• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Trend Tutup Sekolah Sedang Melanda Korea dan Jepang VS Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 15, 2024
in Feature, Pendidikan
0
Trend Tutup Sekolah Sedang Melanda Korea dan Jepang VS Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Sementara Korea dan Jepang berjuang mengatasi penurunan jumlah murid, Indonesia justru menikmati keuntungan demografis dengan pertumbuhan populasi yang stabil. Dengan populasi yang terus berkembang, Indonesia memiliki jumlah murid yang cukup besar, memungkinkan pemerintah untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan infrastruktur pendidikan tanpa menghadapi masalah penurunan jumlah murid yang signifikan. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Penurunan jumlah murid telah menjadi masalah serius di Korea dan Jepang, memaksa banyak sekolah untuk menutup pintu mereka. Faktor utama di balik penurunan ini adalah tren demografis yang menunjukkan penurunan populasi, yang pada gilirannya mengakibatkan penurunan jumlah anak-anak yang lahir dan bersekolah. Hal ini menimbulkan tantangan bagi kedua negara dalam menjaga infrastruktur pendidikan mereka dan menyediakan pendidikan berkualitas bagi siswa yang tersisa.

Di Korea, penurunan jumlah murid telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Korea Selatan, lebih dari 3.800 sekolah dasar telah ditutup sejak tahun 2015 karena rendahnya jumlah murid. Hal ini disebabkan oleh menurunnya tingkat kelahiran dan urbanisasi, di mana banyak keluarga memilih untuk tinggal di kota besar, meninggalkan daerah pedesaan yang sering kali memiliki jumlah murid yang lebih sedikit.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Korea telah mengimplementasikan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah penggabungan sekolah untuk memanfaatkan infrastruktur yang ada dan mengoptimalkan sumber daya. Selain itu, mereka juga telah memperkenalkan program-program untuk menarik siswa ke sekolah-sekolah di daerah pedesaan, seperti memberikan insentif finansial kepada keluarga yang mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah tersebut.

Di Jepang, masalah penurunan jumlah murid juga sangat dirasakan. Menurut data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, jumlah sekolah dasar dan menengah telah menyusut seiring dengan penurunan jumlah murid. Penyebab utamanya adalah menurunnya tingkat kelahiran dan pindahnya populasi dari daerah pedesaan ke perkotaan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Jepang telah mengambil berbagai langkah. Salah satunya adalah mengubah sekolah-sekolah yang ditutup menjadi pusat komunitas atau fasilitas umum lainnya untuk tetap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Selain itu, mereka juga telah meluncurkan program untuk menarik guru dan siswa ke daerah pedesaan dengan memberikan insentif finansial dan fasilitas tambahan.

Meskipun kedua negara telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi penurunan jumlah murid dan penutupan sekolah, tantangan tersebut tetap ada. Perubahan demografis yang mendasari masalah ini memerlukan solusi jangka panjang yang holistik dan terkoordinasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, penting untuk terus memantau tren demografis dan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan perkembangan terbaru untuk menjaga keberlangsungan sistem pendidikan di masa depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Serangan Drone Iran Terhadap Israel Membuat Kawasan Timur Tengah Semakin Tegang

Next Post

MEMBACA NEW WORLD ORDER & COLOR REVOLUTION DI INDONESIA .

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas
daerah

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Next Post
MEMBACA NEW WORLD ORDER & COLOR REVOLUTION DI INDONESIA .

MEMBACA NEW WORLD ORDER & COLOR REVOLUTION DI INDONESIA .

Paslon 02 Kalah: Kekuatan dan Ketidakpastian Putusan MK dengan 8 Hakim

Paslon 02 Kalah: Kekuatan dan Ketidakpastian Putusan MK dengan 8 Hakim

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist