• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa di Inggris dan Jepang Gonta Ganti PM Masyarakatnya Adem Ayem. Indonesia Tiap Pilpres selalu ada Korban Mati. Apa Yg Salah?

Ali Syarief by Ali Syarief
October 30, 2022
in Feature, Politik
0
Indonesia Butuh Demokrasi Tanpa Partai Politik

Photo : GETTY IMAGES (Pilihan antar kandidat dan partai politik yang mereka wakili telah menjadi ciri khas pemilu di negara-negara demokrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

Mengapa Presiden Joko Widodo, sampai menyatakan  himbauan agar kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, jangan sampai mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan negara. “Jangan sampai perhelatan politik nanti di 2024 mengganggu stablitas ekonomi, stabilitas keamanan, stabilitas sosial politik,” kata Jokowi usai acara peringatan HUT ke-58 Golkar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/10/2022). Jokowi mengatakan, stabilitas merupakan politik dan keamanan sangat penting bagi sebuah negara karena kondisi global yang tidak pasti dan sulit terkalkulasi.

Sementara di Inggris kurang dari 3 bulan, bisa berganti Perdena Menteri hingga 3 kali. Dari Boris Johnson ke Liz Truss, lelu kini Sunar. Begitu juga di Jepang, sebelum PM Abe, sering terjadi PM berganti, bahkan. dalam hitungan hari!. PM Tsutomu Hatta, 1994, hanya 64 hari, menjabat. PM Sosuke Uno, 1989, juga hanya 69 hari, duduk dikursi Sori Daijin (PM).

Dialetika kita adalah, kok rakyatnya adem-adem saja? Sementara di Indonesia justru terbalik. Pendukung Prabowo dan Jokowi, sampai saat ini masih menyisakan dendam kesumat. Tiap saat saling memaki dan menghujat. Sementara mereka berdua dan Uno, yang dahulu tarung sengit, sejak pemerintahan Jokowi dibentuk, Prabowo, disusul oleh Uno, kini larut dalam kolam kubangan kekuasaan Pemerintahan Jokowi.

Apa yang ingin kita perbincangan disini adalah, mengapa hal tersebut bisa terjadi, seperti di Inggris dan di Jepang? Sementara di Indonesia, justru terbalik?

Apa yang salah?

Ketika Indonesia menganut system Parlementer, pada jaman Orla dan Orba, yaitu rakyat memilih partai politik pada saat pemilu. Apa yang terjadi?

Di Jaman Orla, terjadi hal yang aneh, saat pelaksanaan Pemilu 1955. Dari sekian peserta Partai Politik Pemilu tersebut, ada diikuti oleh peserta no. 28, yaitu peserta non partai alias perorangan. Ia adalah R. Soedjono Prawirisoedarso dan berhasil duduk sebagai anggota konstituante.

Pada era Orde Baru, Presiden Suhartolah yang mengklaim, “melaksanakan UUD 1945 dan Pancasila secara Murni dan Konsekuen”. Apa yang terjadi? Golkar sebagai Partai pemenang pemilu, selama 6 kali, tidak otomatis Ketua Umumnya menjadi Presiden/Perdana menteri. Seperti lazimnya, dinegara-negara yang menganut system parlementer,  yaitu Inggris dan di Jepang itu.

Presiden RI harus dipilih pada sidang Umum MPR RI, diluar system Pemilu. Aggota MPR terdiri dari sepertiga dari ex partai peserta Pemilu, sepertiga lagi dari utusan golongan/daerah dan sepertiga lagi dari fraksi ABRI.

Sytem pemilihan Presiden, melalui MPR RI, menyebabkan kejadian pada Gusdur yang berasal justru dari partai kecil, PKB, tetapi berhasil terpilih menjadi Presiden RI. Walau kemudian di jatuhkan kembali oleh para pemilihnya!.

Megawati yang meneruskan Presiden Gusdur, juga terpilih atas kompromis poros tengah yang dipimpin oleh Ketua MPR RI, Amin Rais pada waktu itu.

Sebelumnya, Presiden Habibi ditolak laporan pertanggung jawabannya oleh Partainya sendiri, sehingga tidak bisa mencalonkan kembali sebagai Presiden.

Pada era reformasi, system politik sudah berganti dari system parlementer ke system presidential. Disini lebih banyak lagi terjadi hal yang aneh. Calon Presiden boleh koalisi antar dua partai atau lebih, supaya memenuhi quota 20% kursi di DPR RI.

Akhirnya bergabunglah partai-partai tadi, untuk mengusung Capres dan Cawapresnya. Tetapi saat akhir masa jabatan usai, menjelang pemilu berikutnya, dua-duanya bersaing kembali untuk berebut kursi Presiden. Terjadi pada waktu Megawati dan Hamzah Haz, pemilu 2004.  SBY-JK pada waktu pemilu 2009.

Pada ruang DPR terjadi koalisi Partai-partai. Sekarang koalisi hingga 82%, Bersama the rulling party PDIP. Koalisi dan opisisi, hanya terjadi dalam system Parlementer. Dan tidak masuk akal, ketika terjadi dalam system parelementer, seperti yang kita anut sekarang.

Mengapa? Rakyat memilih orang per orang. Tak terkait dengan partai pengusungnya. Keterwakilan anggota DPR yang terpilih, adalah mewakili dirinya sendiri.

Yang lebih gila lagi, atau absud adalah, Pengajuan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk Pilpres 2024 yang akan datang, disusung oleh Partai-partai yang memenuhi quota Parliamentary threshold, produk pemilu tahun 2019, yang sudah expired pada 2024.

Hal lain yang terpenting adalah, bahwa pejabat Politik (5 tahunan), seperti Presiden/PM, Para Menteri, Gubernur dan Walikota, mereka tidak memiliki akses intervensi administratif kepada para pejabat karier (professional). Pimpinan Kementrian adalak Sekjen, di Propinsi dan Kabupaten/Kota adalah para Sekda. Sehingga ketika pejabat politik absence atau kosong, pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saya Menyayangkan Pencabutan Gugatan “Ijazah Palsu Jokowi”

Next Post

OMNIBUS-LAW BENTUK PENGHINAAN DAN PENGHIATAN KEPADA PANCASILA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
OMNIBUS-LAW BENTUK PENGHINAAN DAN PENGHIATAN KEPADA PANCASILA

OMNIBUS-LAW BENTUK PENGHINAAN DAN PENGHIATAN KEPADA PANCASILA

Korea Selatan  Berduka Nasional setelah 151 Orang Tewas dalam Pesta Halloween

Korea Selatan Berduka Nasional setelah 151 Orang Tewas dalam Pesta Halloween

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist