• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menyambut Brutus-Brutus PSSI

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 30, 2022
in Feature
0
Indonesia Negeri Para Bedebah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Komisioner Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) 

JAKARTA – Kisah PSSI adalah kisah yang membentang antara Yunani dan Romawi. Sisifus dan Brutus.

Adalah Albert Camus (1913-1960), sastrawan eksistensialis asal Prancis, yang pada 1942 menulis, “Le Mythe de Sisyphe” (Mitos Sisifus).

Sisifus adalah tokoh dalam mitologi Yunani yang dikutuk untuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia. Yakni mendorong batu ke puncak bukit. Namun ketika hendak mencapai puncak, batu itu menggelinding jatuh kembali.

Sisifus pun harus mengulangi pekerjaan mendoroing batu itu ke puncak, lalu jatuh lagi, lalu didorong lagi, begitu seterusnya. Mengapa Sisifus dikutuk? Karena ia mencuri rahasia para dewa.

Nasib Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pun laiknya Sisifus. PSSI melakukan pekerjaan yang sia-sia selamanya. Seorang ketua umum diangkat, lalu diturunkan di tengah jalan, lalu diangkat seorang ketua umum baru, lalu diturunkan di tengah jalan lagi, begitu seterusnya.

PSSI bahkan sempat mengalami dualisme kepemimpinan akibat intervensi pemerintah, sehingga pernah di-ban Federation of International Football Association (FIFA).

FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia pada 30 Mei 2015. Dalam surat yang dikirimkan, FIFA menilai PSSI melanggar Statuta FIFA Pasal 13 tentang Kewajiban Anggota, Pasal 14 ayat (1) tentang Suspensi, dan Pasal 17 tentang Kebebasan Anggota dan turunannya.

Karena mengalami kutukan laiknya Sisifus, prestasi PSSI pun jalan di tempat. Jangankan bicara di tingkat dunia, di Asia bahkan Asia Tenggara saja terseok-seok. 

Mochamad Iriawan alias Iwan Bule menggantikan Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, 2 November 2019. Sedianya ia akan menjabat hingga 2023 nanti. Bahkan Iwan Bule sudah mendeklarasikan diri untuk maju di periode kedua. 

Adapun Edy Rahmayadi mundur dalam Kongres Tahunan PSSI di Bali, 20 Januari 2019. Edy mendapat desakan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI setelah memutuskan untuk rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara. Desakan mundur semakin kencang setelah Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2018, serta kasus “match fixing” (pengaturan skor) yang terjadi di tubuh PSSI.

Kini, atas rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Tragedi Kanjuruhan, Iwan Bule pun “dipaksa” mundur di tengah jalan. Sebenarnya, sesuai rekomendasi TGPF, Iwan Bule seharusnya langsung mundur saja, tak perlu menunggu KLB yang oleh PSSI dan disepakati FIFA akan digelar pada 16 Februari 2023.

Sikap “buying time” Iwan Bule inilah yang disinyalir memberi celah lahirnya Brutus-Brutus di PSSI. 

Sekali lagi, Iwan Bule sedianya meletakkan jabatan pada saat KLB yang sudah dijadwalkan digelar pada 16 Februari 2023. Namun tampaknya ada yang tidak sabar atau kurang percaya dengan komitmen Iwan Bule. 

Keputusan Iwan Bule menggelar KLB PSSI ditengarai dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk membelot dari sang ketua umum.

Mereka gencar menggalang dukungan dari “voters” (para pemilik suara) PSSI untuk mengkhianati Iwan Bule.

Adalah Towel (Tommy Welly), pengamat sepakbola nasional, yang mengungkap dugaan adanya pihak-pihak internal PSSI yang mau mengkhianati Iwan Bule. 

Di akun YouTube-nya yang dikutip sebuah media, Kamis (29/12/2022), Towel menyebut dua nama, yakni Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dan Komisioner Komite Eksekutif PSSI Juni A Rahman yang diduga bermanuver untuk membelot dari Iwan Bule. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya itu membantah ada perpecahan di tubuh PSSI.

Siapa Brutus? 

Brutus, atau lengkapnya Marcus Junius Brutus Caepio, adalah Senator Kota Roma yang bersama puluhan senator lainnya membunuh Gaius Julius Caesar pada 15 Maret 44 SM. Padahal, Brutus pernah ditolong Kaisar Roma itu dan kemudian diangkat menjadi orang kepercayaannya bahkan dianggap laiknya anak sendiri. Tapi ia berkhianat. 

Benarkah Yunus Nusi dan Juni A Rahman hendak mengkhianati Iwan Bule dengan diam-diam bertemu voters PSSI untuk menggalang dukungan bagi kandidat lain? Bukankah yang mengangkat dan memberhentikan sekjen  adalah Ketua Umum PSSI? 

Para Komisioner Komite Eksekutif PSSI yang ada saat ini sebagian besar adalah orang-orang yang sama yang duduk di PSSI semasa federasi sepakbola nasional ini dipimpin oleh Edy Rahmayadi, termasuk Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto. Artinya, patut diduga mereka pun Brutus-Brutus bagi Edy Rahmayadi.

Lalu, benarkah kini Brutus-Brutus di PSSI sedang menggalang dukungan voters untuk membelot dari Iwan Bule? Lalu siapa yang akan mereka jagokan sebagai calon Ketua Umum PSSI?

Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, sebagai seorang mantan jenderal Polri, Iwan Bule pasti tidak akan tinggal diam. Iwan Bule akan menyambut Brutus-Brutus itu, baik dengan karpet marah atau pun sebaliknya dengan pukulan yang jauh lebih telak.

Dan kalau memang mau sportif, ketika Iwan Bule mundur, para Komisioner Komite PSSI dan Sekjen pun seharusnya mundur, karena mereka kolektif kolegial, sehingga tanggung jawab moral atas Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022 yang menewaskan 135 orang mestinya dipikul secara tanggung renteng. Bukan hanya Iwan Bule yang mundur. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Legenda Sepakbola Brazil Meninggal Pada Usia 82 Tahun

Next Post

Outlook Ekonomi 2023: Perang Ukraina, Bencana Alam, Inflasi dan Pandemi Varian Baru Menjadi Tantangan Dunia 2023, Bersiaplah!

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Outlook Ekonomi 2023: Perang Ukraina, Bencana Alam, Inflasi dan Pandemi Varian Baru Menjadi Tantangan Dunia 2023, Bersiaplah!

Outlook Ekonomi 2023: Perang Ukraina, Bencana Alam, Inflasi dan Pandemi Varian Baru Menjadi Tantangan Dunia 2023, Bersiaplah!

Zaini Arony Mantan Bupati Lombok Barat Eks Napi Korupsi – Mendaftar sebagai Calon DPD RI

Zaini Arony Mantan Bupati Lombok Barat Eks Napi Korupsi - Mendaftar sebagai Calon DPD RI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist