• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MEMBANGUN KEJAYAAN BULOG

by
January 17, 2025
in Economy, Feature
0
MENANTI KELAHIRAN BULOG BARU
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Bagi sebagian besar masyarakat, Bulog identik dengan beras. Jarang-jarang mereka memahami Bulog itu akronim dari Badan Urusan Logistik. Bahkan di era Pemerintahan Orde Baru, Bulog sering dimainai sebsgsi “gudang beras”nya Pak Harto. Terlepas suka atau tidak, begitulah penilaian masyarakat terhadap keberadaan Bulog di Tanah Merdeka.

Beberapa waktu belakangan ini, kembali Bulog ramai dibincangkan. Pasalnya, karena Presiden Prabowo menginginkan agar Bulog dikembalikan ke suasana masa lalu dengan tetap mempertimbangkan kondisi kekinian. Presiden ingin agar Bulog terbebas statusnya dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kembali menjadi lembaga Pemerintah langsung dibawah Presiden.

Membebaskan Bulog dari posisinya sebagai perusahaan plat merah, sebetulnya cukup beralasan. Bukan saja perubahan Bulog dari Lembaga Pemerintah Non Departemen, lebih banyak diinisiasi oleh Lembaga Keuangan Dunia sekelas IMF namun jika kita tengok selama 21 tahun Bulog jadi BUMN, ternyata peran bisnisnya tidak sehebat yang diharapkan.

Hasrat menampilkan Bulog mrnjadi “raksasa bisnis pangan”, terekam baru sebatas cita-cita. Itu pun jika tidak ingin disebut mengecat langit. Hampir tidak terdengar ada bisnis Bulog yang mendunia. Kalau pun terdengar, hanyalah melakukan usaha yang kecil-kecil dan tidak menggambarkan Bulog sebagai lembaga bisnis berskala internasional.

Justru selama ini, Bulog lebih banyak terekam melaksanakan penugasan Pemerintah dalam rangka tanggungjawab sosial sebagai operator Pemerintah. Sebut saja dalam menggarap Program Bantuan Langsung Beras bagi 22 juta rumah tangga penerima manfaat yang memperoleh beras sebesar 10 kg per bulan.

Sebagai pelaksana program, Bulog benar-benar piawai dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Banyak pihak memberi acungan jempol atas kinerja yang ditempuhnya. Bagi Bulog, melaksanakan program seperti ini, bukanlah hal yang baru. Bulog telah cukup teruji ketika menggarap Program Beras Untuk Masyarakat Miskin (RASKIN) maupun Program Beras Untuk Masyarakat Sejahtera (RASTRA).

Ya, itulah Bulog. Janganlah ditugaskan untuk berbisnis, karena Bulog sejak kelahirannya, tidak disiapkan untuk jadi pedagang. Kalau pun dipaksa, terbukti hasilnya selama 21 tahun kurang optimal. Itu sebabnya, sangatlah tepat jika Presiden Prabowo berkehendak untuk mengembalikan Bulog sebagai lembaga otonom Pemerintah.

Membebaskan Bulog dari statusnya sebagai BUMN, mestinya jangan sampai harus menunggu waktu 21 tahun. Kepekaan dan kejelian kita dalam menangkap suasana yang sedang tercipta, sangatlah diperlukan. Akan lebih baik, jika setelah 5 atau 10 tahun berjalan, dilakukan evaluasi total terhadap perkembangan Bulog sebagai perusahaan plat nerah.

Terkait dengan kemauan politik Pemerintah untuk mengembalikan Bulog ke masa lalu, janganlah dianggap sebagai sebuah kemunduran. Memutar roda ke belakang, jangan sekalipun dinilai sebuah kemunduran. Tentu ada sisi positif yang dapat diambilnya. Artinya, kalau memutar roda ke belakang diarahkan untuk mengembalikan kejayaan Bulog, maka sah-sah saja hal itu ditempuh.

Menjadikan Bulog sebagai lembaga pangan yang mampu mendukung tercapainya percepatan swasembada pangan, bukanlah hal yang cukup mudah untuk diwujudkan. Hal ini, jelas tidak segampang Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya. Swasembada pangan adalah perjalanan panjang yang butuh kerja keras, kerja cerdas dan terobosan inovatif.

Kata kunci swasembada pangan, utamanya beras adalah produksi yang berlimpah. Tanpa terjadinya peningkatan produksi, jelas tidak akan pernah ada yang namanya swasembada. Itu sebabnya, mengapa dalam mengejar pencapaian swasembada, Pemerintah tampil dengan program penggenjotan produksi, yang digarap melalui peningkatan luas tanam dan percepatan masa tanam.

Keberadaan Bulog sendiri diharapkan mampu berperan sebagai “offtaker”, yang bakal membeli gabah/beras petani dengan harga wajar dan memberi keuntungan bagi petani. Kalau petani merasakan keuntungan dalam mengelola usahatani padi, maka secara otomatis, tanpa diperintah pun, mereka otomatis akan bergairah untuk menanam padi.

Atas hal demikian, Pemerintah diharapkan membangun kembali persahabatan Bulog dengan petani sebagaimana terjadi pada saat Bulog dilahirkan. Memudarnya petsahabatan Bulog dengan petani, karena Bulog menjadi perisahaan plat merah, sudah waktunya dirajut lagi, sehingga hubungan simbiosis mutualistos antara Bulog dengan petani, tetap terjaga dan terpelihara.

Akhirnya penting disampaikan, mana mungkin Presiden Prabowo berhasrat untuk mengembalikan Bulog ke masa lalu, sekiranya tidak ada maksud tertentu yang ingin digapainya. Presiden tentu ingin kejayaan Bulog masa lalu dapat diulang kembali masa sekarang. Setidaknya, peran Bulog ketika kita meraih swasembada beras 1984, diharapkan dapat diulang kembali di era kepemimpinan Prabowo/Gibran.

Mari kita wujudkan semangat Presiden Prabowo untuk menjadikan Bulog sebagai lembaga pangan yang mampu memberi keberkahan sekaligus membawa kebaikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kapolri Bertanggung Jawab Penuh atas Pemagaran Laut di Indonesia

Next Post

Prioritaskan Keselamatan Penerbangan, Lion Group Terapkan Prosedur Meticulous Pre-Flight Check

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Prioritaskan Keselamatan Penerbangan, Lion Group Terapkan Prosedur Meticulous Pre-Flight Check

Prioritaskan Keselamatan Penerbangan, Lion Group Terapkan Prosedur Meticulous Pre-Flight Check

Membaca Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Sri Sultan: Look At Me!!!

Membaca Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Sri Sultan: Look At Me!!!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...