• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MENJAWAB TUNTUTAN 16 GURU BESAR TATA NEGARA TENTANG KEPUTUSAN MK

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
October 30, 2023
in Feature, Law
0
10 Peta Jalan Menyelamatkan Masa Depan Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Study Kajian Rumah Pancasila .
Pagi ini saya membaca berita,  Sebanyak 16 guru besar dan akademisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) melaporkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman buntut putusan batas usia capres-cawapres yang kontroversial, Kamis (26/10/2023).
Para pelapor yang merupakan pakar hukum tata negara dan hukum administrasi negara ini mengajukan laporan pelanggaran kode etik dan pelanggaran perilaku hakim kepada Majelis Kehormatan MK (MKMK), dengan permintaan utama agar Anwar Usman dipecat dari posisinya.
Dan saya juga buka Tiktok nya Eep Syaifullah Fatah dengan moderator Abraham Samad .juga mengupas soal pelanggaran keputusan MK yang dikaitkan dengan survey  terhadap Presiden Jokowidodo .
Kita yang ada didalam kapal induk ini juga harus ikut berjuang melakukan penyelamatan kata Eep Syaifullah Fatah.
Saya pikir bukan hanya Eep Syaifullah Fatah dan Abraham Samad  serta 16 guru besar yang menggugat ketua MK ,saya dan kelompok saya yang ingin menyelamatkan Indonesia dari liberalisme ,Kapitalisme dengan mengembalikan UUD 1945 dan Pancasila jauh lebih berhak dibanding menggugat keputusan MK mengapa ?
Sebab 25 tahun reformasi akibat diganti nya UUD 1945 dengan UUD 2002  jauh lebih dasyat kerusakan yang ditimbulkan dan dampak nya sudah langsung dirasakan rakyat sesuai apa hasil survey yang dilakukan Eep Syaifulloh Fatah .
Itulah gambaran demokrasi liberal yang telah dilaksanakan dengan dasar Liberalisme ,Kapitalisme.dengan sistem presidenseil dimana kekuasaan diperebutkan banyak banyakan suara kalah menang ,pertarungan ,kuat -kuatan .curang- curangan ,yang mampu memecah persatuan kapal induk Indonesia.
Mengapa 16 Guru besar yang menggugat putusan MK tidak mampu menyelam pada persoalan Bangsa dan negara Indonesia yang sesungguh nya ?
Mengapa hanya melihat persoalan  bangsa ini hanya dilihat dari akibat nya .Tidak mampu melihat persoalan hukum akibat diganti nya UUD 1945 dengan UUD 2002 .
Sungguh miris kalau 16 guru besar  ketata negaraan  itu tidak mampu melihat persoalan konstitusi yang dihadapi oleh bangsa dan negara ini  .
Bagaimana 16 Guru besar tidak mampu membedah ketatanegaraan yang sesuai dengan UUD 1945 dan tidak mampu melihat UUD 1945 yang diamandemen 97% masih dikatakan UUD 1945 ?
Dan masih ribut dampak dari amandemen yang dilakukan MK dengan meloloskan Gibran mencalonkan diri menjadi cawapres lebih penting
Padahal keputusan MK itu  akibat dari kerusakan yang ditimbulkan oleh diganti nya UUD 1945 dan Pancasila .
Bangsa ini telah teracuni oleh sistem Liberal Kapitalisme .bukan hanya rakyat sekelas Guru Besar menyebut diri nya akhli tatanegara tetapi tidak mampu melihat kerusakan negeri ini akibat dari diganti nya UUD 1945 dengan UUD 2002.
Sejak UUD 1945 diganti dengan UUD Reformasi 2002, maka apa itu negara Indonesia sudah tidak lagi ada.
Negara dengan Uniknya Bangsa dilahirkan baru negaranya dibentuk yang kemudian Indonesia adalah negara Kebangsaan.
Perjuangan para pendiri negeri ini dinistakan oleh para pengamandemen UUD 1945. Fudamental negara berdasarkan Pancasila dirobohkan, dicabut, diganti dengan Individualisme, Liberalisme, Kapitalisme
Apakah 16 guru besar yang menyandang gelar akhli ketatanegaraan itu mengerti kalau negara sudah di kudeta konstitusi nya ? Pasti akan terjadi pro kontra dengan berbagai teori hukum sebagai pembenar padahal sudah jelas UUD 2002 bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila dan bahkan tidak ada kaitan nya dengan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 dan telah berubah 97 % menurut kajisn dan penelitihan Prof Kaelan .
Padahal, negara ini  melalui proses yang  panjang dalam pembentukannya dan melalui konsensus untuk meletakkan dasar negara, Philosophy groundslag bukan sesuatu yang asal comot tetapi melalui pemikiran yang bersumber dari akar budaya bangsa yang ribuan tahun sudah ada di dasar sejarah bangsa Indonesia.
Pemikiran paradikmatika Philosophy tentu membutuhkan perenungan yang sangat fundamental.
Mengganti UUD 1945 yang para komprador menyebutnya amandemen itu tak lebih dari penipuan terhadap bangsa ini. Nyatanya yang diamandemen adalah Ideologi Pancasila diganti dengan individualisme, liberalisme, dan kapitalisme.
Lebih aneh lagi PDIP dan BPIP masih mengunya-ngunya Pancasila. Padahal ideologi negara berdasarkan Pancasila sudah dibuang.
Motor pengantian UUD 1945 dengan UUD 2002 adalah PDIP Ketua fraksi nya Yakob Tobing sebagai inisiator  menganti UUD 1945 dengan UUD 2002 yang kemudian untuk menipu rakyat masih dikatakan UUD 1945.
Bagaimana tanggung jawab PDIP sekarang ini akibat rusak nya ketata negaraan dan hilang nya nilai nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ?
Ketidak berhasilan Jokowi yang digambarkan dalam survey rahasia Eep Syaifulloh Fatah adalah bagian tanggungjawab PDIP dan tidak bisa meninggalkan Jokowi sebagai petugas partai jika itu dilakukan maka sama saja dengan ” Tinggal Glanggang Colong Playu ” arti nya PDIP tidak mau bertanggung jawab .
Untuk menyelamatkan kapal induk yang kata Eep Syaufullah Fatah dan 16 guru besar tata negara ada didalam nya tidak ada jalan terbaik  kecuali mengajak seluruh elemen bangsa kembali pada UUD 1945 dan Pancasila.
Saat nya kita Rekonsiliasi meninggalkan pemilu dan kita kembali ke UUD 1945 dan Pancasila menata kapal Induk Indonesia  menatap matahari masa depan bangsa Indonesia dengan Gemilang .

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IHSG & Rupiah Kompak Terhempas, Solusi Makan Siang Dengan Para Capres?

Next Post

Mengapa Megawati Ketawa Usai Gibran Jadi Cawapres Prabowo?

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
Kung Fu Ibu Mega; Pukul, Rangkul, Cekik.

Mengapa Megawati Ketawa Usai Gibran Jadi Cawapres Prabowo?

Survei LSI Naiknya Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi, Penggiringan Opini Menyesatkan

Reformasi Menghasilkan Dinasti Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist