• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Melebur Bapanas ke Bulog: Menyatukan Kewenangan atau Sekadar Menata Ulang Masalah Pangan?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 12, 2026
in Feature, Komunitas
0
Melebur Bapanas ke Bulog: Menyatukan Kewenangan atau Sekadar Menata Ulang Masalah Pangan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Perum Bulog tampaknya akan segera mengalami perubahan bentuk kelembagaan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan kabar terbaru terkait transformasi tersebut. Dalam skema yang tengah disiapkan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan dilebur ke dalam Bulog.

Menurut penjelasan yang disampaikan, Bapanas memang akan dilebur, tetapi bukan berarti dibubarkan. Struktur kelembagaannya akan diintegrasikan. Dua kedeputian Bapanas direncanakan bergabung ke dalam struktur baru Bulog, sementara satu deputi lainnya akan ditempatkan di Kementerian Pertanian.

Dirut Bulog juga menyebutkan bahwa rencana peleburan ini telah dibahas secara internal bersama Komisi IV DPR RI.

Alasan Peleburan

Secara konseptual, peleburan Bapanas dan Bulog dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan ketahanan pangan nasional. Dengan berada dalam satu lembaga, pemerintah berharap koordinasi kebijakan pangan menjadi lebih solid.

Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai dari integrasi kelembagaan ini.

Pertama, meningkatkan efisiensi birokrasi. Selama ini terdapat tumpang tindih kewenangan antara Bapanas sebagai perumus kebijakan pangan dan Bulog sebagai operator di lapangan. Integrasi diharapkan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Kedua, memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan satu komando kelembagaan, pemerintah diharapkan lebih efektif dalam mengendalikan harga pangan serta menjaga ketersediaan stok nasional.

Ketiga, meningkatkan produksi pangan dalam negeri melalui dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi kepada petani.

Keempat, memperbaiki sistem distribusi pangan, terutama untuk memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Jika tujuan-tujuan ini dapat dicapai, maka peleburan Bapanas dan Bulog tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pangan nasional.

Kendala yang Selama Ini Menghambat

Namun, sebelum optimisme itu diwujudkan, sejumlah kendala mendasar perlu dicermati.

Salah satu persoalan yang sering muncul adalah lambatnya proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan pangan. Birokrasi yang panjang sering membuat respons terhadap dinamika harga dan pasokan pangan menjadi tidak cepat.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten juga masih menjadi tantangan. Pengelolaan pangan nasional membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami kebijakan publik, tetapi juga manajemen logistik, pasar komoditas, dan teknologi pertanian.

Masalah lain adalah sistem teknologi informasi yang belum optimal. Dalam era digital, pengelolaan data pangan seharusnya terintegrasi dari produksi, distribusi, hingga konsumsi. Tanpa sistem yang modern, efisiensi operasional sulit dicapai.

Di sisi lain, ketergantungan terhadap subsidi pemerintah masih menjadi realitas yang tidak mudah dihindari. Hal ini berpengaruh terhadap fleksibilitas operasional Bulog.

Belum lagi tantangan eksternal seperti perubahan iklim yang memengaruhi produksi pertanian, serta kompetisi dengan perusahaan logistik swasta yang seringkali lebih efisien dalam distribusi.

Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga berpengaruh terhadap struktur permintaan pangan nasional.

Yang tidak kalah penting adalah tumpang tindih kebijakan yang selama ini kerap terjadi antara Bapanas dan Bulog. Kondisi inilah yang justru menjadi salah satu alasan utama munculnya gagasan peleburan.

Tantangan Setelah Peleburan

Meski dua lembaga ini dilebur, pekerjaan besar masih menanti. Pemerintah tetap harus mampu:

meningkatkan produksi pangan domestik,

mengelola cadangan pangan pemerintah secara efektif,

memperkuat sistem distribusi dan logistik nasional.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta juga menjadi faktor penting dalam membangun sistem ketahanan pangan yang tangguh.

Strategi Agar Peleburan Tidak Sekadar Ganti Nama

Agar peleburan ini benar-benar membawa perubahan nyata, beberapa strategi perlu ditempuh.

Pertama, integrasi sistem teknologi informasi agar pengelolaan data pangan nasional menjadi lebih cepat dan akurat.

Kedua, optimalisasi sumber daya, baik SDM, keuangan, maupun infrastruktur, sehingga tidak terjadi duplikasi pekerjaan.

Ketiga, klarifikasi fungsi dan tanggung jawab untuk memastikan tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan.

Keempat, pengembangan kualitas SDM melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi.

Kelima, memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.

Selain itu, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan kinerja lembaga berjalan sesuai tujuan.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi kunci, termasuk penggunaan teknologi modern seperti drone untuk pengawasan lahan pertanian dan penguatan sistem data pangan.

Di sisi lain, pengembangan rantai pasok yang efisien harus menjadi prioritas agar distribusi pangan lebih lancar dan biaya logistik dapat ditekan.

Tidak kalah penting adalah manajemen risiko, terutama yang berkaitan dengan perubahan iklim, fluktuasi harga, dan gangguan distribusi.

Akhirnya, transparansi dan akuntabilitas harus diperkuat agar publik memiliki kepercayaan terhadap pengelolaan pangan nasional.

Penutup

Peleburan Bapanas ke dalam Bulog dapat menjadi langkah strategis dalam menata ulang tata kelola pangan nasional. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh perubahan struktur organisasi.

Yang jauh lebih penting adalah perubahan cara kerja, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta keberanian melakukan reformasi sistem pangan secara menyeluruh.

Tanpa itu, peleburan ini berpotensi hanya menjadi perubahan administratif, bukan solusi bagi persoalan pangan nasional yang selama ini berulang.

Penulis: Anggota Dewan Pakar DPN HKTI

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Sejarah Menegur Bangsa: Dari Heather Cox Richardson hingga Rocky Gerung tentang Ingatan, Kekuasaan, dan Masa Depan Demokrasi

Next Post

OTT TAK PERNAH BERHENTI: DARI PEKALONGAN KE REJANG LEBONG, KORUPSI KEPALA DAERAH TERUS BERULANG

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
OTT TAK PERNAH BERHENTI: DARI PEKALONGAN KE REJANG LEBONG, KORUPSI KEPALA DAERAH TERUS BERULANG

OTT TAK PERNAH BERHENTI: DARI PEKALONGAN KE REJANG LEBONG, KORUPSI KEPALA DAERAH TERUS BERULANG

The Invisible Man: Dalang Tak Terlihat di Balik Proyek yang “Sah”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...