Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Mantan Komisioner Komite Perubahan Sepakbola Nasional
Jakarta – “Drawing” (undian pembagian grup) Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya digelar di Bali, 31 Maret mendatang terpaksa dibatalkan. Federation of International Football Association (FIFA) berdalih, pembatalan itu dilakukan karena “drawing” harus diikuti seluruh peserta yang berjumlah 24 tim, termasuk Timnas U-20 Israel. Sedangkan publik Indonesia menolak kehadiran tim dari negara zionis itu.
Usai pembatalan “drawing”, semua kebakaran jenggot. Semua tergopoh-gopoh. Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir langsung terbang ke markas FIFA di Zurich, Swiss, untuk melobi Presiden FIFA Gianni Infantino agar posisi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tidak dibatalkan. Peru disebut sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah pengganti Indonesia.
Lalu, bagaimana sikap pemerintah Indonesia?
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan, saat ini pemerintah tengah mencari solusi soal penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia setelah adanya penolakan terhadap Timnas Israel. Namun demikian, Mahfud menegaskan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Mahfud juga memastikan Indonesia tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama Palestina belum merdeka. Prinsip tersebut, kata Mahfud, telah disampaikan Bung Karno di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955, sehingga Bung Karno membuat Ganefo untuk melawan imperialisme Barat. Bagi Bung Karno, kata Mahfud, Israel itu imperialis.
Meski begitu, kata Mahfud, Indonesia juga berkeinginan untuk bergaul dengan baik di dunia internasional melalui olahraga. Karena itu, saat ini pemerintah tengah mengolah dua pandangan tersebut.
Ganefo yang dimaksud Mahfud adalah Games of the New Emerging Forces sebagai tandingan Olimpiade. Ganefo digelar pada 10-22 November 1963 yang diikuti oleh 51 negara peserta dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Acara pembukaan Ganefo dilakukan oleh Presiden Soekarno di depan 100.000 penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Jika mencermati pernyataan Mahfud, maka sikap Indonesia terkait Timnas Israel masih tarik-ulur. Tidak tegas. Kalau memang tidak tegas, mengapa Erick Thohir yang juga Menteri BUMN dibiarkan terbang ke Swiss untuk melobi FIFA? Ataukah pemerintah memang akan membiarkan PSSI kena sanksi FIFA, selain dicoret sebagai tuan rumah?
Apa yang disampaikan Mahfud itu ambigu, sebagaimana sikap pemerintah sebelum-sebelumnya terhadap Israel. Bahkan boleh dikatakan Indonesia menerapkan standar ganda terhadap Israel.
Pada Sidang Umum ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU), 20-24 Maret 2022 di Bali, misalnya, Indonesia mengizinkan Knesset, parlemen Israel, hadir di Bali. Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar berdalih, pihaknya tidak mengundang Israel, tapi membiarkan Knesset datang karena Indonesia “hanya” sebagai tuan rumah.
Berarti analog dengan Timnas Israel saat ini. PSSI pun “hanya” sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang diselenggarakan FIFA. Lalu, apa masalahanya sehingga Indonesia tarik-ulur seperti main Poco-poco: maju selangkah mundur dua langkah?
Itu di ranah politik. Di ranah olahraga pun atlet-atlet Israel pernah bertanding di Indonesia yang menyandang status sebagai tuan rumah. Di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015, misalnya, mengutip sejumlah sumber, Milsha Zilberman yang merupakan atlet Israel tampil di Istora Senayan, Jakarta. Saat itu kedatangannya ke Indonesia juga sempat menimbulkan polemik. Misha Zilberman sempat tidak mendapatkan visa dari Indonesia. Namun panitia pelaksana membantu Misha Zilberman untuk tetap bisa bertanding. Sebab apabila atlet Israel tak diizinkan bermain, Badminton World Federation (BWF) akan menganggap Kejuaraan Dunia 2015 itu sebagai ajang tidak resmi.
Atlet Israel lainnya pernah tampil di Indonesia dan tanpa masalah. Yuval Shemla dan Noa Shiran ambil bagian pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022. Sementara Mikhail Yakovlev, Rotem Tene, dan Vladyslav Loginov juga mengikuti Track Cycling Nations Cup 2023, kejuaraan balap sepeda yang berlangsung pada 23-26 Februari 2023 di Velodrome, Jakarta. Bahkan di ajang ini Yakovlev mampu berprestasi dengan membawa pulang medali perunggu pada nomor Keirin Putra. Dalam Kejuaraan Dunia Esports 2023 yang digelar di Bali, atlet Israel ternyata juga ikut berpartisipasi.
Mengapa Timnas Israel ditolak bertanding di Indonesia? Simaklah pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengatakan jika ingin berperan aktif dalam menegakkan perdamaian di Timur Tengah, khususnya memperjuangkan kepentingan bangsa Palestina, maka Piala Dunia U-20 dapat dijadikan momentum untuk mengenal kedua belah pihak, khususnya Israel. Dengan begitu Indonesia dapat membangun perdamaian melalui jalan dialog. Israel justru harus disertakan.
JK menjelaskan konflik antara Palestina dan Israel (Perang Arab-Israel) sudah berlangsung 70 tahun dan telah melalui tiga kali perang besar, masing-masing tahun 1948, 1967 dan Perang Yom Kippur 1973. Dari sekian kali perang tersebut, menurut JK, yang terlibat langsung membela kepentingan Palestina sebenarnya adalah Mesir, Syria dan Yordania melawan Israel. Ironisnya, setiap kali perang, wilayah Arab termasuk Palestina justru semakin banyak dikuasai Israel.
Dalam kondisi seperti saat ini, tentu tidak bisa lagi berharap banyak dari Mesir, Syria dan Yordania untuk berperang bagi kedaulatan Palestina. Maka satu-satunya jalan yang terbaik untuk memperjuangkan dan memulihkan hak-hak bangsa Palestina adalah melalui jalan dialog menuju perdamaian.
Menurut JK, bila RI ingin membantu kepentingan rakyat Palestina, maka posisi yang harus diperkuat Indonesia adalah mengenal kedua belah pihak. Ini dilakukan agar dapat mendorong mereka maju ke meja perundingan yang adil. Pandangan ini pula sekarang yang diyakini beberapa negara Arab di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar yang mulai berhubungan baik dengan Israel. Sebab, kata JK, selama ini yang punya hubungan diplomatik dengan Israel hanya Mesir, Yordania dan Turki (Republika.co.id, Selasa 28 Maret 2023).
Kini, kita menanti sikap tegas Presiden Jokowi terkait keikutsertaan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 di mana Indonesia “hanya” sebagai tuan rumah.




















