• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menghentikan Perjanjian: Pilihan Indonesia di Tengah Tekanan Perjanjian Dagang dengan Amerika

fusilat by fusilat
March 16, 2026
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Shawn Corrigan

Waktu seolah terus berdetak bagi Indonesia untuk mengambil keputusan besar: apakah akan menandatangani perjanjian dagang kontroversial dengan Amerika Serikat, atau menanggung risiko meningkatnya ketegangan dengan Washington. Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin kompleks, pilihan ini bukan sekadar soal perdagangan, melainkan menyangkut arah kedaulatan ekonomi Indonesia di masa depan.

Banyak orang beranggapan bahwa kesepakatan dagang tersebut sebenarnya sudah selesai. Anggapan itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani dokumen dalam sebuah seremoni bersama Donald Trump. Namun, penandatanganan dalam sebuah acara seremonial tidak otomatis berarti Indonesia telah benar-benar menyetujui atau meratifikasi perjanjian tersebut. Justru di titik inilah kontroversi mulai mengemuka.

Sejumlah ekonom Indonesia menilai kesepakatan ini sebagai perjanjian yang berisiko. Mereka berpendapat bahwa Indonesia bisa saja harus menyerahkan sebagian kendali atas kebijakan ekonomi strategisnya. Bahkan ada kekhawatiran bahwa Indonesia akan diwajibkan melakukan pembelian besar-besaran dari Amerika Serikat sebagai imbalan atas manfaat yang belum tentu bertahan lama—mungkin hanya beberapa bulan sebelum berubah lagi mengikuti dinamika politik di Washington.

Dalam sistem hukum Indonesia, setiap perjanjian internasional semacam ini harus melalui proses peninjauan oleh DPR. Parlemen memiliki waktu 60 hari untuk menelaah kesepakatan tersebut sebelum memutuskan apakah akan meratifikasinya atau tidak. Karena itulah, banyak pihak mengatakan bahwa “jam sedang berdetak”.

Namun ada satu aspek penting yang sering luput dari perhatian publik: jam tersebut sebenarnya bisa dihentikan.

Agar perjanjian benar-benar berlaku, kedua negara harus menyelesaikan proses persetujuan internal masing-masing. Di Indonesia, itu berarti melalui persetujuan DPR. Sampai saat ini, proses tersebut belum selesai. Lebih jauh lagi, DPR memiliki kewenangan untuk memperpanjang masa peninjauan 60 hari tersebut—bahkan berulang kali. Dengan kata lain, parlemen dapat menunda keputusan selama berbulan-bulan atau bahkan lebih lama.

Penundaan semacam itu tidak menimbulkan sanksi apa pun dalam kesepakatan. Artinya, Indonesia tidak berada dalam posisi terjebak atau dipaksa untuk segera mengambil keputusan. DPR pada dasarnya memiliki kemampuan untuk “menghentikan jam” dan menunggu sampai situasi menjadi lebih jelas.

Sementara itu, dinamika di Amerika Serikat sendiri masih jauh dari stabil. Pengadilan Amerika sebelumnya pernah memblokir kebijakan tarif yang diperkenalkan Donald Trump. Sebagai respons, Trump kemudian memperkenalkan tarif global baru sebesar 15 persen—lebih rendah dari tarif 19 persen yang sebelumnya dikenakan pada Indonesia.

Namun bahkan kebijakan baru tersebut belum tentu bertahan lama. Baru minggu ini, beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah menggugat kebijakan tarif tersebut di pengadilan. Jika gugatan itu berhasil, tarif tersebut bisa saja dibatalkan sepenuhnya.

Situasi ini menunjukkan satu hal yang jelas: ketidakpastian masih sangat tinggi.

Karena itu, Indonesia sebenarnya tidak berada dalam posisi terdesak. Negara ini memiliki ruang untuk menunggu, mengamati perkembangan hukum dan politik di Amerika Serikat, lalu mengambil keputusan yang benar-benar rasional dan menguntungkan.

Daripada terburu-buru menandatangani kesepakatan yang berpotensi merugikan, Indonesia justru memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan rumah yang lebih penting. Pemerintah dapat memfokuskan diri pada perbaikan iklim investasi domestik, mereformasi kebijakan ekonomi yang menghambat pertumbuhan, serta menciptakan insentif investasi yang adil bagi semua pihak—baik investor lokal maupun internasional.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi para mitra dagangnya. Sebab hubungan perdagangan yang sehat pada akhirnya tidak dibangun di atas tekanan politik atau kesepakatan tergesa-gesa, melainkan di atas fondasi kepentingan bersama yang jelas dan berkelanjutan.

Dengan kata lain, Indonesia tidak harus terburu-buru. Dalam permainan diplomasi dan perdagangan internasional, kadang keputusan terbaik justru adalah menunggu—dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar menguntungkan bangsa sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Sikap Prabowo? Teror Air Keras dan Ujian Negara Hukum

Next Post

Potensi Perbedaan Lebaran 2026: Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Pemerintah Diperkirakan 21 Maret

fusilat

fusilat

Related Posts

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?
Crime

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

June 27, 2026
Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game
Feature

Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

June 27, 2026
Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik
Feature

Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik

June 27, 2026
Next Post
Potensi Perbedaan Lebaran 2026: Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Pemerintah Diperkirakan 21 Maret

Potensi Perbedaan Lebaran 2026: Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Pemerintah Diperkirakan 21 Maret

Harga BBM Pertamax Sudah Melambung Tinggi Masih Saja Dibilang Rugi, Kok Bisa?

Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tak Naik Hingga Idul Fitri Meski Harga Minyak Dunia Tembus US$100

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

June 27, 2026
Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

June 27, 2026
Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik

Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik

June 27, 2026
Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno

PDIP Tidak Bisa Lepas dari Tanggung Jawab Moral atas Lahirnya Jokowi

June 27, 2026
SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

June 27, 2026
Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

June 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...