• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memaafkan Berdasarkan Sudut Pandang Psikologi

fusilat by fusilat
April 27, 2022
in Feature
0
Memaafkan Berdasarkan Sudut Pandang Psikologi

Ilustrasi(Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Winda Widya Hasanah dan Riana Sahrani

Hari Raya Idul Fitri atau biasa kita sebut Lebaran merupakan hari kemenangan dan penuh berkah khususnya untuk umat Muslim. Setelah beberapa tahun terakhir situasi pandemi menyebabkan masyarakat harus membatasi interaksi sosial dan tidak bisa merayakan Lebaran seperti biasanya, namun pada Lebaran tahun 2022, akhirnya masyarakat dapat kembali mudik ke kampung halaman dan berkumpul dengan kerabat terdekat.

Pada hari Lebaran, tradisi ‘halalbihalal’ pasti akan dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Biasanya orang saling mengunjungi kerabat terdekatnya, atau sekadar mengirim ucapan dan mengucapkan permintaan maaf pada satu sama lain.

Tradisi masyarakat Indonesia untuk saling meminta maaf merupakan simbol kemenangan umat Islam setelah sebulan berpuasa dan berusaha untuk kembali suci dengan memaafkan satu sama lain. Demi menjadikan tradisi saling memaafkan ini menjadi perilaku yang benar-benar kita terapkan dalam kehidupan, mari kita pahami apakah memaafkan dan bagaimana manfaatnya.

Kita coba lihat memaafkan dalam sudut pandang ilmiah, topik memaafkan atau dalam literatur lebih sering disebutkan dalam istilah forgiveness. Topik ini mulai marak sejak tahun 1998, yang menjadikan penelitian tentang bagaimana forgiveness dan spiritualitas berhubungan satu sama lain, telah berkembang belakangan ini.

Lawler pada tahun 2005 dalam Journal of Behavioral Medicine, mendefinisikan forgiveness sebagai respons kognitif, emosional, dan perilaku terhadap konflik interpersonal dan telah dikaitkan dengan indeks kesehatan mental dan fisik.

Menurut Davis pada tahun 2012, dalam jurnal Psychology of Religion and Spirituality, forgiveness terjadi karena individu percaya bahwa jika mereka tidak memaafkan, maka hal ini akan merusak hubungannya dengan Tuhan, atau hal ini merupakan salah satu perintah agama.

Lijo pada tahun 2018, dalam journal of psychology & psychotherapy menyebutkan ketika individu mendapatkan perilaku tidak adil atau tidak menyenangkan dari orang lain, individu akan mengembangkan berbagai tanggapan dalam menghadapi masalah interpersonal tersebut dengan pembalasan aktif atau pasif, dan menyimpan dendam.

Reaksi negatif terhadap pelaku dan menolak untuk memaafkan juga mungkin dipelajari sebagai bagian dari kebutuhan bertahan hidup atau kebutuhan kekuatan manusia. Forgiveness adalah kualitas individu yang mencari pertumbuhan untuk dirinya sendiri. Individu sebagai manusia memiliki kapasitas untuk memilih forgiveness, bukan reaksi negatif terhadap pelaku yang berbuat salah.

Pargament dan Rye pada tahun 2022 dalam jurnal American Psychological Association menyebutkan forgiveness merupakan strategi koping religius transformasional yang dapat menawarkan alternatif menarik dan efektif untuk menghadapi peristiwa tidak adil yang terjadi dalam hidup.

Forgiveness melibatkan kesediaan untuk mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku negatif terhadap pelaku, sehingga menjadi perspektif lebih damai, yang mencakup kemanusiaan, berempati, dan menilai kembali.

Setelah diperlakukan tidak adil oleh orang lain, individu sering mengalami perasaan marah, sakit hati, atau takut terhadap pelaku. Perasaan seperti itu bisa adaptif ketika dapat memotivasi individu untuk mengambil tindakan saat melindungi diri mereka dari bahaya di masa depan atau untuk mencari keadilan pada kehidupannya.

Namun, perasaan negatif terhadap pelaku tersebut juga dapat menambah penderitaan individu, jauh setelah peristiwa tersebut terjadi. Sehingga pada akhirnya permusuhan menjadi fokus utama kehidupan individu yang berdampak negatif pada kesehatannya.

Beck pada tahun 2011 dalam bukunya mengenai cognitive behavioral therapy menyebutkan cara individu berpikir memengaruhi perasaannya, dan akhirnya hal ini berdampak pada perilaku kita sehari-hari. Oleh karena itu, seperti yang disebutkan Rye sebelumnya, forgiveness dibutuhkan untuk membantu individu mengubah fokus kehidupannya dari pikiran-pikiran mengenai ingatan ketidakadilan yang terjadi pada dirinya menjadi keinginan untuk mencari perdamaian.

Forgiveness merupakan proses yang memungkinkan individu untuk mengurangi reaksi emosi dan perilaku negatif seperti kemarahan dan agresi pada orang lain. Menurut Ercengiz, dkk pada tahun 2022, dalam jurnal current psychology, forgiveness dapat membantu individu meningkatkan perasaan positif atau merasakan perasaan netral terhadap pelaku perbuatan salah tersebut.

Selain itu, forgiveness sangat penting untuk pemeliharaan dan pengembangan hubungan individu dengan orang lain. Ehret pada tahun 2018 dalam dominicial scholar membagikan metode yang dapat diterapkan untuk mengembangkan forgiveness for healing ourself, yaitu dengan empat elemen umum dalam membuat cerita forgiveness yang juga dapat dituliskan untuk mempermudah prosesnya. Ketika empat elemen ini diterapkan dan disatukan, maka hal ini memiliki dampak positif yang bertahan lama dan mendalam.

Pertama, speak your truth. Beri nama pada perasaan yang dirasakan, akui rasa sakit atau kemarahan atas peristiwa yang terjadi. Jujurlah dengan diri sendiri dan biarkan perasaan itu muncul. Kita tidak mencoba terobsesi atau terhanyut pada emosi yang muncul, tetapi mengakui apa yang kita rasakan. Biarkan energi dan perasaan bergerak keluar dari diri kita.

Mengungkapkan kebenaran tentang perasaan kita dapat membantu melalui perasaan sulit ini. Terus tanyakan pada diri Anda pertanyaan “mengapa?” tentang kemarahan, kesedihan, rasa sakit, atau kesedihan Anda sampai Anda mencapai inti jawaban mengapa Anda merasa demikian.

Perlu diingat bahwa ini bukan pertanyaan mengapa situasi itu terjadi, melainkan, mengapa kita merasa seperti ini tentang apa yang telah terjadi. Kedua, let go of the alternative edings to the story.

Ketika peristiwa menyulikan terjadi, kita cenderung menafsirkan dalam pikiran kita sebuah cerita yang memiliki alternatif lain dari yang sebenarnya kita alami. Tugas kita adalah untuk berhenti melakukan itu. Semakin mampu kita menyelaraskan harapan kita dengan kenyataan hidup kita, semakin sedikit kita mengalami perasaan tidak menyenangkan akan peristiwa yang terjadi. Apa yang terjadi, telah terjadi.

Forgiveness merupakan penerimaan apa adanya, dan pelepasan akhir alternatif. Kita berusaha untuk memandang ke depan dengan wawasan dan kebijaksanaan yang telah diajarkan oleh pengalaman tentang diri kita sendiri, tentang pelaku, dan kemauan untuk memulai cerita baru.

Ketiga, develop a compassionate story of the other. Mengetahui, atau setidaknya mencoba untuk melihat mengapa seseorang melakukan hal-hal yang menyakiti orang lain, dan mengakui sisi kemanusiaan mereka, membuat kita lebih mudah untuk melepas pikiran kebencian dan dendam yang kita miliki. Kita bisa dan harus mulai dengan small forgiveness, misalnya, saat di jalan pengendara lain menyalip kita. Saat hal itu terjadi, kita bisa berkata pada diri sendiri, “Wow! Orang itu sangat terburu-buru. Saya bertanya-tanya apa yang terjadi dalam hidupnya yang membuat dia membahayakan dirinya dan orang lain.

Semakin banyak kisah welas asih yang dapat kita buat untuk lebih memahami mengapa atau bagaimana orang tersebut berperilaku, semakin mudah untuk diri kita bereaksi positif pada peristiwa yang terjadi.

Keempat, share your forgiveness story as appropriate. Membagikan atau menuliskan cerita forgiveness adalah salah satu variasi dalam menciptakan kerangka positif dari peristiwa dan keadaan yang merugikan yang kita rasakan.

Tubuh kita dirancang untuk menghargai kita karena mendengarkan dan berhubungan dengan cerita. Beberapa manfaat dari bercerita, yaitu dari segi biologis adanya sintesis oksitosin, bersifat internal, membuat peserta lebih bahagia, dan secara eksternal, mempromosikan kerja sama dan perilaku prososial.

Tidak kalah penting adalah kita dapat memaafkan diri sendiri, forgiveness atau memberikan pengampunan pada kesalahan dan kelemahan diri kita. Apabila kita dapat menerapkan semua ini maka hidup kita menjadi lebih damai, yang terpancar dalam diri kita. Semoga.

Winda Widya Hasanah, Mahasiswa Magister Psikologi, Universitas Tarumanagara.

Riana Sahrani, Dosen Magister Psikologi, Universitas Tarumanagara.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 26 April 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MENCERMATI HILANG NYA PPKN DIDALAM PENDIDIKAN NASIONAL

Next Post

Lorong Sunyi Menuju Tuhan

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Next Post
Spiritual Childish

Lorong Sunyi Menuju Tuhan

Bupati Bogor Ade Yasin Terjaring OTT KPK

Bupati Bogor Ade Yasin Terjaring OTT KPK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist