• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Menghindari Tuntutan Hukum: Akankah Jokowi Berpura-pura Gila?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
September 29, 2024
in Crime, Feature, Law
0
Presiden Jokowi Tanggapi Petisi sivitas akademi UII dan UGM
Share on FacebookShare on Twitter

Damail Hari Lubis-Aktivis Mujahid 212

Beberapa pengamat hukum memprediksi bahwa setelah lengser, Jokowi akan menghadapi banyak tuntutan hukum terkait dugaan pelanggaran yang dilakukannya. Jokowi tentu menyadari berbagai tuduhan yang telah diajukan kepadanya, termasuk tuduhan publik terkait pemalsuan ijazah yang ia gunakan untuk menipu tiga lembaga: KPU Daerah Surakarta, KPU Daerah Jakarta, dan KPU Pusat. Pemalsuan ini diduga telah menghasilkan serangkaian dokumen palsu, baik yang autentik maupun yang dibuat secara bawah tangan, termasuk dokumen resmi berlogo Garuda. Semua ini berawal dari jabatan yang diraihnya dengan persyaratan palsu. Fenomena stagnasi proses hukum yang melibatkan KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri terhadap kolega-koleganya seperti Airlangga dan Muhaimin beserta anak-anaknya diduga merupakan upaya obstruksi Jokowi.

Jokowi juga menyadari bahwa ia akan dihadapkan pada beban tanggung jawab moral dan hukum, terutama terkait sektor keuangan, seperti alokasi anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang mangkrak, serta penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang mencapai Rp695,2 triliun.

Karakter Jokowi yang dikenal sebagai “pembohong, munafik, kejam, dan licik” juga menonjolkan sifatnya yang tidak tahu malu dan gemar berpura-pura. Salah satu contoh adalah upayanya memindahkan ibu kota negara dari Jakarta secara tiba-tiba, yang tidak pernah dijanjikan dalam kampanye Pilpres 2014. Jokowi sempat mempublikasikan bahwa banyak investor asing akan membantu pembangunan IKN. Dia bahkan mengejek Istana tempatnya bekerja, dengan menyebutnya seperti peninggalan kolonial. Jokowi dengan percaya diri menyatakan bahwa IKN akan resmi pindah pada Oktober 2024, namun kemudian dengan mudah mengubah pernyataannya, “mungkin 15 atau 20 tahun lagi.” Namun, Jokowi mengatakan bahwa ASN akan lebih dahulu pindah pada September/Oktober 2024.

Ketika ditanyakan tentang realisasi kepindahan ASN, Jokowi terlihat kembali berpura-pura seolah-olah masyarakat yang mendesaknya untuk segera memindahkan ASN ke IKN. Ketika ditanya lebih lanjut, ia berkata, “Belum bisa pindah, tinggalnya di mana, air untuk mandi dan mencuci dari mana, anak-anak sekolah di mana, tempat bermain anak-anak di mana.”

Akhirnya, janji Jokowi terkait IKN dan banyak janji politiknya selama satu dekade tampak sekadar kebohongan belaka — janji palsu tanpa realisasi.

Lalu, bagaimana nasib Jokowi setelah lengser? Saat ini saja, Jokowi sudah menjadi sasaran kritik dan hinaan dari banyak orang. Tudingan publik bahwa Jokowi memalsukan ijazah S-1 semakin memperparah situasi, sementara pihak lain justru dipenjara karenanya.

Meski begitu, Jokowi dikenal memiliki mental yang kuat dan tidak kenal malu. Walaupun visinya dinilai “abnormal” dan moralitasnya diragukan, Jokowi tetap bertahan dalam politik dan kekuasaannya. Hal ini berkat dukungan dari beberapa ketua umum partai, yang melalui jalur legislatif memperlemah fungsi kontrol terhadapnya. Akibatnya, Jokowi leluasa melakukan diskresi-diskresi yang menyimpang.

Ambisi Jokowi mirip dengan pemimpin fasis dan otoriter, yang ingin dikenang melalui jejak keangkuhan seperti prasasti, patung dirinya, dan proyek-proyek besar yang sebenarnya bukan prioritas utama bagi kesejahteraan bangsa.

Menghindari proses hukum dan tanggung jawab moral pasca-lengser, apakah mungkin Jokowi akan mengambil jalan pintas? Bisa jadi, dia akan menggunakan taktik berpura-pura mengalami gangguan jiwa (ODGJ) sebagai cara untuk melarikan diri, sesuai dengan UU RI No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa dan Pasal 44 KUHP. Jika demikian, apakah keluarganya juga akan turut terkena dampaknya? Apakah mereka akan mendekam bersama-sama dalam satu sel?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kapolri Pasca 2024: Saatnya Polisi Berdiri Tegas di Tengah Brutalitas

Next Post

Beijing ‘Dengan Tegas Menentang’ Larangan AS atas Teknologi China pada Kendaraan yang  Terrhubung

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM
Law

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Next Post
Beijing ‘Dengan Tegas Menentang’ Larangan AS atas Teknologi China pada Kendaraan yang  Terrhubung

Beijing 'Dengan Tegas Menentang' Larangan AS atas Teknologi China pada Kendaraan yang  Terrhubung

Kapolri Harus Tanggung Jawab Pembubaran Diskusi Tokoh Kritis di Kemang

Kapolri Harus Tanggung Jawab Pembubaran Diskusi Tokoh Kritis di Kemang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...