• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Elite Sangat Tergoda Menunda Pemilu 2024?

fusilat by fusilat
December 30, 2022
in Feature
0
Sistem Pemenangan Partai Politik, Sisi Lain dari Pemilu 2024

Ilustrasi Pemilu 2024/RMOL

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muh Afit Khomsani

MESKIPUN tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 telah diluncurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 14 Juni yang lalu, isu penundaan Pemilu tersebut kini masih menjadi diskusi di tengah masyarakat Indonesia.

Merujuk pada Peraturan KPU 3/2022 tentang Jadwal dan Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024, Pemilu akan diselenggarakan pada 14 Februari 2022. Akan tetapi, kepastian adanya Pemilu tersebut masih menjadi misteri. Hal ini dikarenakan adanya dugaan upaya terstruktur untuk menunda Pemilu 2024.

Salah satunya adalah munculnya pernyataan elite negara -mulai dari Pimpinan lembaga tinggi negara, elite Partai Politik, hingga Menteri yang mendukung penundaan tersebut. Bagaikan gayung bersambut, antarelite nampak secara bergantian menyatakan dukungannya terhadap penundaan Pemilu.

Situasi ini tentu sangat berbahaya bagi demokrasi di Indonesia dan menjadi preseden buruk bagi politik Indonesia di masa yang akan datang. Para elite negara akan menggunakan kekuasaannya untuk mengubah konstitusi dan cipta kondisi sosial-politik yang bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan dengan menunda Pemilu 2024 dan menambah masa jabatan.

Isu penundaan Pemilu 2024 berkaitan erat dengan isu lainnya, yaitu perpanjangan masa jabatan presiden, jabatan presiden 3 periode yang mulai muncul seiring dengan wacana amandemen UU Dasar Tahun 1945 sejak tahun 2019 yang lalu. Meskipun hal tersebut dibantah oleh Presiden Joko Widodo, pada tahun 2021 isu penundaan Pemilu 2024 kembali muncul dari salah satu Menteri dan beberapa Ketua Umum Parpol koalisi pemerintah.

Mereka menyampaikan beberapa alasan penundaan Pemilu 2024, mulai dari pandemi Covid-19, apresiasi kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah, hingga faktor bisnis dan investasi. Terbaru, isu penundaan Pemilu kembali muncul dari pernyaatan dua pimpinan lembaga tinggi negara, yaitu MPR dan DPD RI.

Pada sebuah acara peluncuran hasil survei, Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebut bahwa tingginya kepuasan masyarakat dengan kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin menunjukkan adanya keinginan dari masyarakat kembali dipimpin Jokowi.

Lainnya, Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kinerja kepemimpinan Presiden Jokowi dan ia menyarankan agar Presiden Jokowi menambah dua tahun masa jabatan.

Setidaknya terdapat beberapa alasan mengapa elite penguasa negara ini sangat berhasrat untuk melakukan penundaan Pemilu 2024

Mempertahankan Kekuasaan

Nature atau sifat alami dari kekuasaan adalah mempertahankan kekuasaan tersebut untuk bertahan lebih lama. Hal tersebut nampaknya sangat relevan kaitannya dengan wacana penundaan Pemilu 2024. Dalam konsep Machiavellian misalkan, upaya buruk dan keji sekalipun dapat dilakukan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan.

Memposisikan kekuasaan sebagai raison d’etre, atau simbolisasi kekuasaan politik negara, Filsuf Italia tersebut mengajarkan bahwa kekuasaan merupakan kebaikan yang harus dipertahankan. Konsep tersebut tentu berangkat dari konteks yang berkembang pada saat itu, bagaimana jalan terbaik dan satu-satunya untuk mewujudkan kebaikan publik adalah melalui kekuasaan politik.

Jika merujuk upaya beberapa elite untuk menunda Pemilu 2024 dan berbagai alasannya, hal tersebut hanyalah bentuk arogansi elite yang ingin kekuasaannya bertahan selama mungkin. Ungkapan kata Power tends to corrupt; absolute power, corrupt absolutely dari Lord Acton tepat untuk menjelaskan situasi ini. Elite yang berpandangan bahwa penundaan Pemilu akan berdampak positif bagi dunia investasi tentu ingin kelompok dan kroni bisnisnya yang tetap memegang kendali.

Mendapatkan jabatan pimpinan lembaga tinggi negara merupakan suatu hal yang sulit untuk didapatkan. Tentu kesempatan tersebut merupakan peluang untuk bagaimana elit mempertahankan kekuasaannya guna melipatgandakan kapital yang mereka dapatkan.

Tingginya Ongkos Politik

Lainnya, bagi elite Parpol yang mendukung penundaan Pemilu tentu berpandangan bahwa penundaan Pemilu akan berdampak baik pada kekuasaan mereka. Melihat kompleksitas dan mahalnya political cost di Indonesia, elite Parpol akan diuntungkan dengan tidak perlu mengeluarkan ‘ongkos’ untuk kembali berkontentasi dalam Pemilu.

Tingginya biaya politik dan buruknya tata kelola pendanaan Parpol di Indonesia mendorong Parpol untuk mencari sumber pendanaan lain, termasuk dari kelompok bisnis. Mengutip Marcus Mietzner (2015) dalam Dysfunction by Design: Political Finance and Corruption in Indonesia, elite Parpol cenderung memilih ‘jalan gelap’ untuk secara cepat mendapatkan pendanaan bagi Parpolnya.

Hal ini mengakibatkan elit Politik seringkali berkompromi dengan kelompok bisnis dan pemodal untuk mendanai aktivitas politik mereka. Jeffrey Winters, seorang Ilmuwan Politik dari AS, menyebutnya sebagai kelompok oligarki dan politik kartel.

Dalam Richard S. Katz dan Peter Mair (2018), Politik Kartel merupakan cara pandang dalam praktik politik yang melihat bahwa akses dan distribusi dalam pemerintahan tidak boleh terlepas dari genggaman. Artinya, berada dalam lingkaran kekuasaan negara merupakan sebuah keharusan. Apalagi, situasi ekonomi dan investasi yang belum sepenuhnya membaik pasca Pandemi Covid-19 tentu mendorong kelompok bisnis untuk berfokus pada pemulihan bisnisnya, bukan mendanai kontestasi Pemilu 2024.

Situasi inilah yang kemudian menjadikan kedua aktor tersebut tidak siap dalam menghadapi Pemilu 2024. Kelompok politik tidak siap untuk lengser, dan elite bisnis tidak cukup untuk mendanai para aktor yang akan berlaga dalam Pemilu 2024.

Meskipun demikian, apapun alasannya, penundaan Pemilu tidak mempunyai dasar hukum. Sebaliknya, hal tersebut bertentangan dengan konstitusi UU Dasar Tahun 1945. Penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan hanyalah cara elite dan kelompok oligarki untuk melanggengkan kekuasaannya.

Lainnya, penundaan Pemilu merupakan bentuk pelecehan terhadap reformasi dan demokrasi Indonesia. Reformasi pada intinya adalah pembatasan masa jabatan dan penghargaan terhadap kedaulatan rakyat, sebuah perlawanan atas otoritarianisme yang pernah terjadi. Artinya, wacana penundaan Pemilu adalah pandangan kolonial nan usang yang mengembalikan kita ke masa gelap Orde Baru.

Lebih lanjut lagi, Pemilu merupakan media konsitusional untuk melakukan penghakiman bagi kekuasaan. Pemilu dapat menjadi punishment bagi penguasa yang buruk untuk tidak lagi berkuasa. Sebaliknya, Pemilu merupakan kesempatan untuk memberikan penghargaan bagi mereka yang baik untuk menjalankan kekuasaannya selanjutnya.

Muh Afit Khomsani Peneliti Netfid Indonesia

Dikutip Rmol.id Kamis, 29 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi dan Kapolri Digugat Ferdy Sambo, Inilah Alasanya

Next Post

5 Fakta Nikita Mirzani Bebas di Kasus Pencemaran Nama Dito Mahendra, Apa Saja?

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Jaksa Gagal Hadirkan Saksi Korban Nikita Mirzani Dibebaskan Dari Tuntutan Hukum

5 Fakta Nikita Mirzani Bebas di Kasus Pencemaran Nama Dito Mahendra, Apa Saja?

Dedengkot Suporter Kecam Penyerangan Bus Timnas Thailand oleh Suporter Timnas Indonesia

Dedengkot Suporter Kecam Penyerangan Bus Timnas Thailand oleh Suporter Timnas Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist