• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengantisipasi Korupsi yang Berevolusi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 20, 2022
in Feature
0

ANTARA FOTO Keterangan gambar, Di tengah kontroversi pimpinan dan pro-kontra pemberhentian pegawai, kinerja KPK dalam mengusut kasus korupsi dinilai menurun.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Darmawan Sigit Pranoto



Jakarta – Beberapa indikator makro antikorupsi menunjukkan isyarat yang positif di tengah gejala pesimisme publik akan pemberantasan korupsi. Realisasi investasi, menurut BKPM, mengalami peningkatan 42,1% dari tahun sebelumnya (detikcom, 24/10). Meningkatnya investasi dapat mencerminkan penurunan tingkat korupsi sehingga investor berani menempatkan uangnya.

Menguatnya kondusivitas perekonomian juga terlihat dari meningkatnya tiga komponen ekonomi dalam penghitungan CPI Indonesia 2021, yaitu Global Insight Country Risk Ratings, World Economic Forum EOS, dan IMD World Competitiveness Yearbook yang masing-masing meningkat 12, 7, dan 1 poin dari tahun sebelumnya. Meski secara keseluruhan skor CPI Indonesia masih di bawah rata-rata global, penguatan indikator ekonomi ini menunjukkan adanya optimisme antikorupsi di sektor perekonomian.

Indikator berikutnya adalah skor Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia yang selalu mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Per Agustus 2022, skor IPAK Indonesia adalah 3,93, naik dari 3,88 di tahun sebelumnya, dan dari 3,66 di 2017. Sebagai indeks yang menggambarkan tingkat toleransi masyarakat terhadap perilaku koruptif, kenaikan skor IPAK menjadi tanda masyarakat yang semakin antikoruptif.

Melengkapi ketiga indikator tersebut, PDB per kapita juga mengalami peningkatan. Menurut Bank Dunia, dengan PDB per kapita sebesar 4.291,8 USD, Indonesia saat ini semakin mantap meninggalkan status negara miskin dengan menjadi negara berpendapatan menengah. Indonesia sendiri menargetkan di usia kemerdekaan satu abad di 2045 nanti, menjadi salah satu negara kaya dunia.

Evolusi Korupsi

Namun, indikator makro antikorupsi yang disertai dengan kenaikan PDB ini justru patut menjadi perhatian. Menurut literatur, di antaranya studi Ali (2015) dan Graycar & Monahan (2015), semakin tinggi pendapatan suatu negara, karakteristik korupsi di negara tersebut juga turut berubah.

Korupsi di negara miskin pada umumnya berbentuk pemerasan dan penimbunan komoditas penting di lingkungan politik yang tidak stabil. Suap tunai terjadi secara kasat mata di berbagai sektor kehidupan, sebagai akibat dari lemahnya institusi publik. Sementara itu di negara maju, korupsi berubah bentuk menjadi konflik kepentingan yang dilegalkan, kolusi swasta dengan birokrasi, serta skandal keuangan korporasi yang terjadi dalam lingkungan demokratis. Korupsi di negara maju melibatkan nilai yang besar, pencucian uang yang kompleks, serta sulit dideteksi di permukaan.

Negara berkembang, sebagai negara yang sedang bertransisi dari negara miskin menuju negara maju, mengalami korupsi yang bersifat transisional juga. Korupsi konvensional di negara berkembang mungkin masih tampak namun tidak terlalu masif, sedangkan gejala korupsi modern sudah mulai muncul di permukaan. Pelarian kekayaan strategis negara ke sejumlah kecil pihak, khususnya dari sektor sumber daya alam, menjadi praktik yang lazim. Suap bereskalasi ke pejabat birokrasi di level yang lebih tinggi dalam rangka memuluskan keputusan-keputusan penting, sebagaimana mulai munculnya produk kebijakan yang pincang untuk melindungi konflik kepentingan. Sebagai variabel independen, lingkungan politik negara berkembang selayaknya juga mengarah ke demokratisasi secara penuh.

Beberapa indikator makro antikorupsi Indonesia yang menunjukkan angka yang positif patut diduga hanya menjadi isyarat dari semakin melemahnya korupsi konvensional saja. IPAK, misalnya, merupakan alat yang hanya mampu memotret perilaku korupsi kecil yang terjadi secara kasat mata di area pelayanan publik. IPAK belum mampu mengendus praktik koruptif di level yang lebih tinggi atau yang tersamar, sehingga tingginya skor IPAK belum bisa menjamin bersihnya birokrasi secara keseluruhan.

Fenomena munculnya suap yang sudah menyentuh level pejabat eselon I (misalnya suap izin ekspor CPO atau suap rektor), skandal keuangan korporasi (misalnya kasus Jiwasraya dan Asabri), serta pencucian uang yang rumit (misalnya kasus e-KTP)—yang kesemuanya memenuhi unsur korupsi transisional dan cenderung modern—memperkuat dugaan tersebut.

Langkah Antisipasi

Untuk mengantisipasi evolusi wajah korupsi seiring dengan perubahan penghasilan negara diperlukan langkah-langkah antisipasi yang komprehensif. Pertama, diperlukan strategi pemberantasan korupsi yang lebih modern. Langkah-langkah antikorupsi cenderung bersifat seragam secara global yang terkadang memerlukan penyesuaian kontekstual ketika diterapkan di suatu negara.

KPK sendiri, sebagai panglima pemberantasan korupsi di Indonesia, telah mencanangkan strategi trisula sebagai pendekatan baru. Sebagai bagian dari praktik global, strategi ini juga dapat ditemui di negara lain, sehingga memerlukan penyelarasan kontekstual agar dapat lebih efektif, misalnya dalam hal peningkatan kompetensi. Karena mayoritas kasus yang ditangani KPK sejak 2004 berupa kasus suap—yang merupakan bentuk korupsi konvensional—kompetensi KPK dalam hal penanganan kasus modern harus ditingkatkan.

Kedua, kualitas demokrasi perlu ditingkatkan. Meskipun indikator ekonomi dalam CPI Indonesia mengalami peningkatan, namun tidak demikian terhadap indikator demokrasi, Bertelsmann Transform Index dan Varieties of Democracy Project, yang justru mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan perekonomian belum diikuti dengan peningkatan kualitas demokrasi sebagai faktor penentu wajah korupsi.

Gejala pesimisme publik—misalnya yang tergambar dari rendahnya tingkat kepercayaan terhadap KPK dalam beberapa survei—yang seharusnya dengan indikator makro antikorupsi memunculkan hal yang sebaliknya, patut menjadi perhatian. Demokratisasi yang terhambat dapat memicu lambannya evolusi korupsi yang terjadi: korupsi konvensional akan terus merajalela beriringan dengan korupsi transisional yang semakin marak. Jika lingkungan politik tidak dikelola dengan baik, pusaran korupsi transisional ini dapat menarik kembali negara tersebut ke dalam jurang kemiskinan.

Darmawan Sigit Pranoto, Mahasiswa S2 Analisis Kebijakan Publik dan Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FIA Universitas Indonesia (UI).

Dikutip dari detikom, Selasa 20 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Langkah KPU diawali dengan Sinyal Tidak Fair

Next Post

Jadi Tersangka Suap, Harta Hakim Edy Wibowo Rp2,4 M, Kok Sedikit?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Akui Suap Pengurusan Perkara di MA, Pengacara : Moral Kami Rendah, Siap Dihukum Seberat Beratnya

Jadi Tersangka Suap, Harta Hakim Edy Wibowo Rp2,4 M, Kok Sedikit?

Polisi yang Tidak Ada Akhlak di Zaman “Syulit” dan “Syusah”

Mapolres Tolikara Diserang Warga, 5 Polisi Luka dan 1 Warga Sipil Tewas, Duh!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist