• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MEMBACA NEW WORLD ORDER & COLOR REVOLUTION DI INDONESIA .

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
April 15, 2024
in Feature, Politik
0
MEMBACA NEW WORLD ORDER & COLOR REVOLUTION DI INDONESIA .
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Prihandoyo Kuswanto- Ketua Pusat Study Kajian Rumah Pancasila.

KETIKA UUD1945 diamandemen, lalu dipertuhankannya liberalism dan kapitalisme, maka, Pancasila menjadi bualan para elit dan pemimpin negeri ini.

Pancasila cukup dikeramatkan, dan tidak lagi menjadi ideologi bernegara. Mengapa? Sebab konsep Pancasila sebagai sistem kolektivisme dalam berbangsa dan bernegara sudah ambyar, mereka ganti dengan individualismw, liberalism dan kapitalisme.

Kapitalisme merasuki semua otak para elit politik ini, sebab tanpa uang, tidak mungkin bisa masuk pada kelompok para komprador. Semua diukur dengan uang, apalagi detak politik yang ada, baru bisa tuntas dengan jargon hanya ‘wani piro’. Semua dibandrol, uang.

“Rupanya New World Order tidak berhenti mengacak-ngacak UUD1945 dengan amandemen saja. Sekarang masuk lebih dalam lagi. Mereka menghabisi Pancasila melalui partai, mengubah Pancasila menjadi Trisila, Ekasila, Gotong Royong.”

Padahal bangsa ini adalah bangsa yang pernah besar, sebesar Majapahit dan Sriwijaya yang penuh dengan karakter sebagai bangsa raksasa.

Misal, pada 30 September 59 tahun silam di Gedung PBB, New York, Amerika Serikat terjadi peristiwa penting yang bukan saja bergetar bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bangsa dunia.

Pada hari itu, presiden pertama Republik Indonesia, Ir Sukarno atau yang biasa akrab kita sapa Bung Karno, berkesempatan menyampaikan gagasan di depan para pemimpin-pemimpin negara di PBB.

Pidato yang berjudul To Buid The World A New (Membangun Dunia Kembali) dengan durasi sekitar 90 menit itu, telah menggemparkan dunia. Saat itu Pancasila telah menjadi musuh utama New World Order. Dengan lantang Bung Karno mengatakan
“To Build The World A New”. Pancasila sebagai dasar paradikmatika.

Pidato ini menantang New World Order. Itu sebabnya Bung Karno ditarget jatuh (dari kekuasaan) setelah Kennedy terbunuh. Bung Karno pun beberapa kali menghadapi percobaan pembunuhan, tetapi, Alhamdulillah, tidak berhasil.

Nah, rupanya melalui PKI dengan peristiwa G30S/PKI, berhasil menumbangkan kekuasaan Soekarno .

Setelah era Orla, mereka ini memanfaatkan pemerintahan Pak Harto. Tetapi rupanya Pak Harto juga pinter. Dia nurut saat awal kekuasaannya, tetapi mulai sedikit mbalelo setelah Indonesia mulai kuat.

Skenario Global
Puncaknya pada 1996, saat Pak Harto menolak skenario global yang menjadi skenario World Bank, IMF dan AS. Maka tidak ada jalan lain, Pak Harto pun harus jatuh dari kursi presiden.

New World Order rupanya tidak berhenti di situ. Mereka menggunakan perang pemikiran terhadap Pancasila. Yang mereka lakukan adalah mengacak-acak UUD1945 melalui amandemen. Empat kali sudah amandemen dilakukan mengubah sistem kolektivisme menjadi Individualisme, liberalism dan kapitalisme.
Megawati sebagai presiden saat amandemen tidak sadar apa yang dilakukan nya terhadap UYD 1945.

Lalu, mengubah sistem MPR menjadi Presidensial. Pancasila tidak lagi menjadi ideologi Negara, sebab tidak mungkin Pancasila bersanding lurus dengan sistem Presidensial yang basisnya individualism, yang mana kekuasaan menjadi rebutan melalui suara terbanyak. Yang ada, adalah kalah atau menang dalam pertarungan .

Sadarkah Kita?
Amandemen UUD1945 telah mengubah pikiran para pendiri negeri ini, awalnya negara berdasarkan atas kekeluargaan, kebersamaan, kolektivisme. Lalu berubah menjadi individualisme, liberalisme, kapitalisme .

Pembukaan UUD 1945 itu adalah pokok pangkal dari perumusan pasal-pasal berturut-turut dalam 16 (enam belas) bab dan 37 pasal. Ini masih ada tambahan aturan peralihan yang terdiri dari 4 (empat) pasal dan aturan tambahan.

Karena telah tercapai mufakat bahwa UUD 1945 berdasarkan atas sistem kekeluargaan, maka segala pasal-pasal itu harus selaras dengan sistem. Negara Indonesia bersifat kekeluargaan, tidak saja hidup kekeluargaan ke dalam, akan tetapi juga ke luar. Sehingga politik luar negeri Indonesia harus untuk melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan segala bangsa, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi segala bangsa.

Rupanya New World Order tidak berhenti mengacak-ngacak UUD1945 dengan amandemen saja. Sekarang masuk lebih dalam lagi. Mereka menghabisi Pancasila melalui PDIP dengan mengganti Pancasila menjadi Trisila, Ekasila, Gotong royong. Jika UU HIP sudah sah, maka, habis sudah Pancasila. Inilah kemenangan New World Order.

Pilpres kali ini juga tidak terlepas dari New World Order kita bisa membaca skema yang dijalankan agen-agen asing melalui Para Guru Besar dan akademisi kampus serta kaum neo liberal yang bau membahu membuat skenario untuk mengobrak abrik negara sangat sistemik dan masif melalui pemilu dengan isu pemilu curang TSM .Demokrasi telah mati dan isu tentang pelanggaran Etik semua itu dibungkus dengan korupsi bansos 497 triliun untuk memenangkan 02 Prabowo Gibran .

Dari perbincangan saya dengan aktivis di Jogya tadi siang skenario mereka MK harus membatalkan 02 jika tidak maka akan terjadi ontra ontra ancam mereka.kita tunggu tanggal 22April kata mereka .

Kalau kita membuka skema yang sedang digelar dugaan AS ikut cawe cawe dalam pilpres 2024 mengemuka seiring munculnya artikel berjudul “Leaked: CIA Front Preparing Color Revolution in Indonesia” yang dimuat mintpressnews.com pada 6 September 2023.

Color revolution atau revolusi warna diduga merupakan operasi rahasia CIA melalui National Endowment for Democracy (NED) untuk mencampuri pemilu RI di tahun 2024.

Artikel di mintpressnews tersebut juga mengungkap adanya aliran dana ke berbagai LSM, kelompok sipil, partai politik di Indonesia, hingga kandidat pada pemilu 2024.

Dari indikasi cawe cawe nya AS ternyata Amandemen UUD 1945 tidak berhenti disitu tetapi selanjut nya lebih dahsyat lagi Indonesia akan dibuat Revolusi Warna .Dengan model demokrasi liberal seperti sekarang ini perpecahan seluruh anak bangsa merupakan skenario untuk selanjut nya Color revolution akan dijalankan agar Indonesia menjadi negara kecil kecil seperti Balkan agar bisa mengeruk kekayaan ibu pertiwi .apalagi dengan program Prabowo Hilirisasi tentu akan merugikan pabrik pabrik di AS,Eropah dan Jepang sebab tidak bisa lagi mengeruk bahan baku dari Indonesia .

New World Order adalah program Imperalisme yang dipaksakan di Indonesia dengan nengganti UUD 1945 dengan UUD 2002 .th 1199-2002.di jaman presiden nya Megawati Soekarno Putri dan motor penggerak Amandemen adalah PDIP melalui Inisiator nya ketua Fraksi Yakob Tobing .
Dosa terbesar Megawati dan PDIP bukan saja dosa terhadap Soekarno tetapi juga pada bangsa ini.
Tanpa disadari oleh Megawati yang menurut kajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan Prof Kaelan dari UGM bukan amandemen tetapi mengganti UUD 1945 dengan UUD 2002.
Akibat nya negara Proklamasi 17Agustus 1945 telah bubar dan dengan begitu tercabut lah gelar Proklamator Soekarno Hatta.

Dalam proses amandemen UUD 2002, jumlah pasal yang diamandemen, mencapai 97% lebih. Maka, dalam sejarah konstitusi dan ketatanegaraan Indonesia, hal itu bukanlah amandemen, melainkan penggantian konstitusi.

Dalam proses amandemen UUD 1945 dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia proses amandemen UUD 1945 perubahan jumlah pasal yang diamandemen hampir mencapai 97% lebih. Mengingatkan dari hal itu, tegasnya, UUD 2002 hasil amandemen tidak koheren atau tidak pada dasar filsafat negara Pancasila. “Hal ini dilakukan melalui suatu penelitian hukum normatif pada isi pasal-pasal UUD 2002 hasil Amandemen itu tidak sesuai dengan dasar filsafat negara Pancasila,” ujarnya lebih jauh.
Kaelan mengingatkan, bahwa isi pasal-pasal UUD 2002 hasil amandemen justru merupakan derivasi dari sistem liberalisme, hal ini juga dapat dibuktikan pada sejarah proses perumusannya
“Memang tatkala UUD 2002 dirumuskan terdapat suatu kesepakatan Pembukaan bahwa UUD 1945 tidak akan dirubah. Namun, berdasarkan analisis hasil hukum, isi pasal-pasal UUD 2002 hasil amandemen tidak konsisten dan tidak koheren dengan Pancasila dasar Filsafat Negara,” seraya menambahkan, berdasarkan fakta dalam sejarah amandemen UUD 1945, terdapat pengaruh asing.

“Beberapa LSM asing maupun domestik ikut aktif dalam proses amandemen UUD 1945 tersebut. LSM-LSM itu bahkan hadir dalam rapat-rapat PAH I BP MPR, mengikuti setiap materi perubahan yang dibahas sehingga dapat mengetahui data atau informasi semacam apa yang dibutuhkan para anggota PAH I,” ungkap Prof. Dr Kaelan, MS.

Jadi sangat masuk akal jika hari ini keinginan bangsa ini untuk kembali pada UUD 1945 menguat meresakan AS melalui
LSM National Endowment for Democracy (NED), sebuah front CIA yang terkenal, sedang meletakkan dasar bagi revolusi warna di Indonesia.

NED adalah LSM yang memberikan dukungan terhadap demokrasi di luar negeri. Aktifitas NED bergantung pada dukungan keuangan berkelanjutan dari Gedung Putih dan Kongres AS, menerima perintah dari pemerintah AS dalam operasinya.

Taruhan spread (menyebar) luas ini dapat memastikan aset-aset AS, dengan satu atau lain cara, harus menang pada Pilpres 2024 bulan Februari mendatang. Pasukan NED yang berada di lapangan telah siap untuk menantang, atau bahkan membalikkan hasil, jika pihak yang salah dimenangkan

Dengan kata lain dari Endowment (Polis endowment) secara diam-diam telah didistribusikan kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan aktivitas di Indonesia termasuk persiapan songong dan antisipasi apapun yang akan terjadi pada Pilpres 2024.

Demokrasi dan Pilpres 2024 diprediksi sebagai pemilu yang penuh rekayasa politik paling kotor dan brutal, akan ada intervensi kekuatan politik Revolusi Warna NED dari AS di Indonesia, semua akan terpantau dengan segala resikonya.

Bagaimana hasil dari MK kita tunggu tgl 22 April apakah setelah itu konstelasi politik akan selesai atau akan terus bergerak untuk menciptakan kekacauan terhadap bangsa dan negara ini

Masalahnya: Apakah elite di DPR tidak merasa berkhianat pada pendiri negeri ini dan bangsa Indonesia? Tentu saja sejarah akan mencatat rekam jejak mereka.
Tidak ada jalan terbaik untuk bangsa ini melawan para cecunguk asing yang terus digerakan untuk melakukan agitasi terhadap pilpres kecuali dengan kesadaran yang tinggi bagi pemenang pilpres melakukan rekonsiliasi kembali pada UUD 1945 dan Pancasila untuk merapatkan barisan mempererat persatuan bangsa Indonesia.
Waallahu’alam bishshawab.(*)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Trend Tutup Sekolah Sedang Melanda Korea dan Jepang VS Indonesia

Next Post

Paslon 02 Kalah: Kekuatan dan Ketidakpastian Putusan MK dengan 8 Hakim

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Paslon 02 Kalah: Kekuatan dan Ketidakpastian Putusan MK dengan 8 Hakim

Paslon 02 Kalah: Kekuatan dan Ketidakpastian Putusan MK dengan 8 Hakim

Pastor Gilbert Lumoindong Off Side “Telah Menistakan Agama Islam”

Pastor Gilbert Lumoindong Off Side "Telah Menistakan Agama Islam"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist