• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memprediksi Kematian dengan Uji Kebugaran

fusilat by fusilat
September 10, 2022
in Feature
0
Memprediksi Kematian dengan Uji Kebugaran

Foto ilustrasi: shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Sunardi Siswodiharjo

Sebuah though experiment sederhana menjadi menarik tatkala kepada kita disuguhkan sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa kematian kita bisa diprediksi dengan sebuah uji kebugaran (fitness test). Sehingga kemungkinan kita akan menjadi cemas atau takut, dan boleh jadi selanjutnya kita tidak akan mau melakukannya. Meskipun sejatinya ajal dan kematian tiap-tiap manusia sudah ditentukan waktunya oleh sang khalik, tetap saja kecemasan akan menerobos masuk ke dalam hati kita, jika ternyata ditemukan sebuah prediktor ilmiah mampu memperkirakan kapan kira-kira kita akan meninggal.
Investigasi mendalam pernah dilakukan seorang freelancer (science) journalist dari The Washington Post, Erin Strout (2019), yang menulis sebuah artikel bertajuk Tes Kebugaran yang Memicu Kecemasan ini Dimaksudkan untuk Memberi Tahu Anda Berapa Lama Lagi Anda Akan Hidup. Nampaknya tantangan tes kebugaran tersebut cukup sederhana: duduk di lantai dan bangkit kembali tanpa bantuan tangan atau lutut. Namun cobalah, bisa jadi Anda akan menemukannya tidak semudah kedengarannya. Tantangan tersebut dikenal dengan Sitting-Rising Test (SRT).

Kebaruan

Para ilmuwan selalu berusaha menemukan kebaruan (novelty) dalam riset-riset ilmiah mereka. Kebaruan tersebut merupakan sebuah kewajiban, sebab ia akan menjadi semacam proses pembedaan (differentiation) dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sehingga sebuah riset akan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu periset yang melakukannya adalah Claudio Gil Araujo, peneliti asal Brasil yang juga seorang dokter spesialis kedokteran olahraga. Ia menyebutkan bahwa kebugaran muskuloskeletal, yaitu sistem yang meliputi otot, jaringan ikat, saraf, serta tulang serta sendi, sesuai hasil tes dalam SRT, merupakan prediktor kematian yang signifikan pada usia 51-80 tahun. Penelitian cohort-nya yang sangat fenomenal bertitel Ability to Sit and Rise from The Floor As A Predictor of All-Cause Mortality telah diterbitkan dalam European Journal of Cardiovascular Prevention (2012).

Araujo menemukan bahwa selain kebugaran aerobik, ternyata tingkat fleksibilitas tubuh yang tinggi, kekuatan otot, rasio power-to-body weight dan koordinasi tidak hanya baik untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada harapan hidup. SRT memang dirancang untuk memprediksi kematian pada orang usia paruh baya dan lebih tua.

Peneliti menguji partisipan sebanyak 2.002 orang dewasa berusia 51 hingga 80 tahun, dan kemudian mengikuti mereka sampai seorang peserta meninggal atau sampai penelitian selesai (1997-2011), dengan median 6,3 tahun. Di akhir riset, ditemukan 159 orang meninggal, hanya 2 di antaranya yang mendapat skor sempurna 10 poin. Mereka yang memiliki skor terendah, 0-3 poin, berkorelasi dan memiliki risiko kematian 5-6 kali lebih tinggi daripada mereka yang mempunyai skor 8-10 poin dalam 6,3 tahun ke depan.

Cara melakukan SRT adalah dengan menurunkan diri ke lantai (dari posisi berdiri ke duduk), gaya silang, tanpa bantuan tangan, lutut, lengan, atau sisi kaki Anda. Bila mampu berdiri kembali (dari posisi duduk), sekali lagi tanpa bantuan bagian tubuh di atas, maka diperoleh skor sempurna 10 poin (5 poin untuk duduk, 5 poin untuk berdiri). Anda kehilangan satu poin setiap kali menggunakan bantuan bagian tubuh lain, dan kehilangan 0,5 poin jika terjadi ketidakseimbangan tubuh.

Harapan Hidup

Selalu ada pro dan kontra dari sebuah teori maupun temuan baru dalam penelitian. Dalam hal ini, Greg Hartley, presiden Akademi Terapi Fisik Geriatri dan asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Miami Miller termasuk peneliti yang tidak sepenuhnya setuju dengan SRT. Menurutnya, SRT hanya berfungsi sebagai salah satu metode untuk mengevaluasi hilangnya massa otot seseorang dalam proses penuaan, yang lebih dikenal sebagai sarcopenia. Penurunan itu menyebabkan masalah mobilitas lainnya dan secara umum akan menurunkan kualitas hidup seseorang. Dia memperingatkan bahwa korelasi bukanlah berarti sebab-akibat.

Oleh karena itu, apakah jika kita gagal melalui tantangan SRT kemudian kita akan segera meninggal? Hasil statistik inferensial melalui uji hipotesis dari data penelitian Claudio Gil Araujo di atas memang mengatakan demikian. Namun, sesuai ciri ilmu pengetahuan yang bersifat dynamic, selalu berubah sepanjang waktu, maka kebenaran hari ini belum tentu terus menjadi kebenaran di masa yang akan datang. Selalu diperlukan pengujian-pengujian lanjutan untuk menemukan kebenaran yang lebih baru lagi.

Selain itu, secara empiris hidup tidaklah melulu tentang persoalan angka-angka statistik. Sebuah kejadian dalam kehidupan selalu memiliki penyebab yang multi-variabel, saling berkelindan, serta tidak pernah berdiri sendiri. Sehingga kegagalan SRT tidak perlu menimbulkan kecemasan ataupun ketakutan yang berlebihan. Namun demikian, setidaknya hasil SRT bisa digunakan sebagai alarm tentang kondisi kebugaran tubuh kita. Sekalipun cakupan usia partisipan di dalam riset 51-80 tahun, skor rendah dalam SRT sesungguhnya tetap menggambarkan tingkat fleksibilitas dan kekuatan otot yang rendah pada usia yang lebih muda.

Pesan moral dari artikel ini adalah aktif bergerak, termasuk di dalamnya olahraga angkat beban, menjadi kunci menjaga kekuatan dan jumlah massa otot. Dengan otot yang kuat, kita akan menjadi lebih fleksibel serta mudah untuk bergerak, tulang juga menjadi kuat, dan akhirnya mudah mendapatkan kebugaran. Kalori banyak terbakar dan indeks massa tubuh menjadi lebih ideal dan stabil serta kita akan lebih mudah terhindar dari berbagai penyakit tidak menular (PTM). Mulai lakukan sejak muda, tidak perlu menunggu usia tua. Tidak ada kata terlalu awal ataupun kata sudah terlambat. Lakukan mulai sekarang.

Hukum sebab akibat mengatakan jika kondisi fisik badan kita bagus, maka kita akan mampu sehat (dan hidup) lebih lama. Ikhtiar menjadi sehat adalah kewajiban, selebihnya serahkan pada sang pemilik waktu. Orang sakit lazimnya hanya punya satu harapan: sembuh. Orang sehat selalu lebih mandiri dan punya lebih banyak harapan dalam hidup. Life is movement, keep moving. Hidup adalah lenggang-lenggok, teruslah bergerak melenggang dan melenggok agar tetap bugar.

Sunardi Siswodiharjo praktisi kebugaran, alumnus APKI, dan esais; tinggal di Kota Malang

Dikutip detik.com, Jumat 09 September 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seharusnya Biaya Minyak Mentah untuk BBM Bisa 500 Perak Seliter

Next Post

Ketika Butet Mengindari Tabrakan Maut

fusilat

fusilat

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Ketika Butet Mengindari Tabrakan Maut

Ketika Butet Mengindari Tabrakan Maut

Infografis : Garis suksesi Raja Raja Inggris Raya

Infografis : Garis suksesi Raja Raja Inggris Raya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist