Untuk mendiskusikan berbagai permasalahan bangsa yang sedang dihadapi dan akan dihadapi, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir bersama Pengurus Pusat Muhammadiyah berkunjung ke kantor PB Nu untuk bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, di Gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (25/5).
Jakarta -Fusilatnews – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir bersama jajaran PP Muhammadiyah menyambangi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2023).
Prof Haedar terlihat didampingi oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas, dan jajaran pengurus pusat yang lain tiba di lokasi pada pukul 09.56 WIB.
Prof Abdul Mu’ti mengatakan, selain silaturahmi, pertemuan pimpinan dua ormas besar Islam tersebut akan membahas masalah-masalah kebangsaan menjelang Pilpres 2024.
“Silaturahmi, kenalan majelis muktamar dan ngobrol-ngobrol santai soal-soal kebangsaan,” ujar Prof Abdul Mu’ti saat tiba di Gedung PB NU.
Sementara itu, Prof Haedar enggan berkomentar banyak soal silaturahmi dengan Ketum PBNU tersebut. Dia juga diam saat ditanya kemungkinan membahas politik. “Nanti aja ya,” singkat Prof Haedar.
Haedar memastikan pihaknya siap menguatkan kolaborasi dengan NU untuk menghasilkan program yang mendukung kemajuan bangsa.
“Insyaallah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama semakin bergerak maju untuk memajukan umat bangsa dan kemanusiaan semesta,” tutur Haedar.
Di sisi lain, Muhammadiyah turut menyatakan dukungan atas penyelenggaraan Forum Religion of Twenty (R20) yang digagas PBNU di Bali, November 2022 mendatang.
Ia menilai Forum Agama itu sebagai ikhtiar untuk membangun perdamaian dunia juga dunia yang lebih terkoneksi.
“Tentu kita juga menghadirkan nilai-nilai ilahiat yang bisa menyelamatkan bumi dan kehidupan,” kata Haedar.
Prof Haedar dan jajaran PP Muhammadiyah disambut langsung oleh Ketum KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU KH Amin Said Husni, Wasekjen Soleman Tanjung dan jajaran PP PBNU di lantai 3 Kantor PBNU. Saat berita ini diturunkan, dua pimpinan ormas besar Islam ini melakukan pertemuan tertutup


























