• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Menke Purbaya: Melampaui Birokrasi dan Menguji Warisan Sri Mulyani

Ali Syarief by Ali Syarief
October 17, 2025
in Economy, Feature, Tokoh/Figur
0
PERGESERAN PARADIGMA EKONOMI INDONESIA: DARI BELENGGU NEOLIBERAL IMF MENUJU SOEMITRONOMICS BRICS
Share on FacebookShare on Twitter

Pergantian Menteri Keuangan sering kali hanya berarti pergantian tangan administratif—seorang teknokrat diganti teknokrat lain, arah tetap sama, gaya tetap dingin. Tapi sejak Purbaya Yudhi Sadewa duduk di kursi itu, denyut ruang fiskal terasa berbeda. Ia tidak datang untuk menjaga meja kerja, tapi untuk menggerakkan mesin.

Dalam waktu yang belum genap sebulan, Purbaya menabrak kebiasaan lama. Ia mengalirkan Rp 200 triliun dana kas negara yang semula mengendap di Bank Indonesia ke lima bank besar milik negara. “Kalau anggaran cuma dihemat-hemat dan akhirnya tidak habis… habiskan,” ujarnya dengan nada setengah perintah, setengah sindiran. Bagi Purbaya, uang negara bukan untuk dipajang di neraca, tapi untuk bekerja.

Langkah itu mengguncang. Selama bertahun-tahun, Kementerian Keuangan dikenal hati-hati dan kerap menahan belanja demi menjaga angka defisit. Sri Mulyani, pendahulunya, membangun reputasi sebagai bendahara yang disiplin—stabilitas fiskal menjadi mantra utama. Tapi di tangan Purbaya, prinsip itu dibalik. Ia menilai stabilitas tanpa pergerakan tak ubahnya genangan air: jernih, tapi stagnan.

“Kalau ekonomi mau tumbuh enam persen, dua mesin harus nyala bersamaan: fiskal dan moneter. Pemerintah nggak boleh nunggu sektor swasta bergerak dulu,” kata Purbaya dalam satu forum kabinet. Ia menganggap selama ini dua mesin itu kerap jalan sendiri-sendiri: perbankan menahan kredit, pemerintah menahan belanja. Akibatnya, ekonomi berjalan pincang.

Purbaya juga berani memotong sebagian dana transfer ke daerah yang dianggap tidak efisien. Ia menuding banyak dana pemerintah daerah hanya berputar di rekening, tak mengalir ke proyek produktif. Dalam rapat internal, ia menegaskan, “Dana publik bukan untuk diparkir. Kalau tidak bisa digunakan untuk rakyat, saya tarik.”

Tak berhenti di situ. Ia mulai menelusuri potensi pajak yang selama ini tersembunyi di balik celah administrasi. Ia turun langsung ke Direktorat Bea dan Cukai, meminta laporan penunggak, memeriksa angka penerimaan. Ia ingin agar setiap rupiah yang menguap bisa dilacak dan dikembalikan ke kas negara. “Kita bukan kekurangan uang. Kita kekurangan keberanian menagih,” katanya.

Sikapnya yang tegas juga tampak dalam pesan kepada seluruh jajaran birokrasi: “Rancang anggaran yang bisa dikerjakan. Jangan buat program yang akhirnya hanya jadi laporan.” Ia menolak filosofi lama bahwa kehati-hatian fiskal adalah kebajikan utama. Bagi Purbaya, kehati-hatian tanpa eksekusi adalah pemborosan waktu.

Gaya seperti ini kontras dengan Sri Mulyani. Jika Sri dikenal sebagai arsitek fiskal yang mengutamakan stabilitas dan kredibilitas pasar, maka Purbaya lebih menyerupai mandor pembangunan yang turun langsung ke lapangan. Ia tidak hanya memeriksa keseimbangan angka, tetapi memeriksa apakah angka itu sudah menjelma menjadi lapangan kerja, investasi, dan pertumbuhan.

Perbedaan keduanya seperti dua sisi mata uang: Sri Mulyani menekankan keteraturan, Purbaya menekankan pergerakan. Sri menjaga neraca, Purbaya membongkarnya agar uang mengalir. Dalam bahasa kebijakan, Sri Mulyani fokus pada fiscal discipline, sedangkan Purbaya mendorong fiscal activism.

Meski begitu, keberanian Purbaya masih harus melewati ujian berat. Menyalurkan dana besar ke perbankan tanpa disiplin bisa menimbulkan gelembung kredit. Memotong transfer daerah bisa memicu gesekan politik. Dan ambisinya untuk menumbuhkan ekonomi enam persen bisa terganjal bila inflasi tak terkendali.

Namun satu hal pasti: Purbaya telah menggeser orientasi Kementerian Keuangan dari sekadar pengelola utang menjadi penggerak arah pembangunan. Ia bukan sekadar bendahara negara, tapi chief economic strategist—yang tak hanya menghitung uang, melainkan memastikan uang bekerja.

Jika Sri Mulyani membangun rumah keuangan yang kokoh, maka Purbaya kini mencoba menyalakan lampu di setiap ruangnya. Ia tak sekadar menjaga agar tak bocor, tapi memastikan rumah itu hidup.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jeruji Hafalan dan Belenggu Taqlid: Mengapa Bangsa Ini Sulit Maju

Next Post

6 Acara Besar Digelar di Bandung Sabtu 18 Oktober, Waspada Macet di Sejumlah Titik Fuslialtnews – 16 Oktober 2025, 10:00 WIB

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
6 Acara Besar Digelar di Bandung Sabtu 18 Oktober, Waspada Macet di Sejumlah Titik Fuslialtnews – 16 Oktober 2025, 10:00 WIB

6 Acara Besar Digelar di Bandung Sabtu 18 Oktober, Waspada Macet di Sejumlah Titik Fuslialtnews – 16 Oktober 2025, 10:00 WIB

KETIKA SISTEM TAK LAGI MENDENGAR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...