• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membersihkan Halaman Penegakan Hukum: Saatnya Prabowo Mengganti Kapolri dan Jaksa Agung?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 13, 2026
in Feature, Law, Tokoh/Figur
0
Membersihkan Halaman Penegakan Hukum: Saatnya Prabowo Mengganti Kapolri dan Jaksa Agung?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Ada sesuatu yang ganjil dalam beberapa bulan terakhir. Institusi yang semestinya berdiri di atas hukum justru tampak saling berhadapan. Kepolisian dan Kejaksaan Agung—dua pilar utama penegakan hukum—seolah memasuki ruang kompetisi yang tak semestinya terjadi.

Puncaknya terlihat dalam dinamika perkara yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Polemik itu berkembang menjadi konsumsi publik. Muncul dugaan adanya tarik-menarik kepentingan, saling lapor, hingga persepsi bahwa masing-masing institusi sedang mempertahankan wilayah kekuasaan. Terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan tersebut, satu hal menjadi nyata: publik menyaksikan retaknya wajah koordinasi antarlembaga penegak hukum.

Dalam negara hukum yang sehat, situasi semacam ini tidak boleh menjadi pemandangan biasa.

Kepolisian dan Kejaksaan bukanlah dua kerajaan yang saling bersaing. Keduanya merupakan instrumen negara yang bekerja dalam satu sistem peradilan pidana. Ketika muncul kesan bahwa kedua institusi saling mengincar atau saling melemahkan, yang sesungguhnya menjadi korban adalah kepercayaan publik terhadap negara.

Persoalan ini kemudian mengarah pada pertanyaan yang lebih besar: apakah Presiden Prabowo Subianto memerlukan penyegaran di pucuk pimpinan penegakan hukum?

Beban Warisan Politik

Tidak dapat dipungkiri, Kapolri dan Jaksa Agung saat ini merupakan figur yang lahir dan menguat pada era pemerintahan sebelumnya. Secara konstitusional memang tidak ada larangan bagi Presiden baru untuk mempertahankan pejabat lama. Namun dalam praktik politik, keberlanjutan jabatan sering kali memunculkan persepsi adanya kesinambungan pengaruh.

Persepsi itulah yang kini menjadi beban.

Selama publik masih menganggap bahwa para pimpinan institusi penegak hukum memiliki kedekatan politik dengan rezim terdahulu, maka setiap langkah hukum yang diambil akan selalu dibaca melalui kacamata politik, bukan semata-mata hukum.

Akibatnya, penegakan hukum kehilangan legitimasi moral.

Presiden Prabowo tentu memahami bahwa persepsi publik merupakan bagian penting dari stabilitas pemerintahan. Program pembangunan, reformasi birokrasi, hingga agenda pemberantasan korupsi hanya akan berjalan efektif apabila didukung oleh aparat penegak hukum yang dipercaya publik independen dari kepentingan politik mana pun.

Momentum Konsolidasi

Prabowo kini memasuki fase ketika pemerintahannya tidak lagi dapat disebut sebagai masa transisi. Seluruh tanggung jawab pemerintahan sepenuhnya berada di pundaknya.

Dalam kondisi demikian, mempertahankan pejabat yang terus-menerus menjadi sumber polemik politik justru dapat menjadi beban bagi pemerintahan sendiri.

Pergantian pimpinan Polri maupun Kejaksaan Agung tidak harus dimaknai sebagai hukuman terhadap individu. Dalam sistem pemerintahan, rotasi merupakan instrumen organisasi yang wajar untuk menjaga efektivitas, memperkuat kepercayaan publik, dan membangun semangat baru.

Lebih jauh lagi, regenerasi merupakan keniscayaan dalam birokrasi modern.

Memutus Bayang-Bayang Masa Lalu

Setiap pemerintahan membutuhkan identitasnya sendiri.

Apabila Presiden Prabowo benar-benar ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya berdiri di atas agenda reformasi penegakan hukum, maka simbol-simbol yang dianggap merepresentasikan masa lalu perlu dievaluasi secara objektif.

Pergantian pimpinan penegak hukum bukan sekadar soal usia atau masa jabatan, melainkan tentang membangun kepercayaan bahwa tidak ada loyalitas yang lebih tinggi selain kepada konstitusi dan negara.

Langkah tersebut juga dapat menjadi pesan bahwa seluruh aparat penegak hukum bekerja untuk pemerintahan yang sedang berjalan, bukan untuk mempertahankan pengaruh politik pemerintahan yang telah berakhir.

Hak Prerogatif Presiden

Pada akhirnya, keputusan berada di tangan Presiden.

Konstitusi memberikan ruang bagi Presiden untuk menentukan arah kepemimpinan institusi penegak hukum sesuai kebutuhan pemerintahannya. Hak prerogatif itu bukan sekadar kewenangan administratif, melainkan instrumen untuk memastikan seluruh organ negara bekerja secara selaras dalam mencapai tujuan nasional.

Jika Presiden menilai bahwa penyegaran kepemimpinan akan memperkuat efektivitas pemerintahan sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, maka pergantian tersebut merupakan pilihan yang sah dalam kerangka demokrasi.

Yang dibutuhkan bukan sekadar pergantian nama, melainkan lahirnya kepemimpinan baru yang bebas dari beban persepsi politik, mampu menjaga independensi institusi, serta membangun sinergi antarlembaga penegak hukum.

Sebab pada akhirnya, negara membutuhkan aparat yang bekerja sebagai pelayan hukum, bukan sebagai representasi dari warisan kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selvi Gibran Ubah Arah Dekranas: Bukan Lagi Banyak Program, Tapi Pembinaan Berkualitas untuk Perajin

Next Post

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Feature

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

July 13, 2026
Yang Tertinggal Setelah Kepergianmu
Feature

Yang Tertinggal Setelah Kepergianmu

July 12, 2026
Hindari Bentrok, IPW Desak Panglima TNI Tarik Tentara yang Jaga Rumah Jampidsus
Crime

BREAKING NEWS Isu Pembatalan Status Tersangka Mantan Jampidsus Beredar, Polri Belum Beri Pernyataan Resmi

July 12, 2026
Next Post
VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

July 13, 2026
Membersihkan Halaman Penegakan Hukum: Saatnya Prabowo Mengganti Kapolri dan Jaksa Agung?

Membersihkan Halaman Penegakan Hukum: Saatnya Prabowo Mengganti Kapolri dan Jaksa Agung?

July 13, 2026
Selvi Gibran Ubah Arah Dekranas: Bukan Lagi Banyak Program, Tapi Pembinaan Berkualitas untuk Perajin

Selvi Gibran Ubah Arah Dekranas: Bukan Lagi Banyak Program, Tapi Pembinaan Berkualitas untuk Perajin

July 12, 2026
Yang Tertinggal Setelah Kepergianmu

Yang Tertinggal Setelah Kepergianmu

July 12, 2026
Hindari Bentrok, IPW Desak Panglima TNI Tarik Tentara yang Jaga Rumah Jampidsus

BREAKING NEWS Isu Pembatalan Status Tersangka Mantan Jampidsus Beredar, Polri Belum Beri Pernyataan Resmi

July 12, 2026

Risk Based Audit terhadap Implementasi Konsep Environmental, Social and Governance (ESG) dan Hubungannya dengan Penerapan GIAS 2024 (Ketika Audit Internal Menjadi Penjaga Keberlanjutan, Bukan Sekadar Penjaga Kepatuhan)

July 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

VISI-MISI PRESIDEN TIDAK MENJADI KEWAJIBAN KEPALA DAERAH? Dampak Pilkada Langsung terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia

July 13, 2026
Membersihkan Halaman Penegakan Hukum: Saatnya Prabowo Mengganti Kapolri dan Jaksa Agung?

Membersihkan Halaman Penegakan Hukum: Saatnya Prabowo Mengganti Kapolri dan Jaksa Agung?

July 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...