• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Produksi Melejit, Harga Naik, tapi Petani Masih Melarat? Ada yang Salah di Negeri Ini!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 16, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Di atas kertas, ini seharusnya menjadi musim panen paling menggembirakan dalam satu dekade terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan luar biasa: produksi beras nasional triwulan pertama 2025 menembus 8,59 juta ton—naik 50,97% dibandingkan tahun lalu. Harga gabah pun naik, dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Rp6.500 per kilogram. Ditambah, cadangan beras pemerintah (CBP) di awal tahun mencapai dua juta ton, ditopang stok nasional lebih dari delapan juta ton.

Kalau logika ekonomi bekerja sebagaimana mestinya, petani mestinya sedang panen kesejahteraan, bukan cuma panen padi. Tapi benarkah demikian?

Sayangnya, kenyataan di lapangan tidak seindah angka-angka statistik.

Janji Kesejahteraan: Sudah di Depan Mata, tapi Tak Tergapai

Memang ada perubahan. Pemerintah kini membebaskan petani dari kewajiban pengeringan dan pembersihan gabah sebelum dijual ke Bulog. Tak lagi ada drama petani ditolak karena kadar air terlalu tinggi atau kadar hampa berlebih. Dan ya, harga gabah kali ini stabil. Tak terdengar lagi jeritan “harga anjlok” seperti di musim panen sebelumnya.

Namun, pertanyaannya: apakah petani benar-benar untung besar? Apakah mereka akhirnya bisa tersenyum di akhir musim panen, bukan cuma lelah dan lapar seperti biasa?

Kita harus jujur menjawab: belum.

Mengapa? Karena dari satu hektar sawah yang menghasilkan 6 ton gabah, setelah dikurangi biaya benih, pupuk, tenaga kerja, dan sewa lahan—yang semuanya terus naik—keuntungan bersih petani masih tipis, bahkan kadang nihil. Harga bagus, ya. Tapi biaya hidup petani juga naik. Belum lagi beban utang ke tengkulak atau koperasi, yang jadi teman abadi petani karena akses perbankan mereka minim.

Perhatian Pemerintah: Ada, Tapi Belum Revolusioner

Pemerintah memang menunjukkan sinyal positif. Presiden Prabowo bahkan turun langsung ke lapangan, mengancam akan mencabut izin usaha penggilingan nakal yang membeli gabah di bawah HPP. Sebuah langkah yang tegas, dan layak diapresiasi.

Namun, langkah ini tetap bersifat kuratif, bukan transformatif. Penyerapan gabah oleh Bulog memang penting, tapi tidak cukup untuk menyembuhkan luka struktural dalam sistem pertanian kita. Petani masih jadi pihak paling lemah dalam rantai distribusi pangan. Ketika produksi naik dan stok melimpah, yang untung besar tetap saja yang punya modal dan kendali di sektor hilir.

Petani Butuh Lebih dari Sekadar Harga

Kita tidak bisa meninabobokan petani dengan euforia harga yang “lumayan”. Mereka butuh akses ke modal murah, subsidi pupuk yang merata, pendampingan teknologi pertanian modern, dan yang tak kalah penting: perlindungan dari mafia pangan dan tengkulak serakah.

Reformasi agraria sejati harus menjadi bagian tak terpisahkan dari visi besar pemerintahan hari ini. Jika tidak, semua kebijakan hanya akan menjadi tambal sulam—seperti memberi payung kepada petani yang hidup di tengah badai.

Negeri Agraris Tanpa Petani Sejahtera: Ironi Abadi?

Indonesia bangga disebut negeri agraris. Tapi selama petani masih hidup di bawah garis kemiskinan, kebanggaan itu hanya hiasan kosong dalam pidato dan iklan politik. Jangan terus berharap pada ketahanan pangan jika mereka yang menanamnya tak pernah diberi kesempatan untuk hidup layak.

Petani kita bukan sekadar penghasil beras. Mereka adalah penjaga perut bangsa. Tapi selama ini, mereka hanya disuruh memberi, tanpa pernah benar-benar diberi.

Penutup: Saatnya Petani Menjadi Subjek, Bukan Objek

Produksi meningkat, harga stabil, cadangan aman—semua ini modal penting. Tapi jika pemerintah benar-benar ingin membalik sejarah keterpurukan petani, jangan berhenti di angka dan pernyataan optimistis semata. Buat petani jadi pusat dari sistem pangan, bukan hanya alat produksi yang terlupakan setelah panen usai.

Petani sudah terlalu lama jadi korban pembangunan. Sekarang waktunya mereka jadi penikmatnya. Bukan nanti. Tapi sekarang.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Preman Jalanan Diganyang, Preman Berdasi Disayang

Next Post

Memperjuangkan Kebenaran Tak Perlu Teman

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Badai Kriminalisasi: TPUA Siap Bertempur! Empat Aktivis Diburu karena Bongkar Dugaan Ijazah Jokowi

Memperjuangkan Kebenaran Tak Perlu Teman

MELURUSKAN HUBUNGAN SIPIL-MILITER DI ERA DEMOKRASI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...