya mau punya mantu saya sudah bilang sama anak saya berdua, sama anak saya tiga, ‘Awas lo kalau nyarinya yang kayak tukang bakso’. Ha-ha-ha…, Mbak Puan ketawa. Karena, sorry, jadi bayangkan ‘Kok piye ini rupane’. Maaf,” kata Megawati saat membuka Rakernas di Sekolah PDIP, Jakarta, dikutip detik.com Selasa (21/3).
Menanggapi hal itu Politikus PDIP Junimart Girsang menjelaskan kelakar Megawati tersebut. “Supaya dalam rapat itu tidak terlalu tegang, tidak terlalu kaku. Ibu itu happy-happy saja. Artinya Ibu itu mau menunjukkan bahwa ‘Saya ya begini orangnya’. Nah itu jangan ditarik ke unsur SARA ataupun segala macam. Ya itu gaya Ibu begitu. Ketika beliau berpidato serius tapi santai, kan begitu,” kata Junimart
Politikus PDIP Junimart Girsang menyebut, guyonan Megawati itu hanya untuk membuat suasana cair dan tidak tegang. Lebih lanjut Junimart menepis anggapan Megawati mendiskreditkan pekerjaan tukang bakso. Junimart menyebut viralnya video potongan pernyataan Megawati itu lantaran ada pihak yang ingin memanfaatkan situasi.
“Oh, nggak juga. Itu kan hanya dipelintir oleh orang-orang yang betul-betul memanfaatkan situasi. Yang pasti Ibu itu punya iktikad baik untuk membuat suasana rapat itu tidak terlalu kaku. Ibu banyak ketawa waktu kemarin, ya kan, Ibu mengatakan saya kan masih cantik juga, Pak Jokowi bilang saya cantik, saya berkharisma, apa salah? Kenapa nggak diekspose itu? Orang lebih cenderung ke tukang bakso, gitu, lho,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.
Wakil Ketua Komisi II DPR itu meminta masyarakat untuk tidak mempersoalkan potongan pidato Megawati yang kemudian menjadi viral di media sosial itu. Dia mengatakan pernyataan Megawati itu menjadi viral lantaran ada pihak yang tengah menciptakan skenario politik.





















