• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mendekatkan Buku ke Masyarakat: Zaman Sudah Berubah, Pak Menteri! 

fusilat by fusilat
November 10, 2024
in Feature, Pojok KSP
0
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media / Sarjana Pendidikan UNS
Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.
Jakarta – Mendekatkan buku ke masyarakat, dengan menyediakan buku-buku di fasilitas-fasilitas umum seperti terminal, stasiun, bandar udara, mal atau pusat perbelanjaan dan sebagainya.
Demikianlah salah satu program Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang termasuk ke dalam enam program prioritas kementeriannya.
Tetapi, zaman sudah berubah, Pak Menteri. Masyarakat kini sudah banyak yang meninggalkan buku kertas dan beralih ke bacaan digital seperti e-book atau buku elektronik dan buku digital. Bacaan-bacaan digital itu bisa dibaca di gawai.
Dus, akan efektifkah program Pak Menteri mendekatkan buku ke masyarakat? Atau hanya akan buang-buang anggaran? Jangan-jangan rak-rak buku di fasilitas-fasilitas umum itu nanti hanya akan menjadi pajangan belaka. Atau bahkan lebih parah lagi: membuat ruang publik makin sempit. Sementara buku-bukunya dibiarkan berdebu bahkan dimakan rayap.
Jika tujuan mendekatkan buku ke masyarakat itu untuk meningkatkan minat baca masyarakat, bolehlah. Sebab, minat membaca buku di Indonesia masih sangat rendah.
UNESCO menyebut indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya di angka 0,001% atau dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
Salah satu penyebab rendahnya minat baca masyarakat Indonesia adalah tidak tersedianya akses ke buku-buku berkualitas. Jadi, tujuan Pak Menteri tidak “ngayawara”.
Kalau tujuan mendekatkan buku ke masyarakat itu untuk meningkatkan literasi, boleh juga. Sebab, berdasarkan data UNESCO, dari 208 negara, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan literasi mencapai 95,44%.
Posisi tersebut masih kalah dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lain. Filipina di posisi ke-88 dengan 96,62%, Brunei Darussalam di posisi ke-86 dengan 96,66%, dan Singapura di posisi ke-84 dengan 96,77%. Jadi, program Pak Menteri sekali lagi tidak “ngayawara”.
Tapi, sekali lagi, zaman sudah berubah, Pak Menteri. Sekarang adalah era digital. Era teknologi informasi dan komunikasi. Masyarakat pun sudah banyak yang meninggalkan buku kertas dan beralih ke e-book atau buku elektronik dan buku digital yang bisa diakses melalui gawai “smartphone” atau telepon pintar. Praktis dan “gelis” (cepat). Gratis pula.
Jangankan buku yang sering kali harus njelimet membacanya, surat kabar atau koran dan bacaan-bacaan ringan lainnya saja sudah banyak ditinggalkan pembacanya untuk kemudian beralih ke bacaan digital.
Lihat saja. Sekarang ini jarang sekali ada orang yang mau naik bus, kereta api atau pesawat atau berkunjung ke pusat perbelanjaan sambil menggamit atau menenteng koran atau majalah. Yang dipegang adalah gawai “smartphone”.
Dari gawai itu mereka bisa mengakses apa saja, termasuk bacaan atau buku atau bahkan kitab suci sekalipun. Praktis. Gelis. Gratis. Hanya perlu paket data yang sudah “include” untuk telepon. Tak perlu beli paket data lagi.
Data Dewan Pers, terdapat 1.819 media massa di Indonesia yang telah terverifikasi hingga 21 Februari 2024. Dari jumlah itu, media digital menjadi yang paling banyak dengan jumlah 989 perusahaan.
Media massa cetak, baik surat kabar atau koran maupun majalah pun terus berguguran karena ditinggalkan pembacanya. Karena ditinggal pembacanya, maka iklan pun tidak masuk. Biaya produksi dan distribusi pun tak tertolong. Akhirnya kolaps.
Tak hanya jumlah media cetak yang terus merosot, tetapi juga tirasnya. Pada 2021, misalnya, masih ada 7,5 juta eksemplar media cetak per terbit. Namun angka itu anjlok menjadi 5 juta eksemplar per terbit.
Fenomena itu bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Amerika dan Eropa.
Sebuah surat kabar tertua di dunia yang telah terbit selama 320 tahun di Wina, Austria, Wiener Zeitung, juga berhenti terbit per 1 Juli 2023.
Jika media massa yang cenderung lebih informatif, ringan dan menghibur saja ditinggalkan pembacanya, bagaimana dengan buku?
Sekali lagi, masyarakat sudah beralih ke media digital. Bahkan bukan hanya ke media massa siber atau online, melainkan juga ke media sosial berbasis internet.
Alhasil, Pak Mendikdasmen perlu mengkaji ulang rencananya menempatkan buku-buku bacaan di fasilitas-fasilitas umum seperti terminal, stasiun, bandara, pusat perbelanjaan dan sebagainya. Sebab, zaman sudah berubah. Konsekuensinya, paradigma pun harus berubah. Paradigma “jadul” harus ditinggalkan dan ditanggalkan.
Pejabat boleh jadul orangnya, tetapi harus kekinian paradigmanya. Semoga Pak Menteri Mu’ti mengerti!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kunjungan Perdana Prabowo ke Tiongkok: Salah Tafsir pada Potensi Kerja Sama Kemaritiman

Next Post

Somasi Bupati Konawe Selatan kepada Guru Supriyani Menuai Tanggapan Kemendikdasmen

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Somasi Bupati Konawe Selatan kepada Guru Supriyani Menuai Tanggapan Kemendikdasmen

Somasi Bupati Konawe Selatan kepada Guru Supriyani Menuai Tanggapan Kemendikdasmen

Ķembali ke Sekolah Guru Supriyani Disambut Lagu Hymne Guru dan Puluhan Surat Simpati dari Para Muridnya 

Ķembali ke Sekolah Guru Supriyani Disambut Lagu Hymne Guru dan Puluhan Surat Simpati dari Para Muridnya 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...