• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menilai Kegagalan Jokowi Dari Pidato Prabowo

Negara yang Gagal: Sebuah Refleksi atas Pidato Presiden Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
February 2, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam pidato Presiden Prabowo, terdapat sebuah pernyataan yang mendalam mengenai makna penghormatan rakyat kepada aparat keamanan, terutama tentara dan kepolisian. “Bintang yang ada di pundakmu itu adalah penghormatan dari rakyat,” demikian Presiden menyampaikan. Namun, penghormatan tersebut bukanlah sekadar simbol tanpa makna, melainkan bentuk kepercayaan rakyat yang menyerahkan nasib keamanan mereka kepada aparat negara.

Sebuah negara dapat dikatakan gagal apabila tentara dan kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru berubah menjadi ancaman bagi mereka. Prabowo menegaskan bahwa ciri khas negara yang gagal adalah ketika rakyat sendiri yang harus menggaji, melengkapi, memberi makan, dan bahkan menyerahkan kuasa kepada aparat dengan harapan mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sayangnya, dalam praktiknya, sering kali harapan ini dikhianati oleh berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Sejarawan dan filsuf politik Francis Fukuyama dalam bukunya State-Building: Governance and World Order in the 21st Century menekankan bahwa negara yang gagal memiliki karakteristik utama berupa kelemahan dalam penegakan hukum, korupsi yang merajalela, serta kegagalan institusi negara dalam menjalankan fungsinya. Dalam konteks ini, apabila tentara dan kepolisian lebih mengabdi pada kepentingan oligarki atau kekuasaan daripada rakyat, maka negara tersebut telah melangkah ke arah kegagalan.

Jean-Jacques Rousseau dalam The Social Contract juga menegaskan bahwa legitimasi pemerintahan berasal dari kehendak rakyat. Ketika kekuasaan yang diberikan oleh rakyat kepada aparatur negara disalahgunakan, kontrak sosial itu pun runtuh. Situasi seperti ini sering kita lihat di negara-negara yang mengalami kekacauan politik dan ekonomi akibat kepemimpinan yang gagal menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepercayaan rakyat.

Selain itu, mantan Presiden AS, John F. Kennedy, pernah berkata, “Those who make peaceful revolution impossible will make violent revolution inevitable.” Pernyataan ini memperingatkan bahwa ketika pemerintah menekan rakyat dengan kekuatan militer dan kepolisian yang berlebihan, tanpa memberikan ruang bagi keadilan dan demokrasi, maka pemberontakan menjadi keniscayaan. Hal ini terjadi di banyak negara di mana ketidakpuasan terhadap institusi negara akhirnya memicu gejolak sosial dan politik.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengisyaratkan bahwa rakyatlah yang sebenarnya memiliki kekuatan tertinggi dalam sebuah negara. “Rakyat yang melengkapi saudara dari ujung kaki sampai ujung kepala,” katanya. Ini adalah pengingat bahwa eksistensi aparat negara tidak boleh lepas dari akar kehendak rakyat. Mereka ada untuk mengabdi, bukan untuk menguasai.

Dari pidato ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa negara yang kuat bukanlah negara yang memaksakan kekuasaannya melalui kekuatan militer dan kepolisian, melainkan negara yang mengakar pada kepercayaan rakyat, supremasi hukum, dan kesejahteraan bagi semua. Sebagaimana yang dikatakan Abraham Lincoln, “Government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the Earth.” Pemerintahan yang sejati adalah yang berasal dari rakyat, dijalankan oleh rakyat, dan untuk kepentingan rakyat. Jika prinsip ini diabaikan, maka sebuah negara, sekuat apa pun tampaknya, akan menuju kehancuran.

Dengan demikian, pidato Presiden Prabowo menjadi refleksi penting bagi masa depan bangsa. Apakah negara ini akan terus maju dengan fondasi kepercayaan rakyat, ataukah kita akan melihat lambat laun fondasi tersebut runtuh akibat pengkhianatan terhadap amanah yang telah diberikan? Jawabannya ada pada bagaimana para pemimpin dan aparat negara menjalankan tugas mereka: sebagai pelindung rakyat atau justru sebagai ancaman bagi mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Trump Perintahkan Serangan Udara terhadap Kelompok ISIS di Somalia

Next Post

Reklamasi, PIK 2, dan Ancaman Kedaulatan: Kota-Kota Asing di Tanah Air?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Indonesia Dikuasai Segelintir Orang: Ketimpangan yang Menyesakkan

Reklamasi, PIK 2, dan Ancaman Kedaulatan: Kota-Kota Asing di Tanah Air?

Menkominfo : Semua Orang Bisa Jadi Duta Anti-Judi Slot

Kontradiksi Janji Prabowo dan Realitas: 100 Hari, Firli Dan Budi Arie Masih Berkeliaran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...