• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memberantas Islamofobia: MU PBB

fusilat by fusilat
April 30, 2022
in Feature
0
Memberantas Islamofobia: MU PBB
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Azyumardi Azra

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (MU PBB/UNGA) di markas besarnya, New York, Amerika Serikat (AS), memproklamasikan 15 Maret sebagai Hari Internasional Memberantas Islamofobia (‘The International Day to Combat Islamophobia’).

Meski proklamasi ini tidak mengikat negara-negara anggota PBB untuk memberlakukannya dalam hukum positif masing-masing, secara simbolis ia sangat signifikan.

Proklamasi itu memperlihatkan dukungan luas internasional pada upaya memerangi dan memberantas berbagai bentuk Islamofobia di berbagai penjuru dunia. Kosakata yang digunakan sangat kuat; bukan ‘melawan’ (to fight), tapi ‘memberantas’ (to combat).

Kosakata to combat, lazimnya dipakai untuk pemberantasan wabah atau pandemi dalam masyarakat, baik penyakit sesungguhnya seperti Covid-19 maupun penyakit sosial-politik dan budaya semacam korupsi.

Pemilihan kosakata atau diksi yang kuat ini menunjukkan tingkat kegawatan Islamofobia secara global.

MU PBB menerima proklamasi ‘Hari Internasional Memberantas Islamofobia 15 Maret’, yang diusulkan negara-negara OKI dengan Pakistan sebagai ‘wakil’ yang memperkenalkan proklamasi tersebut.

Ada beberapa negara, seperti Prancis, EU, atau India yang keberatan; bisa dipahami karena sering menerapkan Islamofobia.

Dengan dukungan mayoritas mutlak negara-negara dunia, proklamasi MU PBB untuk pemberantasan Islamofobia dapat mendorong terciptanya momentum baru perlakuan.

Mengapa 15 Maret? Hari itu ditetapkan MU PBB, berdasarkan usulan negara-negara OKI. Pada Jumat, 15 Maret 2019 terjadi serangan teroris bersenjata senapan otomatis di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 51 jamaah dan melukai sekitar 40 lainnya.

Aksi pembunuhan massal ini bagi kaum Muslim dan banyak kalangan lain (non-Muslim) adalah salah satu bentuk Islamofobia paling kasatmata.

Untuk memberantas Islamofobia, MU PBB di markas besarnya di New York dalam penetapan itu (15 Maret 2022) menyerukan: “for strengthened international efforts to foster global dialogue and promotion of culture of tolerance and peace based on respect for human rights and for diversity of religions and beliefs”; mempertegas usaha internasional untuk meningkatkan dialog global dan memajukan budaya toleransi dan perdamaian berdasar penghormatan pada HAM dan keragaman agama dan keyakinan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyatakan ‘kita’ [termasuk PBB] mesti terus melakukan upaya ke arah tersebut dengan mengutip ayat Alquran [al-Hujurat: 13]: “We must continue to push for policies that fully respect human rights and religions, cultural and unique human identity. As the Holy Qur’an reminds us—nations and tribes were created to know one another”; ‘kita mesti terus mendorong kebijakan yang sepenuhnya menghargai HAM dan agama, kebudayaan dan identitas unik kemanusiaan. Sebagaimana Alquran mengingatkan kita—bangsa-bangsa dan kabilah-kabilah diciptakan untuk saling mengenal’.

Sekjen PBB Guterres kemudian mengutip laporan yang disampaikan kepada Dewan HAM PBB, yang menemukan kecurigaan, diskriminasi, dan kebencian terhadap kaum Muslim meningkat dalam proporsi epidemi di berbagai negara.

Juga dikemukakan banyak contohnya, seperti pembatasan melaksanakan ibadah, penolakan menjadi warga negara, dan stigmatisasi luas terhadap Islam dan Muslim. Perempuan Muslimah menghadapi tiga level diskriminasi karena gender, etnisitas, dan keimanan mereka.

Proklamasi ‘Hari Internasional Melawan FobiaIslam MU PBB 15 Maret’ menyebutkan, memburuknya hubungan antara dunia Barat dan negara-negara Muslim.

Ini terkait aksi terorisme sejak dari 11 September 2001 di AS, yang berlanjut dengan aksi serupa di London, Madrid, dan Bali. Untuk memperbaiki hubungan itu, PBB membentuk “UN Alliance of Civilizations’ (UNAOC).

Namun, seperti diakui Miguel Angel Moratinos, ketua UNAOC, Aliansi ini belum berhasil. “Despite progress made in building bridges of understanding through the promotion of intercultural and interfaith dialogue, manifestations of anti-Muslim hatred persisted and morphed into different forms”; ‘meski ada kemajuan dalam membangun jembatan pengertian melalui promosi dialog antarbudaya dan antaragama, manifestasi kebencian anti-Muslim bertahan dan berkecambah dalam berbagai bentuk berbeda’.

Walhasil, penetapan ‘Hari Internasional Memberantas Islamofobia 15 Maret’ patut disambut baik dan didukung semua pihak, tidak hanya kaum Muslim, tetapi juga negara dan masyarakat non-Muslim di muka bumi.

Tetapi juga jelas, Islamofobia tidak bakal lenyap dengan imbauan dan seruan semata.

Islamofobia bisa berkurang—jika tidak hilang sama sekali—dengan perubahan sikap berbagai kelompok masyarakat berbeda—termasuk Muslim dan non-Muslim—juga pemerintah negara berbagai penjuru bumi—beserta perbaikan lingkungan ekonomi, sosial, dan politik yang mengitari.

(Dikutip dari Republika.co.id, Kamis 31 Maret 2022.)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemustahilan Sempurna Bukti Ilmiah

Next Post

KEMBALI KE JATI DIRI ADALAH KEMBALI KE KEBUN, SAWAH DAN SEGENAP PERTANIAN RAKYAT

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
KEMBALI KE JATI DIRI ADALAH KEMBALI KE KEBUN, SAWAH DAN SEGENAP PERTANIAN RAKYAT

KEMBALI KE JATI DIRI ADALAH KEMBALI KE KEBUN, SAWAH DAN SEGENAP PERTANIAN RAKYAT

Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist