• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sinyal Kegagalan Pertanian

by
January 11, 2023
in Feature
0
Sinyal Kegagalan Pertanian

Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Apakah betul “keperkasaan pertanian” di negeri ini, tidak lama lagi bakal memudar, karena ketidak-seriusan dalam mengendalikan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian yang terekam semakin membabi-buta ? Apakah benar kita tidak sungguh-sungguh melakukan penyembuhan lahan sawah yang kini sedang sakit, karena lebih dari 40 tahun dibombardir oleh penggunaan pupuk kimia ?

Dua persoalan besar yang harus segera ditangani dengan cepat tersebut, sebetulnya sudah kita rasakan sejak lama. Sayangnya, para pengambil kebijakan di Tanah Merdeka ini, baik di Pusat atau Daerah, seperti yang kurang menganggap penting atas masalah yang sedang terjadi di sekitar kita. Pemerintah sendiri, seolah-olah lebih memfokuskan diri ke arah pencapaian swasembada berbagai komodotas pangan strategis.

Pemerintah seperti lupa, “ruang pertanian” nya sendiri, kurang ditangani dengan baik. Padahal, untuk kepentingan masa datang, tanpa ada ruang pertanian yang terjaga dan terpelihara secara berkualitas, omong kosong bangsa ini akan meraih swasembada. Inilah sesungguhnya yang butuh pencermatan kita bersama. Alih fungsi lahan dan tidak sehatnya lahan sawah menjadi soal yang butuh solusi cerdas untuk menanganinya.

Pengurangan ruang pertanian di hampir seluruh Daerah berdasar hasil revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) menunjukan keberpihakan terhadap sektor pertanian menjadi semakin melemah. Hasrat untuk mengalih-fungsikan lahan pertanian produktif untuk dirubah menjadi pengembangan infrastruktur dasar, kawasan industri, perumahan dan pemukiman penduduk dan lain sejenisnya, tampak semakin nyata di hadapan kita.

Sebaliknya, keinginan untuk melakukan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagaimana yang diamanatkan Undang Undang No. 41 Tahun 2009, terkesan masih sebatas regulasi. Memang, di banyak daerah telah dilahirkan Peraturan Daerah bahkan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota, guna melengkapi regulasi tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Tapi, tidak bisa dipungkiri, seabreg regulasi tersebut lebih mengemuka sebagai bahasa hukum yang sulit diterapkan dalam kehidupan nyata di lapangan. Aturan yang mestinya diterapkan dengan penuh kehormatan dan tanggungjawab bersama itu, akhirnya harus menyerah kepada kepentingan sesaat yang sifatnya jangka pendek. Regulasi tinggal regulasi. Pengalih-fungsian lahan tetap berlangsung.

Begitu pun dengan kesehatan lahan sawah yang makin merisauksn. Kalau saja lahan sawah bisa berteriak lantang, pasti sudah pidato berapi-api menyampaikan kesedihannya karena setiap musim tanam tiba, selalu diserbu oleh pupuk kimia dengan alasan untuk meningkatkan produksi padi setinggi-tingginya menuju swasembada. Di sisi lain, upaya menyehatkan lahan sawah dengan pemakaian pupuk organik, terlihat masih setengah hati.

Pemerintah sendiri telah mengumandangkan Go Organik sejak puluhan tahun lalu. Anehnya, Go Organik sendiri lebih mengedepan sebagai jargon atau penghias pidato para pejsbat di berbagai kesempatan. Sedangkan dalam prakteknya, tetap saja pupuk kimia yang diutamakan. Sebagai teladan, dalam penerapan kebijakan pupuk bersubsidi sendiri, penggunaan pupuk organik masih sangat terbatas. Urea dan NPK tepat jadi prioritasnya.

Peraturan Menteri Pertanian 10/2022 memiliki empat hal yang menjadi inti kebijakan pemerintah. Ke empat hal tersebut adalah : Pertama, petani yang tergabung dalam kelompok tani yang terdaftar berhak atas pupuk bersubsidi paling banyak 2 hektar per musim tanam pada subsektor tanaman pangan, hortikultura dan/atau perkebunan.

Kedua, pupuk bersubsidi ditujukan untuk sembilan (sembilan) komoditas pokok dan strategis, antara lain beras, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. Padahal sebelum nya ada 70 jenis komoditi yang diberi subsidi pupuk.

Ketiga, jenis pupuk bersubsidi yang diberikan kepada petani adalah Urea dan NPK. Kedua jenis pupuk ini dipilih karena dinilai sangat sesuai dengan kondisi lahan pertanian yang membutuhkan unsur hara makro esensial. Kini pupuk yang disubsidi hanya dua jenis, dari semula berjumlah sekitar tujuh jenis.

Keempat, dengan memperhatikan standar luas lahan sawah lindung (LP2B), Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) digunakan untuk mengusulkan alokasi pupuk bersubsidi dengan menggunakan data spasial dan/atau data luas lahan. Dengan demikian, penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih tepat sasaran dan akurat.

Andaikan tidak ada kebijakan pendukung yang betul-betul ingin menyembuhksn lahan sawah yang tengah sakit, boleh jadi kebijakan pupuk bersubsidi yang menelan dana ABPN sekitar 26 Trilyun rupiah per tahun ini, akan membuat lahan sawah semakin menderita. Apalagi jika hal ini kita kaitkan dengan hanya 2 jenis pupuk yang disubsidi, yaitu Urea dan NPK. Kita sama-sama tahu, ke dua jenis pupuk itu adalah pupuk kimia.

Bila tidak segera dikendalikan secara serius, alih fungsi lahan yang semakin membabi-buta, atau pun pembombardiran lahan sawah oleh pupuk kimia, maka boleh jadi keperkasaan pertanian bakalan terganggu. Pertanian Indonesia yang perkasa, bisa saja hanya tinggal kenangan. Itu sebabnya, kita perlu bersiap diri jika sinyal kegagalan pertanian mulai berkelap-kelip.

ENTANG SASTRAATMADJA KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT

Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Awali Kunker di Tahun 2023, Ketum PPWI Sambangi Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang

Next Post

Menakar Elektabilitas Duet Anies-AHY di Pilpres 2024

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Menakar Elektabilitas Duet Anies-AHY di Pilpres 2024

Menakar Elektabilitas Duet Anies-AHY di Pilpres 2024

Besok 10 Januari HUT PDIP ke 50. Mega Umumkan Capres Untuk Pilpres 2024?

50 Tahun PDIP: Antara Oligarki dan Wong Cilik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist