• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menakar Jokowi, Worst Ever, Sebagai Presiden

Ali Syarief by Ali Syarief
September 17, 2022
in Feature
2
Sadam Hussen Punya Saeed Al Saaf – Disini punya Ngabalin
Share on FacebookShare on Twitter

Dari wajan Islam; Amanah, tidak. Fathonah, apalagi. Shidiq, jauh sekali.Tablig, justru kemampuan sector ini menjelaskan gambar kelemahannya secara holisitik

Pertanyaan yang sangat dan paling mendasar adalah, mengapa orang seperti Jokowi, bisa terpilih menjadi Presiden? Bahkan berulang kedua kalinya. Bila percaya, bahwa Jokowi adalah sosok yang paling unggul di Negeri ini, sehingga bisa menjadi orang nomer satu, maka itu artinya suatu keniscayaan. Sebaliknya, bila kita bisa melihat ada Tokoh atau Bintang yang lebih cemerlang, maka terpilihnya figure Jokowi, apalagi hingga dua kali, adalah malatpetaka bagi Indonesia. 

Lalu, apa yang salah dengan Jokowi? Tidak ada. Bila kita ingin mencari tahu, kunci penyebabnya, maka arah   tulunjuk logika, akan menuju bertemu di poin system recruitment suksesi pemimpin yang buruk sekali.

Jusuf Kalla, pernah mengungkapkan; “hancur negeri ini, bila dipimpin oleh Jokowi”. Ali Muchtar Ngabalin, pernah juga menyatakan “Indonesia itu terlalu besar, perlu pemimpin seperti Prabowo”. Pada kesempatan lain ia mengajak “supaya tidak memilih pemimpin yang kekurangan gizi”. Begitu juga si Ruhut Sitompul, menuding tak layak kepada Jokowi jadi Presiden. Tiga orang tersebut, mewakili kelas sosial masing-masing, bahwa sosok Jokowi, memang tak pantas jadi pemimpin nomer satu di negeri ini.

Dua hal yang bisa kita tangkap dari sinyelemen diatas adalah, pertama persoalan recruitment system yang buruk tersebut. Dan kedua, soal watak sosiologis~antropoligis pemilih kita. Didominasi cara menentukan pilihan atas pertimbangan emosional dan kultural. Hilang dari pertimbangan rasionalitas. Disinilah tantangan menyiapkan system yang harus mampu, “kepada siapapun pilihan Rakyat, adalah ia sosok yang the best among the best. Rakyat memilih sosok siapapun, tak beresiko kemudian menjadi Pemimpin yang gagal dan atau malah membebani Rakyat.

Kini, bagaimana kita melihat nuansa “Kepemimpinan Jokowi”, dari parameter yang lazim, diterapkan untuk membaca keberhasilan kerja seorang Presiden.   Hal yang  tidak mudah untuk menilainya, karena sudut pandang orang berbeda-beda. Apalagi bila itu, tercemar oleh arus gelombang kepentingan politik.

Tetapi ada tiga poin, yang bisa kita jadikan sebagai alat ukur, supaya bisa menilai objectif, bagaimana bisa menilai seorang presiden itu sukses.   Ukuran itu adalah, ditandai dengan tiga hal. Pertama, Ia harus mampu meredam berbagai kegaduhan didalam masyarakat. Kedua, Ia harus mampu membuat keputusan yang tepat dan strategis, dan ketiga, selalu move on. Berorientasi kedepan untuk hal yang lebih baik dan unggul. Mendahului visi rata-rata orang.

Fakta yang tidak dapat kita pungkiri. Sejak Pemeritahan Jokowi-lah, hingar bingar dan kebisingan, bukan saja baku-tikai antar aktor politik, tetapi merambah ke masyarakat pula. Julukan “kadrun” yang dahulu disemburkan oleh PKI kepada penganut Islam, kini digaungkan kembali kepada mereka yang bersebrangan dengan regime Jokowi. Iklim seperti ini dibiarkan hidup. Hal ini telah merisaukan Mahfud MD, dkk, yang kemudian keluar solusinya, yaitu “diperlukan strong leader”. Ia adalah sosok yang mampu mempersatukan bangsa yang sudah terpecah belah ini. Tonjokan Jab Mahfud ini, mengena pada rahangnya persoalan kepemimpinan saat ini.  

Medsos kita ibarat adu arena Bagong vs Anjing. Batalion BazzerRp, memang disiapkan di medan tempur cyber. Mereka beliung kekisruhan, yang sengaja dinaikan kering tarung panas, dengan multi tujuan.

“Bjorka” adalah fenonema monumental kegaduhan, yang tak dapat diredam oleh Jokowi, karena Tim Khusus yang ia bentuk, menuai tawa dari Sang Bjorka. Kata lain Gaduh Bjorka adalah majas ketololan dari yang berkuasa. Kemampuan literasi yang minim,menyebaban permasalahan menjadi terbengkalai.

Ruh dari suatu kepemimpinan adalah “pengambilan keputusan”. Pada panggung ini, Jokowi sangat lemah. Diawal dan diakhir; gambarnya berubah. Pagi memutuskan A, sore dianulir dengan keputusan lain. Seperti kita mencatat, saat terjadi tragedy minyak goreng yang sempat raib itu. Berapa banyak keputusan yang telah diambil, di bolak balik. Harga minyak goreng tetap tidak turun sampai pada harga baku yang ditetapkan pemerintah. Petani Rakyat Sawit malah merugi sampai sekarang. Sementara subsidi migor Rp 76T, tak membawa hasil.

Keputusan menaikan BBM, apapun alasan yang menjadi pertimbangan Pemerintah, mendapat reaksi dari masyarakat, sehingga Demo berjilid-jilid dan massif diseluruh wilayah Indonesia. Keputusan membangun IKN, Kereta Cepat Jakarta~Bandung, dipastikan akan menjadi bukti salah decision. Bukan saja telah berpengaruh kepada alokasi beban anggaran pada setiap APBN, tetapi selanjutnya akan terpulang pada ujungnya, menjadi resiko yang harus ditanggung oleh rakyat. Berutang.

Keunggulan lain dari seorang pemimpin adalah otaknya yang “move on”. Nalar Jokowi tidak. Ia lupa bahwa mewacanakan; “menunda pemilu”, “memperpanjang masa jabatan” dan “menggemakan bersama Jokowi 24”, atas nama berdemokrasi adalah pikiran “move back”. Menapikan 270 juta rakyat Indonesia, yang selalu menanti perubahan yang signifikan yang lebih baik.

Pikiran  yang  “move on” itu, tidak berutang. Coba simak, data sepeti ini;  Utang 6 Presiden sebelumnya (Bung Karno sd SBY) yg dibuat selama 69 thn adalah Rp 2.600 T atau sktr Rp 37,8 trilyun per tahun.

Pemerintahan Jokowi selama 7,5 tahun membuat utang sekitar Rp 4.600 trilyun atau Rp 613 per tahun atau Rp 1,7 trilyun per hari. Ini blm tmsk utang BUMN!.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pernyataan Eko Kuntadhi Kena Delik Penistaan Agama dan UU ITE, Polisi Mesti Tangkap

Next Post

Demo Dan Kewajibab Mengingatkan Penguasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
NGAJI MASSAL USIR SIHIR

Demo Dan Kewajibab Mengingatkan Penguasa

Momentum Jokowi Cawapres 2024 Sebagai Titik Balik Perubahan

Momentum Jokowi Cawapres 2024 Sebagai Titik Balik Perubahan

Comments 2

  1. Almizan Ulfa says:
    4 years ago

    Tim super yang berhasil meloloskan Jokowi hingga dua periode ini memang fenomenal. Berapa banyak ya uang yang sudah mereka habiskan untuk itu?
    Betul Jokowi bisa lolos hingga dua periode itu juga didukung oleh faktor recruitment system Capres dan belum munculnya banyak media alternatif seperti Fusilat News ini.

    Reply
    • fusilat says:
      4 years ago

      Terima kasih, terus ramaikan Kang

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist