• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menanam Norma di Awal: Meritokrasi sebagai Pilar Etika Kepemimpinan Mentan Amran

Ali Syarief by Ali Syarief
May 5, 2025
in Birokrasi, Feature, Tokoh
0
Menanam Norma di Awal: Meritokrasi sebagai Pilar Etika Kepemimpinan Mentan Amran

Istimewa Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tengah keraguan publik terhadap integritas birokrasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi sinyal kuat bahwa reformasi bukan sekadar jargon, tetapi dimulai dari keberanian membangun norma di awal—norma yang menolak budaya titip-menitip dan menegakkan prinsip meritokrasi. Dalam pelantikan 12 pejabat tinggi Kementerian Pertanian pada 2 Mei 2025, Amran menyampaikan pesan eksplisit: “Jabatan adalah amanah dan harus dipegang oleh orang yang layak berdasarkan kinerja, bukan kedekatan atau relasi pribadi.”

Pernyataan ini bukan hanya simbol perlawanan terhadap praktik nepotisme yang kerap menggerogoti sistem birokrasi, melainkan deklarasi bahwa etika harus menjadi fondasi setiap kebijakan kelembagaan. Menariknya, ia mengungkap bahwa seseorang yang direkomendasikan melalui pesan singkat untuk dilantik justru langsung dicoret dari daftar pelantikan. Keputusan tersebut menyiratkan bahwa jabatan bukanlah hasil lobi, melainkan pencapaian berbasis kompetensi dan integritas.

Langkah ini perlu dipahami sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan publik dan profesionalisme aparatur negara. Jika norma meritokrasi ini benar-benar dijaga dan tidak hanya menjadi retorika, maka Kementerian Pertanian dapat menjadi role model bagi kementerian lainnya dalam membentuk iklim kerja yang adil, terukur, dan bebas dari intervensi kekuasaan personal.

Kepemimpinan Amran tampaknya tidak sekadar mengutamakan hasil, melainkan juga proses. Ia menyatakan bahwa semua kinerja akan dievaluasi secara langsung, dan siapa pun yang menunjukkan etos kerja tinggi berhak naik jabatan tanpa memandang eselon. Ini membuka ruang mobilitas vertikal yang sehat dan kompetitif, serta memperkuat gagasan bahwa kesuksesan karier di birokrasi adalah hasil dari kontribusi nyata, bukan keberuntungan politik.

Sebaliknya, bagi mereka yang tidak menunjukkan performa, Amran dengan tegas menyarankan untuk mundur. “Negara tidak bisa menunggu,” katanya. Pernyataan ini adalah peringatan keras bahwa birokrasi bukan tempat nyaman bagi mereka yang malas dan mencari zona aman, tetapi medan juang untuk pengabdian dan kerja keras.

Pelantikan ke-12 pejabat yang dilakukan hari itu menjadi konkretisasi dari prinsip tersebut. Mereka berasal dari latar belakang keilmuan dan pengalaman teknis yang kuat, memperlihatkan bahwa pemilihan didasarkan pada relevansi keahlian, bukan sekadar keterwakilan politik atau geografis. Dari pengelolaan bioteknologi, pembibitan ternak, hingga pengembangan literasi pertanian, jajaran baru ini diharapkan mampu membawa modernisasi yang berakar pada kompetensi dan inovasi.

Namun, tantangannya ke depan tidak ringan. Norma hanya akan menjadi nilai jika diinstitusionalisasi dan dikawal secara konsisten. Jika keberanian seperti ini hanya muncul di awal dan tidak berlanjut, maka akan tenggelam dalam arus kompromi struktural yang selama ini menjerumuskan birokrasi Indonesia. Oleh karena itu, Amran harus siap menjadi penjaga nilai, bukan sekadar pelaksana tugas.

Kementerian Pertanian sedang menunjukkan babak baru. Babak di mana keberanian memutus mata rantai budaya titipan bisa menjadi teladan. Jika norma ini dijaga dan diperluas, bukan mustahil reformasi birokrasi yang sejati bisa bertunas dari lahan pertanian: dari kementerian yang memahami bahwa untuk menanam hasil, kita harus mulai dari benih yang baik—dan dalam hal ini, benih itu adalah meritokrasi.

Penutup:
Membangun norma di awal bukanlah pekerjaan sekali jadi. Tapi keputusan Mentan Amran untuk menjadikan meritokrasi sebagai garis start adalah langkah berani dalam merawat tata kelola yang sehat. Kini, harapan publik hanya satu: agar norma ini tak layu sebelum berkembang.

Apakah Anda ingin menambahkan kritik terhadap implementasi meritokrasi di kementerian lain sebagai pembanding dalam esai ini?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terbangun Narasi: Ijazah Palsu Itu Hilang

Next Post

Geng Motor Serang Pemukiman Warga Pakai Busur dan Petasan, Makassar Mencekam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk
Feature

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Next Post
Geng Motor Serang Pemukiman Warga Pakai Busur dan Petasan, Makassar Mencekam

Geng Motor Serang Pemukiman Warga Pakai Busur dan Petasan, Makassar Mencekam

Tanggapan Dirjen Bea Cukai Soal Ekspor Pasir Laut

Laut, Sang Hati yang Terluka - Masihkah Menjual Pasir Laut?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist