• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jeruji Hafalan dan Belenggu Taqlid: Mengapa Bangsa Ini Sulit Maju

fusilat by fusilat
October 17, 2025
in Feature, Spiritual
0
Jeruji Hafalan dan Belenggu Taqlid: Mengapa Bangsa Ini Sulit Maju
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Indonesia tampak megah di atas kertas pendidikan: lebih dari 42 ribu pesantren dan ratusan ribu sekolah berdiri di seluruh negeri. Namun di balik kemegahan itu, tersembunyi krisis nalar yang kian mengkhawatirkan. Di ruang kelas dan bilik pesantren, pengajaran masih bertumpu pada hafalan, ketaatan, dan taqlid. Anak-anak diajari untuk mengingat, bukan memahami; untuk tunduk, bukan bertanya. Guru dan kiai tetap menjadi pusat kebenaran yang jarang digugat. Pola ini mungkin menumbuhkan kesalehan ritual, tetapi sekaligus mematikan keberanian berpikir.


Akar Historis: Penyakit Intelektual yang Tak Sembuh-Sembuh

Kritik terhadap cara berpikir statis ini bukan hal baru. Sejak abad ke-19, Muhammad Abduh sudah menuding kemunduran umat Islam lahir dari jumud (kemandekan) dan taqlid (ikut tanpa berpikir). Ia mengecam Al-Azhar yang menjadikan hafalan teks sebagai ukuran ilmu, hingga menutup pintu ijtihad. Menurut Abduh, Islam kehilangan daya gerak rasionalnya karena umat berhenti menggunakan akal merdeka.

Gema kritik itu sampai ke Indonesia lewat Nurcholish Madjid (Cak Nur). Ia menilai pendidikan Islam tradisional terlalu fiqh-sentris dan otoritarian. Fiqh diperlakukan sebagai warisan masa lalu yang tak boleh ditafsir ulang, sehingga santri tidak terlatih berpikir analitis. Keberagamaan pun berhenti pada ritual—bukan pada refleksi moral dan sosial.

Namun penyakit ini tak hanya menjangkiti pesantren. Sekolah umum pun menderita gejala serupa. Sistem ujian nasional yang menekankan hafalan telah mencetak generasi pemburu nilai, bukan pencari makna. Guru lebih sibuk menyiapkan murid menghadapi ujian ketimbang mengasah logika mereka. Tak heran, laporan PISA 2022 menempatkan Indonesia di papan bawah dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. World Bank (2023) menyebut situasi ini sebagai learning crisis—krisis belajar yang bukan sekadar kegagalan kurikulum, melainkan kegagalan epistemologis: bangsa ini gagal membangun budaya berpikir.


Hafalan dan Taqlid: Jeruji yang Tak Terlihat

Hafalan memang berguna sebagai fondasi, tetapi berubah menjadi jeruji ketika dijadikan tujuan akhir. Taqlid dapat dimaklumi ketika merujuk pada otoritas ilmiah, namun menjadi belenggu ketika mematikan daya nalar. Sistem yang hanya menuntut kepatuhan pada akhirnya melahirkan manusia patuh tapi rapuh—mudah diarahkan, namun sulit memimpin.

Padahal Islam menempatkan akal sebagai anugerah tertinggi. Kata ya‘qilun (berpikir) dan yatafakkarun (merenung) jauh lebih sering muncul dalam Al-Qur’an dibanding yahfazun (menghafal). Artinya, berpikir adalah bagian dari ibadah. Ironisnya, banyak lembaga pendidikan justru menyingkirkan akal dari arena keimanan, seakan berpikir adalah tindakan yang mencemari kesalehan.


Menuju Pendidikan yang Membebaskan

Jika mayoritas lembaga pendidikan masih terjebak pada hafalan dan taqlid, kemampuan bangsa untuk berinovasi akan terus stagnan. Kita tidak kekurangan sekolah, tetapi kekurangan ruang berpikir. Solusinya bukan sekadar revisi kurikulum, melainkan reformasi paradigma—
dari hafalan menuju pemahaman,
dari taqlid menuju ijtihad,
dari ketaatan buta menuju nalar kritis.

Guru dan kiai perlu bertransformasi dari pengajar doktrin menjadi pemandu dialog. Sekolah dan pesantren harus menjadi ruang pembebasan, bukan penjinakan pikiran. Sebab bangsa ini akan sulit maju bila anak-anaknya hanya diajari menghafal ayat tanpa memahami maknanya, berdoa tanpa berpikir, dan menaati tanpa mengerti.

Namun harapan belum padam. Bangsa ini masih bisa bangkit—jika berpikir kembali kita letakkan sebagai bentuk tertinggi dari ibadah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa yang Diuntungkan dari Konflik Sunni–Syiah?

Next Post

Menke Purbaya: Melampaui Birokrasi dan Menguji Warisan Sri Mulyani

fusilat

fusilat

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
PERGESERAN PARADIGMA EKONOMI INDONESIA: DARI BELENGGU NEOLIBERAL IMF MENUJU SOEMITRONOMICS BRICS

Menke Purbaya: Melampaui Birokrasi dan Menguji Warisan Sri Mulyani

6 Acara Besar Digelar di Bandung Sabtu 18 Oktober, Waspada Macet di Sejumlah Titik Fuslialtnews – 16 Oktober 2025, 10:00 WIB

6 Acara Besar Digelar di Bandung Sabtu 18 Oktober, Waspada Macet di Sejumlah Titik Fuslialtnews – 16 Oktober 2025, 10:00 WIB

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...