Pengalaman mengunjungi pabrik alat berat di Bekasi bersama wartawan Jepang memperlihatkan betapa besar kebutuhan industri pada masa Orde Baru, terutama di bawah kepemimpinan Soeharto, yang gencar mengembangkan lahan-lahan baru demi ketahanan pangan. Namun, di era pemerintahan Jokowi, kebijakan-kebijakan yang ada kurang menarik minat investor asing untuk berinvestasi di berbagai sektor. Hal ini terjadi karena berbagai program Jokowi yang lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur dan layanan sosial, yang sayangnya tidak selalu berdampak langsung pada peningkatan daya tarik investasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, era Jokowi memang ditandai dengan proyek-proyek infrastruktur besar, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Meskipun proyek-proyek ini meningkatkan aksesibilitas dan distribusi logistik, mereka belum mampu menarik investor besar di luar sektor-sektor tersebut. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menekankan pada subsidi untuk pangan dan bahan bakar lebih menyasar pemenuhan kebutuhan domestik, namun belum cukup mengundang investor untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri atau mengembangkan industri manufaktur di Indonesia.
Ketika Presiden Prabowo memulai jabatannya, arah kebijakan investasi tampak mengalami pergeseran. Salah satu program Prabowo yang mulai menarik minat investor adalah penyediaan gizi, termasuk pemberian susu gratis sebagai bagian dari upaya perbaikan gizi nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa lima investor asing telah menunjukkan minat untuk mengembangkan industri susu sapi perah di Indonesia. Investor dari negara-negara seperti Qatar, Brasil, Vietnam, dan Amerika Serikat melihat potensi pasar yang besar dalam industri ini, terutama dengan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu.
Contoh nyata dari minat investasi ini adalah rencana perusahaan dari Vietnam untuk mengembangkan industri susu perah di lahan seluas 10.000 hektar di Poso, Sulawesi Tengah, dengan proyeksi produksi sebesar 1,8 juta ton susu per tahun. Investasi ini diharapkan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan susu nasional dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Upaya pemerintah dalam menyediakan lahan dan mendukung investasi di bidang pertanian dan pangan menunjukkan komitmen baru yang lebih ramah investasi, terutama di sektor yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.


























