• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menggeleparnya Faksi Sejahtera di PKS: Anies Dikorbankan!

fusilat by fusilat
September 22, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Presiden PKS : Lawan Politik Uang, PKS Is Not For Sale to Oligarchs
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta, Fusilatnews – Ada banyak alasan mengapa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober nanti.

Salah satunya, “Kalau tidak berkoalisi, bagaimana bisa membangun bangsa?” kata Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri.

Kedua, “Kekuasaan itu indah, kawan?” timpal Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi.

Keduanya melontarkan hal tersebut pada acara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Ahad (22/9/2024).

Prabowo yang semula dijadwalkan hadir dan menutup Rakernas, ternyata tidak menampakkan batang hidungnya hingga acara berakhir. Namun PKS tak mempermasalahkan.

“Yang penting kita berkoalisi, dan di daerah-daerah kita sudah berkoalisi dengan KIM Plus,” kata Ketua Harian PKS Ahmad Heryawan di acara yang sama.

KIM yang terdiri atas Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan koalisi parpol-parpol pendukung Prabowo-Gibran di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024

Kini KIM pun menjadi KIM Plus setelah masuknya PKS bersama Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketiga partai ini merupakan pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Aboe Bakar Alhabsyi kemudian berkelakar ihwal baju rompinya yang terasa panas karena harganya murah. Kelak jika PKS sudah berkuasa, kata Aboe Bakar, rompi milik para kader PKS akan lebih bagus dan lembut serta tidak panas lagi. Kekuasaan memang indah, kawan!

Agaknya setelah nyaris 10 tahun berada di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Faksi Sejahtera di tubuh PKS kegerahan. Mereka pun mulai menggeliat-geliat bahkan menggelepar-gelepar mencari “air penghidupan”.

Semenjak berubah menjadi PKS menjelang Pemilu 2004, dari sebelumnya Partai Keadilan, PKS memang seolah “terbelah” ke dalam dua faksi. Satu, Faksi Keadilan. Dua, Faksi Sejahtera.

Faksi Keadilan berisi kader-kader idealis. Contohnya Hidayat Nurwahid. Sedangkan Faksi Sejahtera berisi kader-kader pragmatis. Contohnya Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah yang tersandung kasus korupsi.

Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009 dan 2009-2014), Faksi Sejahtera-lah yang berkuasa di tubuh PKS, sehingga bergabung dengan pemerintah. PKS pun antara lain mendapat jatah kursi Menteri Pertanian yang diduduki Anton Apriantono kemudian Suswono.

Sebaliknya, selama hampir 10 tahun Presiden Jokowi berkuasa (2014-2019 dan 2019-2024), Faksi Keadilan-lah yang manggung di tubuh PKS, sehingga memilih berada di luar pemerintahan sebagai oposisi meskipun dalam sistem pemerintahan presidensial seperti yang dianut Indonesia tak dikenal istilah oposisi.

Kini, rupanya Faksi Sejahtera menggeliat bahkan menggelepar di tubuh PKS dan mengambil alih panggung. PKS di bawah kepresidenan Ahmad Syaichu memilih bergabung dengan KIM Plus, meskipun untuk itu Anies Baswedan harus dikorbankan. Kok bisa?

Semula PKS sudah deklarasi mendukung Anies Baswedan sebagai calon gubernur Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 27 November mendatang. PKS pun mengajukan mantan presidennya, Sohibul Iman sebagai calon wakil gubernur bagi Anies.

Namun, Nasdem dan PKB yang telah lebih dulu mengusung Anies resisten. Mereka menolak Sohibul karena Anies dianggap sudah merepresentasikan PKS, meskipun Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu bukan kader partai sejuta umat itu. Anies pun bergeming.

Setelah ada bujuk rayu dari KIM dengan iming-iming tawaran kursi kabinet Prabowo-Gibran, Nasdem dan PKB pun membelot. Mereka urung mengusung Anies.

Belakangan, PKS pun membelot, menyusul PKB dan Nasdem: urung mengusung Anies. Dalihnya, setelah diberi tenggat waktu empat bulan, ternyata Anies tak mampu mencari tambahan dukungan kursi di DPRD Jakarta sehingga kursi PKS yang hanya 18 buah hasil Pemilu 2024 tak kunjung bertambah menjadi 22 kursi sebagai syarat minimal pencalonan.

Belakangan lagi, ketika Mahkamah Konstitusi (MK) menerbitkan Putusan No 60 Tahun 2024 yang melonggarkan syarat pencalonan, ternyata PKS bergeming, tetap tak mau mengusung Anies. Padahal PKS bisa sendirian mengusung cagub-cawagub.

Akhirnya, demi kursi kabinet, Anies pun dikorbankan. Bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang elektabilitasnya paling tinggi itu pun gagal menjadi cagub. PKS ternyata lebih memilih mendukung Ridwan Kamil sebagai cagub Jakarta di Pilkada 2024. Apalagi setelah KIM Plus mengusung Suswono, kader PKS yang bekas Menteri Pertanian itu sebagai cawagubnya Ridwan Kamil.

Demi pragmatisme Faksi Sejahtera di PKS, Anies Baswedan pun dikorbankan. Kini PKS sedang harap-harap cemas sambil menghitung jumlah kursi kabinet yang akan diberikan oleh Prabowo-Gibran.

Jika Ridwan Kamil-Suswono kalah pun tak masalah. Toh PKS sudah punya kursi di kabinet Prabowo-Gibran. Lumayan bisa beli rompi yang enggak bikin kepanasan. Kekuasaan itu indah, kawan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Era Jokowi: Jalan Tol, Dari Pelayanan Publik Menjadi Lahan Bisnis yang Menguntungkan Segelintir Orang

Next Post

KPU Resmi Tetapkan Empat Paslon di Pilgub Jabar

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Next Post
KPU Resmi Tetapkan Empat Paslon di Pilgub Jabar

KPU Resmi Tetapkan Empat Paslon di Pilgub Jabar

Presiden Jokowi Tanggapi Uang Haram Temuan PPATK untuk Kampanye

Jokowi Membuka Ekspor 'Sedimen': "Kejahatan Lingkungan Yang Telanjang"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...