• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mengapa Jokowi Menunjuk Hadi Tjahjanto dan AHY? Sebuah Perangkap?

Ali Syarief by Ali Syarief
January 30, 2025
in Crime, Feature, Politik
0
Mengapa Jokowi Menunjuk Hadi Tjahjanto dan AHY? Sebuah Perangkap?
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dinamika politik dan pemerintahan Indonesia, setiap keputusan strategis yang diambil oleh Presiden Joko Widodo hampir selalu memiliki motif di baliknya. Salah satunya adalah keputusan menunjuk Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai penggantinya. Kini, dengan mencuatnya kasus sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) pagar laut di Tangerang, kita mulai memahami alasan di balik penunjukan tersebut. Apakah ini bagian dari jebakan politik?

HGU, HGB, dan Dugaan Upeti

Sertifikat HGB untuk pemagaran laut di Tangerang telah menimbulkan tanda tanya besar. Dalam kasus-kasus penerbitan hak guna usaha (HGU) dan hak guna bangunan (HGB), kerap muncul dugaan adanya permainan kepentingan, termasuk kemungkinan upeti dalam proses pengeluaran sertifikat. Ini bukan pertama kalinya kebijakan agraria di Indonesia dikaitkan dengan praktik rente ekonomi yang menguntungkan segelintir pihak.

Ketika AHY mengaku tidak mengetahui keberadaan HGB pagar laut tersebut saat menjabat sebagai Menteri ATR/BPN, muncul pertanyaan: bagaimana mungkin seorang menteri yang bertanggung jawab atas urusan pertanahan tidak mengetahui keputusan penting terkait aset publik? Pernyataan “saya tidak tahu” terdengar lebih sebagai upaya cuci tangan ketimbang klarifikasi yang transparan.

Dua Sosok, Satu Tujuan?

Menunjuk Hadi Tjahjanto, mantan Panglima TNI, sebagai Menteri ATR pada 2022 mungkin terlihat sebagai langkah mengejutkan. Namun, bagi Jokowi, Hadi adalah figur yang dapat dipercaya untuk menjalankan tugas dengan loyalitas tinggi. Kedekatannya dengan Jokowi menjadikannya alat yang efektif dalam mengamankan kebijakan pertanahan, terutama dalam proyek-proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berbagai pengembangan strategis lainnya.

AHY, di sisi lain, adalah figur dari lingkaran lawan politik Jokowi, yakni Partai Demokrat. Menunjuknya sebagai Menteri ATR/BPN bisa jadi adalah strategi untuk menempatkan dirinya dalam posisi rentan. Dengan menerima jabatan tersebut, AHY tak hanya dipaksa untuk bekerja dalam sistem yang sudah berjalan, tetapi juga menanggung risiko politik dari kebijakan yang sudah dibuat sebelumnya. Kasus HGB pagar laut ini adalah contoh bagaimana jebakan itu mulai terlihat.

Diam dan Tak Tahu: Strategi atau Ketidaktahuan?

Kini, setelah kasus ini mencuat, baik Hadi maupun AHY lebih memilih diam atau bersikap defensif. AHY mengklaim bahwa penerbitan HGB tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat, sementara Hadi tak bersuara. Apakah ini berarti keduanya memang tidak tahu-menahu, ataukah mereka memilih untuk tidak bersuara karena tahu jebakan yang sudah disiapkan?

Jika memang ada dugaan bahwa penerbitan HGB ini melibatkan upeti, maka patut dicurigai siapa saja yang diuntungkan dan siapa yang menjadi korban. AHY dan Hadi mungkin hanya menjadi pion dalam skema besar yang melibatkan aktor-aktor kuat di balik layar. Jokowi, dengan pengaruh dan kontrolnya, tampaknya berhasil menempatkan mereka dalam situasi yang tidak menguntungkan.

Kesimpulan: Perangkap Politik yang Terencana?

Keputusan Jokowi dalam menunjuk Hadi Tjahjanto dan AHY ke posisi strategis di ATR/BPN kini tampak lebih sebagai langkah politis daripada sekadar urusan teknokratis. Dengan adanya kasus HGB pagar laut ini, kita dapat melihat bagaimana jebakan mulai bekerja: siapapun yang terlibat dalam proses ini bisa saja menjadi kambing hitam jika ada skandal yang mencuat.

Apakah AHY akan berhasil keluar dari jebakan ini tanpa merusak citranya? Ataukah ini akan menjadi noda yang membuatnya sulit bertarung dalam panggung politik nasional ke depan? Yang jelas, di balik setiap keputusan Jokowi, selalu ada perhitungan matang. Dan kali ini, bisa jadi perangkap sudah disiapkan jauh sebelum AHY atau Hadi menyadarinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gandeng Mr. Suzuki, LPK GAESI Buka Pelatihan Calon Tenaga Kerja ke Jepang

Next Post

Pak Prabowo: Membela Jokowi atau Membela Negara?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Prabowo Lebih Terhormat Mundur Jika Tak Mampu Adili Jokowi dan Keluarganya

Pak Prabowo: Membela Jokowi atau Membela Negara?

Bila Prabowo Jadi Presiden, Apa Yang Akan Terjadi?

Prabowo: Defending Jokowi or the Nation?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist