Oleh: Cep Kuswandi
Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Achmad Syaikhu akan bertemu dalam waktu dekat untuk mematangkan realisasi Koalisi Perubahan yang melibatkan tiga partai politik tersebut menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kita mafhum, Nasdem sudah memiliki calon presiden untuk Pilpres 2024, yakni mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sementara Demokrat mengajukan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan PKS mengajukan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai calon wakil presiden bagi Anies Baswedan. Nah, titik inilah yang paling krusial, sehingga rencana deklarasi Koalisi Perubahan hingga kini tak kunjung terealisasi.
Politik adalah “take and give’ (menerima dan memberi). Harus ada “power sharing” (pembagian kekuasaan). Nasdem yang sudah punya capres, tidak boleh terlalu dominan menyetir koalisi. Begitu pun tidak bisa sepenuhnya menyerahkan siapa cawapres kepada capresnya.
Demokrat dan PKS pun tak bisa dianggap “underdog”, karena prinsip dalam berkoalisi adalah kesetaraan. Tak ada yang lebih tinggi, tak ada yang lebih rendah. Semua sama.
Dari dua cawapres yang diajukan masing-masing parpol, tanpa bermaksud “fait accompli”, tampaknya duet Anies Baswedan dan AHY sebagai capres-cawapres 2024 adalah paling rasional dalam kalkulasi politik. Mengapa?
Pertama, AHY adalah generasi milenial. Kita tahu, Pilpres 2024 didominasi pemilih dari generasi milenial dan generasi Z. Gabungan suara milenial dan generasi Z diprediksi mencapai 70% dari total suara pemilih pada 2024.
Sebab itu, kunci kemenangan pada Pilpres 2024 adalah merebut suara generasi muda tersebut.
Ini akan sangat mendongkrak elektabilitas Anies yang sejauh ini selalu berada di tiga besar bersama Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dalam survei berbagai lembaga independen dan kredibel.
Anies juga sudah cukup kuat di Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat. Hal itu akan diperkuat oleh AHY di Jawa Timur yang merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.
Kedua, sebagai seorang mantan tentara, AHY adalah representasi dari kaum nasionalis, sedangkan Anies adalah representasi dari kaum religius. Sejak awal kemerdekaan hingga kini, pertarungan politik di Indonesia selalu didominasi oleh kaum nasionalis dan religius.
Ketiga, mengutip pendapat Dekan Fisipol UGM Wawan Masudi, saat ini publik merindukan sosok pemimpin nasional dari tentara yang “firm” atau tegas (detik.com, 23 Februari 2022).
Keempat, rakyat merindukan kepemimpinan SBY saat menjadi Presiden RI selama 10 tahun yang banyak mengukir prestasi, terutama di bidang ekonomi, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, hingga pendapatan per kapita penduduk Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi, misalnya, di era SBY adalah 6-7 persen sepanjang tahun 2004-2014 dari 256,84 miliar dollar AS menjadi 890,81 miliar dollar AS. Pertumbuhan ini meningkat 3,5 kali lipat.
Adapun pada masa pemerintahan setelah SBY, pertumbuhan ekonomi baru naik sekitar 1,3 kali lipat dari 890,81 miliar dollar AS menjadi 1.190 miliar dollar AS (Kompas.com, 15 September 2022).
AHY adalah miniatur atau prototipe dari SBY, sehingga jika diduetkan dengan Anies maka akan menambah nilai jual.
Memang, secara natural, berdasarkan siklus 5-10 tahunan, rakyat Indonesia akan memilih sosok pemimpin yang karakternya berbeda dengan karakter sosok pemimpin sebelumnya. Jika setelah Presiden SBY lengser lalu rakyat lebih memilih sosok Presiden Jokowi yang secara karakter dapat dikatakan berbeda, bahkan bisa dibilang Jokowi sebagai antitesis SBY, maka setelah Presiden Jokowi nanti lengser, rakyat akan lebih memilih sosok capres yang berbeda karakter dengan Jokowi, atau katakanlah yang mirip-mirip SBY, dan hal itu ada pada diri AHY. Sekali lagi, AHY adalah prototipe dari SBY.
Demikianlah kalkulasi politik paling rasional jika AHY menjadi cawapres bagi Anies Baswedan. Insya Allah!
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News


























