• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memberangus Parpol-Parpol Keluarga

Ali Syarief by Ali Syarief
December 14, 2025
in Feature, Politik
0
Memberangus Parpol-Parpol Keluarga
Share on FacebookShare on Twitter

Partai politik lahir dari gagasan. Dari perdebatan, perbedaan, dan kehendak untuk memperjuangkan kepentingan publik. Tapi di Indonesia, sebagian partai justru berakhir sebagai silsilah. Bukan ruang kaderisasi, melainkan album keluarga.

Ambil contoh partai paling tua di republik ini. Ketua umumnya nyaris tak tergantikan. Regenerasi berjalan, tapi hanya berputar di lingkar darah. Jabatan puncak seolah hak milik, diwariskan dengan legitimasi sejarah dan mitologi perjuangan. Kritik dianggap pembangkangan. Pergantian dianggap pengkhianatan.

Di sisi lain, lahir partai baru yang lebih terang-terangan. Dua hari menjadi anggota, langsung menjadi ketua umum. Tak perlu jenjang, tak perlu proses. Cukup satu nama belakang, maka struktur pun tunduk. Demokrasi internal tak sempat lahir, sudah keburu mati.

Kita pun dihadapkan pada dua sosok ketua umum: yang tua dan yang muda. Yang satu Megawati Soekarnoputri, yang lain Kaesang Pangarep. Dua generasi berbeda, tapi satu pola yang sama: parpol keluarga.

Pertanyaannya sederhana sekaligus menohok: kepada siapa sebenarnya kita berharap?

Yang tua menyimpan romantisme masa lalu, tapi enggan membuka masa depan. Yang muda menjanjikan kesegaran, tapi lahir dari privilese. Yang satu mengklaim pengalaman, yang lain menjual kebaruan. Namun keduanya berdiri di fondasi yang rapuh: partai bukan milik publik, melainkan milik keluarga.

Fenomena ini tak berdiri sendiri. Gerindra, Partai Demokrat dan NasDem pun bergerak di jalur serupa. Sulit membayangkan pergantian ketua umum selama syahwat berkuasa dan syahwat berbisnis masih mengalir deras. Partai menjadi kendaraan personal, bukan institusi demokrasi. Ketua umum menjelma pemilik saham mayoritas, sementara kader hanya penumpang.

Dalam kondisi seperti ini, partai tak lagi mendidik kader, tapi mendisiplinkan loyalitas. Bukan adu gagasan yang dihargai, melainkan kepatuhan. Bukan meritokrasi yang dirawat, melainkan silaturahmi kekuasaan.

Ironisnya, publik tetap diminta berharap. Berharap pada yang tua agar bijak melepas. Berharap pada yang muda agar dewasa sebelum waktunya. Padahal masalahnya bukan usia, melainkan struktur. Bukan figur, melainkan sistem yang sengaja dipelihara agar tak berubah.

Jika partai politik terus diwariskan seperti harta keluarga, maka demokrasi hanya menjadi formalitas lima tahunan. Kita mencoblos, tapi tak pernah benar-benar memilih. Karena pilihan sudah ditentukan di meja makan keluarga elite.

Memberangus parpol-parpol keluarga bukan berarti membenci keluarga. Ini soal menyelamatkan demokrasi dari reduksi paling berbahaya: ketika kekuasaan disempitkan menjadi urusan darah dan nama belakang.

Selama partai masih dikelola seperti perusahaan keluarga, jangan berharap lahir pemimpin negarawan. Yang tumbuh hanyalah pengelola warisan—bukan pelayan rakyat.

Dan republik ini, lagi-lagi, diminta bersabar. Padahal yang terus diwariskan bukan harapan, melainkan kekuasaan itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KORUPSI BUKAN ANAK KANDUNG PEMILIHAN LANGSUNG

Next Post

PETANI TURUN KE JALAN: ALARM DARI SAWAH YANG TERABAIKAN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

PETANI TURUN KE JALAN: ALARM DARI SAWAH YANG TERABAIKAN

Kepasrahan yang Mengundang Keajaiban

Kepasrahan yang Mengundang Keajaiban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...