Jakarta – Fusilatnews.–Menteri Kesehatamn RI Budi Gunadi Sadikin pastikan bahwa vasin untuk mencegah infeksi Covid -19 pada tahun 2023 ini masih gratis dan Menteri kesehatan mempersilahkan yang belum booster secepatnya booster. karena sampai saat ini belum ada pembahasan tentang rencana vaksinasi berbayar.
“Itu belum dibahas yang vaksin berbayar. Jadi sampai sekarang vaksinnya masih gratis, yuk cepat-cepat booster saja,” kata Budi dalam keterangan Jumat 30/12
Menkes hanya mengatakan pada 2023 tugas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). megenai anggaran Covid-19 yang ditiadakan masih belum bisa dipastikan. Tugas “KPCPEN yang sudah selesai di akhir tahun,” kata Menkes.
Sedangkan menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, pembiayaan Covid-19 pada 2023 akan menggunakan skema pembayaran BPJS Kesehatan.
“Kembali pada pola pembiayaan yang ada karena situasi bencana atau kedaruratan sudah terkendali. Tapi ditunggu ya final keputusannya,” kata Nadia.
Sedihnya Nadia tak mengelaborasi apakah selain pengobatan pasien Covid-19, pemberian vaksin Covid-19 juga akan dilakukan secara mandiri per 2023.
Saat ini, pemerintah masih berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk merumuskan kebijakan baru terkait Covid-19, termasuk perihal pencabutan status PPKM.
“PPKM hanya pembatasan kegiatan ya, bukan mencabut kondisi bencana nasional atau pandemi. Tapi lebih pasti menunggu aturan teknisnya ya, karena akan diatur apa yang masih ada di dalam program dan mana yang sudah tidak ada,” kata Nadia menjelaskan
Sedangkan Kepala BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti secara terpisah menyatakan bila Covid-19 sudah dinyatakan endemi maka BPJS akan mengcover pembiayaannya.
“Jika sudah dinyatakan endemi, bukan pandemi lagi maka BPJS Kesehatan yang akan mengcover, tentu pembayaran memakai Ina-CBGs berdasarkan kelompok diagnosisnya apa,”

























