• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mencari Kebenaran (pada Kasus Kematian Brigadir J)

fusilat by fusilat
August 16, 2022
in Feature
0
Tajuk : Brigardir J – Dari Dusta Berakhir menjadi Tragedi

Irjen Pol Ferdy Sambo (kiri) dan Brigadir Yosua Sumber : Facebook Rohani Simanjuntak

Share on FacebookShare on Twitter

Lia Sundah Suntoso | Pengacara

PADA kasus dugaan pembunuhan berencana di Duren Tiga, Jakarta Selatan, baru-baru ini, dengan tersangka pelaku antara lain Irjen Ferdy Sambo, hanya ada satu yang pasti: telah jatuh korban jiwa (yaitu Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J). Apabila kejadian itu dianalogikan seperti sebuah pertandingan sepakbola di mana ada para pemain, penonton, pemilik kesebelasan, komentator, dan tentunya para wasit, jelas diperlukan kearifan yang spektakuler dan keyakinan bahwa keadilan adalah suatu keniscayaan. Bukan suatu proses yang tak akan pernah selesai.

Namun, apa memang benar begitu?

Berkali-kali, saya memutar ulang rekaman gol “Tangan Tuhan” Maradona pada 22 Juni 1986. Ketika itu Argentina menang melawan Inggris 2-1. Argentina lolos ke semifinal sebelum akhirnya juara setelah menang atas Jerman Barat 3-2.

Sejarah lebih banyak bicara mengenai gol perempat final tersebut ketimbang Piala Dunia 1986 itu sendiri, dan kisahnya mewarnai dunia sepakbola sampai sekarang. Pencarian saya di Google menunjukkan, wasit pertandingan tersebut, Ali Bin Nasser menyatakan, dia tidak melihat tangan Maradona, meskipun dia ragu. Setelah terjadi “gol”, Nasser berlari menuju hakim garis Bogdan Dochev.

Namun Dochev yang berposisi lebih dekat dengan gawang, tidak memberikan tanda bahwa telah terjadi pelanggaran. Nasser pun mengesahkan gol tersebut dalam hitungan detik. Nasser, ketika diwawancara kantor berita AFP pada momen wafatnya Maradona,  mengatakan bahwa dia yakin keputusannya tepat dan sesuai peraturan. Lain Nasser, lain pula Dochev.

Dochev berpendapat pertandingan tersebut menghancurkan hidupnya. Ia beralasan, aturan FIFA saat itu tidak memberikan kesempatan berdiskusi dengan wasit kepala. Pelajarannya adalah bahwa posisi silent majority selalu menjadi versi yang dicatat sejarah. Benar atau tidak, taktis atau tidak, bukan pertimbangan. Meskipun Maradona sendiri kemudian mengaku melakukan kecurangan, namanya tetap harum sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah sepakbola.

Kembali ke Duren Tiga. Menurut saya, dampak yang terburuk telanjur terjadi. Masyarakat sudah punya kebenaran versi mereka sendiri. “Kebenaran” sesungguhnya tidak lagi relevan. Apapun yang disampaikan lembaga berwenang dalam perkembangan pengungkapan kasus itu, sudah tak lagi sejalan dengan apa yang ada di kepala masyarakat.

Terlebih lagi, dalam era post-truth, rentang waktu yang ada memberikan kesempatan masyarakat mencari sendiri informasi yang ingin diketahui. Proses diseminasi menjadi kunci kredibilitas. Kalau dulu ada obrolan warung kopi, sekarang cukup berselancar pada gawai. Apakah informasi-informasi tersebut nantinya akan gugur sendiri seiring proses peradilan? Atau bakal bernasib sama seperti tragedi lainnya, kerusuhan ‘98, Munir, G30S/PKI, dll., dimana masyarakat percaya kebenaran yang sesungguhnya belum terungkap? Poin yang mau saya sampaikan adalah keberadaan silent majority yang sebenarnya diwakili sosok masyarakat kebanyakan yang punya “kebenaran sendiri”.

Sedari awal kehadiran mereka tidak diperhitungkan, persis seperti para penonton yang tak bisa ikut campur pada proses pengambilan keputusan wasit. Namun mereka tak pernah salah menuliskan sejarah.

Tiga setengah dekade setelah 1986 dan dilengkapi dengan CSI, CCTV, uji forensik canggih dan lain sebagainya, meski cenderung enggan berterus terang dalam kehidupan nyata, faktanya, silent majority eksis bertukar informasi melalui ruang media sosial dan cara berkomunikasi lainnya. Pada kasus Duren Tiga, kejanggalan informasi resmi jelas mengusik logika mereka.

Amat disayangkan, rendahnya literasi media, apatisme terhadap kualitas informasi dan kecenderungan memberi ruang pada motif yang sifatnya sensasional dan menguras emosi, tanpa disadari mengarak mereka yang dapat larut untuk memercayai berbagai narasi sarat kepentingan, yang secara tak langsung mengkotak-kotakkan mereka sesuai keyakinannya.

Pada versi yang bagi mereka benar. Namun begitu, saya masih percaya pada kekuatan silent majority. Tanpa penonton, industri sepakbola bangkrut. Tanpa rakyat, tak ada negara. Meski kerap berada di persimpangan atau berdiri kebingungan, suara mereka jelas diperhitungkan, bahkan, diperebutkan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, justru si pendomplenglah yang harus diwaspadai. Ini berlaku bukan hanya pada kasus Duren Tiga saja.

Terbukti, kemampuan beserta akses yang dimiliki setidaknya berpotensi menyetir silent majority, yang saya harap, cepat-cepat kemping di luar lapangan. Dari situ, di pinggiran, polarisasi isu-isu yang berpotensi digunakan penumpang gelap untuk memajukan agenda tertentu atau memojokkan salah satu pihak akan lebih mudah terlihat. Harapan saya, begitu teridentifikasi, ayo kita sama-sama luruskan tanpa perlu ribut-ribut. “Perang udara” akan mencapai puncaknya menuju 2024. “Eling lan waspada,” (Sadar dan waspada) kata Jayabaya. 

Lia Sundah Suntoso | Pengacara | IDEAS-Indonesia Fellow; Sekjen dan Co-Founder Amerika Bersatu untuk Indonesia; Pendiri forum World Vaccine Update; dan Presiden Asosiasi Pengacara Indonesia di Amerika Serikat

Dikutip detik.com Selasa, 16 Agustus 2022


Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ferdy Sambo Diduga Curi 4 Rekening Brigadir J  Pasca-Dibunuh

Next Post

Tidak Bisa Mati, Anugerah atau Kutukan?

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Tidak Bisa Mati, Anugerah atau Kutukan?

Tidak Bisa Mati, Anugerah atau Kutukan?

Potret Nasib Anak Bangsa ada di APBN 2023

Potret Nasib Anak Bangsa ada di APBN 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist