• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Mengapa Indonesia Tetap Mengimpor LPG Meski Kaya Gas Alam

fusilat by fusilat
June 10, 2025
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Shawn Corrigan

Di negeri yang dikenal sebagai salah satu produsen gas terbesar di Asia Tenggara, paradoks ini muncul: Indonesia memproduksi lebih banyak gas daripada yang digunakan, namun tetap harus mengimpor jutaan ton LPG (liquefied petroleum gas) setiap tahun. Dalam benak publik, ini tentu menimbulkan tanya—kalau gas kita berlimpah, mengapa masih tergantung pada kiriman dari negeri seberang?

Masalahnya bukan sekadar soal “seberapa banyak” gas yang dimiliki Indonesia, melainkan “gas jenis apa” yang tersedia dan “untuk siapa” gas itu sebenarnya. Gas yang dominan diproduksi Indonesia adalah natural gas, atau gas alam, yang umumnya digunakan untuk pembangkit listrik, industri, dan ekspor dalam bentuk LNG (liquefied natural gas). Sementara di dapur-dapur rumah tangga, yang dibutuhkan adalah LPG—gabungan dari propana dan butana—yang tak diproduksi dalam jumlah cukup di dalam negeri.

Kebutuhan nasional terhadap LPG mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, namun produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 2 juta ton. Sisanya—sekitar 6 juta ton—harus didatangkan dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat. Ironisnya, sebagian besar sistem penyimpanan dan distribusi LPG di Indonesia kini juga bergantung pada infrastruktur buatan Amerika.

Ketergantungan ini bukan tanpa sebab. Infrastruktur gas Indonesia sejak awal memang dirancang untuk mengalirkan natural gas, bukan LPG. Jadi meskipun cadangan gas alam berlimpah, konversi ke LPG bukanlah proses yang bisa dilakukan begitu saja. Fasilitas pengolahan yang dapat memisahkan dan mengambil LPG—yakni propana dan butana—dari gas alam, banyak yang sudah tua dan tidak mampu mengekstraksi dalam jumlah besar. Untuk memperbaruinya, dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan dana triliunan rupiah.

Pemerintah Prabowo-Gibran mewarisi persoalan ini dan kini mencoba menghidupkan kembali gagasan lama: gasifikasi batu bara. Teknologi ini memungkinkan batu bara—yang Indonesia punya sangat banyak—diubah menjadi gas sintetis yang bisa digunakan untuk menggantikan LPG. Namun, rencana ini masih pada tahap awal. Biayanya mahal, teknologinya belum terbukti sukses dalam skala besar, dan menimbulkan pertanyaan baru soal dampak lingkungan. Gasifikasi batu bara juga bisa menjadi bumerang baru: solusi mahal yang menambah kompleksitas dan bukannya menyederhanakan sistem energi nasional.

Jadi, ke mana kita menuju? Jawabannya: jangan berharap Indonesia bisa mandiri LPG dalam waktu dekat. Bahkan dengan segala rencana dan ambisi, impor LPG justru diperkirakan akan terus meningkat, seiring naiknya kebutuhan rumah tangga dan keterbatasan produksi dalam negeri. Amerika Serikat, dengan kelebihan pasokan LPG dan sistem ekspor yang mapan, akan terus menjadi pemasok utama dapur-dapur Indonesia.

Di tengah semua itu, yang tampak nyata adalah ironi besar: negeri penghasil gas yang harus membayar mahal untuk jenis gas yang tak mampu ia sediakan sendiri. Dalam diplomasi energi global, kita bukan pemain utama—kita hanya konsumen setia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

194 Juta Warga Indonesia Masuk Kategori Miskin Versi Bank Dunia – 68,25 Persen

Next Post

Rekrutmen Tamtama untuk Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Merusak Profesionalisme dan Roadmap Reformasi TNI

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Rekrutmen Tamtama untuk Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Merusak Profesionalisme dan Roadmap Reformasi TNI

Rekrutmen Tamtama untuk Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Merusak Profesionalisme dan Roadmap Reformasi TNI

Era Jokowi – By Data Utang Membengkak~Rakyat Miskin Meningkat

Era Jokowi - By Data Utang Membengkak~Rakyat Miskin Meningkat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...