Oleh : Almizan Ulfa, S.E., M.S
Suara-suara kerontang Jokowi Cawapres 2024 sudah mereda seiring hembusan kontra suara dari para penggiat demokrasi, akademisi, dan KPU. Hembusan satu suara dari mereka adalah bahwa hal itu tidak dimungkinkan oleh konstitusi oleh karena jika presiden berhalangan tetap, otomatis wapres perlu dilantik sebagai presiden dan ini tidak dimungkinkan karena konstitusi menetapkan maksimal masa jabatan presiden adalah 2x 5 tahun.
Hadeuh, yang gini-gini bikin gatal hidung saja. Sebelumnya kita disesaki oleh suara-suara sengak Jokowi tiga periode dan/atau perpajangan masa jabatanya menjadi tujuh hingga delapan tahun. Ada lagi berisik rilis hasil survei elektabilitas Capres jika Pilpres diadakan hari ini. Masih ada lagi bisingnya berita sowan, kunjung mengunjung, serta pernyataan, elit Parpol dalam rangka penjajagan koalisi Pilpres 2024.
Semuanya kacau. Semuanya tidak beraturan, amatiran dan jauh dari rezim kepastian hukum.
Sedih berbaur malu kita tentunya. Koq Indonesia belum move on lagi, hal-hal opportunis serta unpredictable gitu koq muncul lagi, muncul lagi. Bersuara dong untuk hal-hal besar dan signifikan untuk kemajuan bangsa ini. Bersuara dong agar adanya perbaikan penting menuju Pemilu yang bermartabat dan dapat dibanggakan. Pemilu yang menjamin terpilihnya pemimpin yang terbaik untuk mensejahterakan bangsa ini yang saat ini sedang menderita komplekasi berbagai penyakit akut.
Cukup sudah desis cempreng Jokowi Cawapres 2024. Jangan pernah ada lagi yang gini-gini, apa lagi yang lebih cempreng kerontang. Kita ingin arahnya berbalik ke mars Pemilu yang menjanjikan kemajuan bangsa ini.
Kumandangkan agar suara-suara sengau cempreng Jokowi Cawapres 2024 menjadi momentum titik balik rezim Pilpres kita. Gemahkan bahwa masih banyak orang Indonesia yang peduli dengan Pilpres yang bermartabat dan dapat dibanggakan.
Terus kumandangkan Salam Nol Persen Refly dan Rocky. Perkuat dengan Salam Parpol Milik Semua Anggota.
Kang Mizan adalah Pensiunan Peneliti Utama Kementerian Keuangan RI. Aktif menulis di beberapa sosial media termasuk di Fusilat News dan Kompasiana. Topik yang banyak ditulis akhir-akhir ini adalah Pemilu dan Mahkamah Konsitusi.


























Senirotas, terungkap dr kedalaman tulisannya. Terima kasih, Senior. Ditunggu pencerahan berikutnya, Salam