• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memperjuangkan Kebenaran Tak Perlu Teman

Ali Syarief by Ali Syarief
May 16, 2025
in Feature, Politik
0
Badai Kriminalisasi: TPUA Siap Bertempur! Empat Aktivis Diburu karena Bongkar Dugaan Ijazah Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Imam Khomeini pernah berkata, “Jika seluruh dunia melawanmu karena engkau menyuarakan kebenaran, maka berdirilah tegak; sebab kebenaran tak memerlukan pembenaran, apalagi persetujuan.” Dari kota Qom hingga pengasingan di Najaf dan Paris, ia bukan seorang jenderal dengan senjata, melainkan seorang ulama yang berjuang dengan khutbah, pena, dan rekaman kaset. Ia melawan monarki absolut Shah Iran yang disangga kekuatan adidaya Amerika Serikat. Satu per satu rekaman ceramahnya diselundupkan ke masjid-masjid dan kampus-kampus, menyulut nyala api revolusi. Ketika kebenaran mulai menemukan telinganya, tak ada kekuatan yang mampu menghentikan langkah sejarah.

Begitu pula Nelson Mandela. Dua puluh tujuh tahun di penjara Pulau Robben tidak meluluhkan cita-cita keadilannya. Ia menolak kompromi setengah hati yang menjadikannya bebas dengan harga pengkhianatan terhadap perjuangan. Ia paham, kebenaran itu mahal: ia tidak bisa dibayar dengan kenyamanan pribadi atau jabatan palsu. Ketika ia akhirnya dibebaskan, bukan karena belas kasih penguasa, tapi karena sistem apartheid telah runtuh oleh keteguhan yang tak kenal lelah.

Di negeri ini, kebenaran kerap dikaburkan, bahkan dikubur hidup-hidup. Lalu siapa yang berani menggali dan menunjukkannya kepada publik, sering dianggap gila, pembuat gaduh, atau malah pengganggu stabilitas. Tapi sejarah selalu berpihak pada mereka yang berani bertanya ketika yang lain diam. Dalam konteks hari ini, ketika ada warga negara yang bersuara lantang mempertanyakan ijazah asli Presiden Jokowi—yang seharusnya menjadi hal biasa dalam sebuah negara demokratis—mereka justru dijadikan tertuduh. Dibungkam, diadili, bahkan diasingkan dari wacana publik.

Tapi bukankah pertanyaan itu sah? Bukankah transparansi adalah batu pertama dalam pondasi demokrasi?

Meminta Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya bukan sekadar soal dokumen pendidikan. Ini adalah simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang kian tak tersentuh kritik. Dan ketika Prabowo—yang dahulu lantang mengkritik—kini justru menjadi penerus kekuasaan itu, lengkap dengan gaya, struktur, dan lingkar kekuasaan yang sama, maka tugas melawan kebohongan belum usai. Bahkan semakin mendesak.

Kita tidak perlu menunggu massa besar untuk memulai. Seperti Imam Khomeini yang memulai revolusi dari pengasingan, seperti Mandela yang memulai perjuangan dari balik jeruji, atau Mahatma Gandhi yang melawan imperium Inggris dengan doa dan garam, maka satu suara yang bersih bisa lebih nyaring dari ribuan suara yang dibeli.

Jangan takut sendirian dalam memperjuangkan kebenaran. Sebab keberanian yang tulus lebih tajam daripada senjata, dan lebih abadi daripada tepuk tangan.

Jokowi mungkin akan berlalu, tapi warisan kekuasaannya masih menempel erat pada mereka yang mewarisinya. Maka perjuangan menuntut kebenaran tidak berhenti di permintaan ijazah, melainkan harus berlanjut dengan menjatuhkan rezimnya—yang kini hidup kembali dalam tubuh Prabowo dan para pewaris dinasti Jokowi.

Kebenaran harus diteruskan. Walau tanpa teman. Sebab dalam sunyinya perjuangan, suara Tuhan justru lebih nyaring terdengar.

Kita tahu benar, sejarah adalah milik mereka yang tak tunduk pada ketakutan. Yang terus bersuara meski dunia menutup telinga.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Produksi Melejit, Harga Naik, tapi Petani Masih Melarat? Ada yang Salah di Negeri Ini!

Next Post

MELURUSKAN HUBUNGAN SIPIL-MILITER DI ERA DEMOKRASI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post

MELURUSKAN HUBUNGAN SIPIL-MILITER DI ERA DEMOKRASI

Ketika Jokowi Jadi Pelapor, Hukum Diuji: Klarifikasi Dua Pengacara TPUA Diperiksa 12 Jam

Ketika Jokowi Jadi Pelapor, Hukum Diuji: Klarifikasi Dua Pengacara TPUA Diperiksa 12 Jam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...