Adalah menjadi tidak masuk akal, bila alasan Jokowi yang bersiteguh untuk cawe-cawe pada Pilpres 24 itu; karena ingin memelihara apa yang selama ini telah ia bangun, infra-structure dll itu. Ia tidak faham ada UU no 25/2004, tentang Sistem Pembangunan Nasional. Jadi apa yang telah dibangun oleh Jokowi selama ini, acuan Bapenas adalah UU No 25/2004 itu. Jadi bukan ansich idea/gagasan Jokowi. Sepertinya contohnya, bahkan, KA Cepat Jakarta~Bandung, itupun berasal dari rencana yang ada jauh sebelum Jokowi melaksanakannya.
Silahkan simak, sektor pembangunan ekonomi, sejak menjadi presiden, target tahunan pun tidak pernah tercapai, dihitung kumulatif selama 5 tahun. 7 % pertahun, realisasinya bahkan pernah kurang dari 5%. Rupiah Rp. 10.000/ 1USD, nyatanya Rupiah diatas Rp. 15.000. Data lain menjelaskan, bahwa curva utang kita terus meningkat dan membengkak. Bahkan untuk membayar cicilan utang-pun, uangnya harus didapat dari pinjaman luar negeri juga.
Pertumbuhan ekonomi dibawah 7%, ini artinya kesempatan kerja tidak dapat memenuhi Angkatan kerja yang setiap tahun meningkat. Arti lain, pengangguran di era Jokowi tinggi. Itu disadarinya dengan memberi subsidi kartu Pra-Kerja itu.
Dasar-dasar bernegara, porak-poranda di era Jokowi; ia membiarkan Menteri-menterinya, bersepakat melakukan pelanggaran konstoitutional, seperti mewacanakan penundaan pemilu-24 dan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.
Penyelewengan keuangan negara, termasuk korupsi, lebih dahsyat lagi daripada era ORBA, seperti yang dihebohkan oleh Mahfud MD selaku menkopolhukam, mengungkap skandal 349 T, dan kasus mega trilyunan lainnya, satu demi satu mulai terungkap. Semua berpotensi merugikan keuangan negara yang teramat besar.
Tingkat kemiskinan juga tidak beranjak turun, malah semakin besar bila diukur dengan standard PBB.
Dibidang perpolitikan, tambah ngaco. Bingkai Presiden Jokowi cawe-cawe itu, tidak dibuat oleh Denny Indrayana, tetapi itu potret imaginasi Nitizen pada diri Jokowi; dilihat dari gelagat, ucapan dan melalui gerak langkah strategisnya. Ia telanjang tercium, kehawatiran jika Anies Baswedan akan terpilih menjadi Presiden 24. Karena satu-satunya capres, yang ia tidak pernah terucap dukungannya, kepada mantan Menteri dan tim suksesnya itu. Malah dua pasangan Capres dukungan Jokowi itu, seolah-olah dihadapkan supaya secara diametral untuk mengalahkan Anies Baswedan.
Sejumlah Menteri-menteri aktifnya juga dibiarkan sibuk dengan urusan Copras Capres sendiri-sendiri; Prabowo Subianto (Gerindra), Airlangga Hartarto (Golkar), Zulhas (PAN), Monoarfa (PPP), Sandiaga Uno (PPP), Erick Thohir, LBP (Golkar), Moeldoko. Yasona Laoly (PDIP), Yasir Limpo (Nasdem). Dll.
Persoalan-persoalan yang tak elok dilakukan oleh seorang Presiden dan Kepala Negara, dicatat sebagai pendusta; Mobil Esemka yang tak terwujud, Anak-anaknya tidak suka Politik, Ijazah sekolahnya yang tak pernah diperlihatkan yang aslinya, sehingga orang menduga dan berkeyakinan palsu. Bambang Tri Mulyono dan Gus Nur, adalah kini dihukum penjara karenanya.
Bila Ganjar Pranowo dinilai oleh para relawan sebagai orang yang memiliki kesadaran ideologis untuk menegakan Pancasila dan UUD 45, maka relawan lain dan bahkan 4 parpol menilai Anies Baswedan yang lebih baik dari semua aspek-aspek yang ada dari Capres-capres yang lain.
Isi Deklarasi Relawan Jokowi Dukung Gajar
Berikut deklarasi dukungan relawan Jokowi untuk Ganjar Pranowo:
Dalam dua periode pemerintahannya, Presiden Joko Widodo telah berhasil memberi kemajuan yang pesat untuk Indonesia. Presiden Joko Widodo telah meletakkan fondasi Indonesia yang kuat menuju negara maju – sejahtera dan berkeadilan sosial.
Keberhasilan ini harus terus dilanjutkan dan dijaga keberlangsungan dan kesinambungannya, oleh sosok pemimpin yang memiliki visi, misi dan prinsip yang sama dengan Presiden Joko Widodo.
Untuk melanjutkan warisan baik dari Presiden Jokowi, diperlukan sosok pemimpin yang memiliki kesadaran ideologis untuk menegakkan Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Seorang Presiden yang memiliki komitmen dan keyakinan ideologi yang kokoh terhadap prinsip-prinsip bernegara yang demokratik dan toleran terhadap keberagaman dalam rangka membangun kesejahteraan bersama untuk seluruh rakyat, yang telah dicerminkan oleh Presiden Jokowi dalam memerintah negeri ini selama hampir satu dekade in mensejahterakan. Yang pada pokoknya, bangsa in membutuhkan sosok pemimpin yang mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya, memihak dan melayani rakyat dengan sepenuh hati.
Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tersebut serta penilaian atas fakta-fakta konkrit, kami gabungan dari organ-organ Relawan pendukung Jokowi memandang bahwa mendukung GANJAR PRANOWO sebagai penerus PRESIDEN JOKO WIDODO adalah sebuah pilihan logis dan rasional.
Rekam jejak Ganjar Pranowo sebagai anggota DPR, dan menjadi gubernur selama dua periode TERBUKTI bertanggungjawab, kerja keras, loyalitas serta komitmennya terhadap masalah-masalah Kebangsaan.
Pemimpin yang hadir dan mendengar permasalahan rakyat, tak berjarak dengan rakyatnya, tulus, hangat, terbuka dan berprinsip kuat.
Ganiar Pranowo adalah sosok pemimpin yang tidak terlibat, menggunakan atau mengamini politik identitas atau SARA tahun 2014, 2017 dan 2019. Ganjar Pranowo selalu berkomitmen menjaga keragaman dan toleransi.
Berdasarkan pemikiran dan rekam jejak di atas, kami RELAWAN JOKOWI sejak 2014 memutuskan dan bersikap:
1. Mendukung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024.
2. Siap memenangkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.























