• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memanfaatkan Tradisi Mudik Mendorong Perubahan Sosial

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
April 19, 2023
in Feature
0
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Kemacetan horor di Pelabuhan Merak. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Ikhsan Tualeka, Pegiat Perubahan Sosial

Jakarta – Hari-hari ini, sebagian kita mungkin lagi bersiap untuk mudik, sedang dalam perjalanan, atau bahkan sekarang sudah tiba di kampung halaman, setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan.

Mudik atau pulang kampung bareng menjelang perayaan hari raya keagamaan, terutama jelang Idul Fitri seperti saat ini, memang sudah menjadi satu tradisi atau budaya tahunan. Masyarakat perkotaan berbondong-bondong pulang ke daerah atau tempat asal orangtuanya, untuk kembali menjalin, menjaga serta merawat silaturahmi dengan keluarga besar dan saudara sekampung setelah lama tak bersua.

Selain merupakan tradisi atau budaya, mudik boleh dikata adalah traveling massal karena dilakukan secara bersamaan oleh mayoritas masyarakat Tanah Air. Menjadi momentum heeling, keluar dari aktivitas rutin harian. Semua jenis moda transportasi digunakan, mobil pribadi, kereta, pesawat, kapal laut, bus dan tentu saja sepeda motor. Kerap menimbulkan kemacetan di banyak titik, apalagi bila pelaksanaannya tidak difasilitasi atau dipersiapkan dengan matang.

Sebagai sebuah tradisi baik yang menyertakan banyak orang, mudik ternyata juga meninggalkan sejumlah dampak yang kontraproduktif. Sering kali yang mengemuka justru realitas yang menyesakkan dada. Seperti kecelakaan lalu lintas yang terus berulang bahkan cenderung naik dari tahun ke tahun. Meskipun musibah yang kerap terjadi dikarenakan faktor cuaca serta kurang bagusnya kondisi jalan dan kendaraan, tapi faktor manusia atau human error proporsinya jauh lebih tinggi.

Bepergian jauh, apalagi satu keluarga besar, tentu saja menghabiskan uang yang tidak sedikit. Selain karena biaya perjalanan yang melonjak berkali lipat, sebagian pemudik menjadi boros, karena mudik juga dijadikan ajang pamer kesuksesan para perantau. Jelang mudik masyarakat jadi lebih konsumtif, dengan membeli barang-barang mewah yang tidak perlu. Kondisi yang justu meminggirkan esensi mudik, karena yang terjadi adalah persaingan pencapaian atau kepemilikan pribadi.

Pada akhirnya mudik yang semestinya menjadi ajang silaturahmi antarkeluarga, kerabat dan juga dengan masyarakat sekampung, berganti parade unjuk kemewahan. Pamer baju baru, perhiasan baru hingga sepeda motor dan mobil baru. Ada yang sampai menempuh atau menghalalkan segala cara agar bisa mudik. Menggadaikan atau menjual barang, bahkan terperosok dalam kriminalitas, seperti pencurian, penjambretan hingga pembunuhan demi memuluskan keinginan untuk mudik.

Dalam konteks ini mudik tentu saja sudah kehilangan esensinya, apalagi bila semua kekhilafan itu dilakukan bukan hanya untuk bisa mudik, tapi untuk mengikuti gaya hidup dan penampilan ala orang-orang kaya di kota, untuk pamer di kampungnya. Hal ini makin memicu atau memperkuat siklus urbanisasi usai mudik atau saat arus balik.

Kehadiran pemudik atau orang kota ke desa, dengan berbagai gaya, penampilan dengan segenap cerita sukses yang kadang semu atau fake, merangsang arus migrasi baru dari desa-desa ke kota. Migrasi atau kaum urban yang baru ini, bila tak dibekali dengan keterampilan yang memadai, tentu saja akan melahirkan persoalan baru di kota-kota tujuan. Urban unskilled ini kemudian ada yang hingga terjebak dalam kriminalitas, seperti prostitusi, narkotika dan kejahatan lainnya.

Namun mudik tentu saja tidak hanya lekat dengan hal-hal minus seperti dikemukakan di atas. Karena mudik mestinya semakin mempererat kohesi sosial, bahkan lebih jauh, yakni berkontribusi pada perubahan sosial dan kemajuan kampung halaman. Selain ikut meningkatkan perputaran ekonomi, karena para pemudik yang berbelanja berbagai kebutuhan selama mudik, tapi juga oleh zakat fitrah, zakat harta dan sedekah yang dikeluarkan kepada penduduk di kampuang halaman masing-masing.

Para pemudik sejatinya bisa membawa cerita-cerita genuine dan inspiratif bagi saudara dan koleganya di kampung. Cerita bahwa kehidupan di kota tak selalu indah atau menarik seperti yang kerap gambarkan dalam film atau sinetron. Cerita bahwa sekalipun di kota terdapat berbagai fasilitas, namun persaingan hidup keras atau tidak mudah. Meski kota kerap menawarkan banyak kemungkinan yang bisa diraih, namun migrasi tanpa tujuan jelas dengan skills yang terbatas adalah tindakan konyol yang bakal menyusahkan.

Alih-alih mengajak orang lain untuk ikut ke kota, para pemudik tercerahkan ini justru membuka cakrawala dan peluang-peluang baru yang jauh lebih menguntungkan secara ekonomi, bila keluarga dan koleganya mau tetap bertahan di kampung halaman. Kondisi di desa atau kampung yang masih penuh potensi, seperti lahan yang luas dan subur, sementara di sisi lain ada banyak kebutuhan di kota yang perlu disuplai dan dipenuhi dari desa atau daerah, dapat dijadikan peluang yang menguntungkan. Apalagi dengan majunya teknologi digital termasuk hadirnya jasa pengiriman barang atau logistik yang lebih mudah dan murah. Oleh pemudik tercerahkan bermental entrepreneur ini dimanfaatkan sebagai peluang usaha atau bisnis. Keluarga atau koleganya di desa diarahkan untuk tetap menetap di kampung, menggarap berbagai potensi yang ada, seperti perkebunan, peternakan atau perikanan.

Sementara pemudik entrepreneur itu mencari akses pasar sekembalinya ke kota. Seperti mencari peluang untuk memasok sayur dan buah organik, ikan dan produk peternakan ke toko, restoran atau hotel. Selanjutnya pemudik entrepreneur menjadi jembatan atau perantara distribusi barang atau produk-produk itu. Tidak saja dalam distribusi dan akses pasar hasil perkebunan, peternakan dan perikanan, tapi juga dalam mendorong masyarakat desa untuk menekuni industri kerajinan atau industri rumahan hingga menginisiasi desa wisata berbasis potensi daerah.

Semua proses itu kemudian dilanjutkan dengan pembuatan platform digital, serta diadakan training atau pelatihan singkat, yang bisa dilakukan secara online dengan mengundang pakar bagaimana promosi dan berjualan produk lewat marketplace atau media online lainnya.

Lebih keren lagi bila para pemudik entrepreneur juga membantu atau memfasilitasi hingga ke aspek permodalan. Makin lengkap ekosistem yang diadvokasi; mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing, membantu distribusi dan mencarikan akses pasar, branding produk hingga modal usaha. Menjadi pola hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan dan membesarkan.

Semua itu bila mau dilakukan dengan sungguh-sungguh, tentu saja membuat mudik akan jauh lebih bermakna. Sehingga keseruan Lebaran di kampung yang biasanya hanya sehari atau dua hari itu, sisa waktu mudiknya dapat dijadikan kesempatan untuk mengedukasi, menginspirasi dan mendorong terjadinya perubahan sosial di masyarakat.

Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 18 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Peningkatan Status Operasi Siaga Tempur di Papua Putus Jalan Kemanusiaan

Next Post

Suap Antar-Lembaga

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Akui Suap Pengurusan Perkara di MA, Pengacara : Moral Kami Rendah, Siap Dihukum Seberat Beratnya

Suap Antar-Lembaga

Objek Perkara Gugatan Partai Prima Hakim Nakal Inkompetensi-Diduga Berniat Jahat

Vonis Majelis Hakim GN - BTM dan Komparasi antara Vonis HRS - Dengan hubungan Bohongnya LBP - Serta Teori Para Begawan Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist