Fusilatnews.— “Alhamdulillah sebagaimana diketahui saya Zaini Arony bakal calon DPD dari Provinsi Nusa Tenggara Barat mendaftar secara resmi dan seluruh persyaratan sudah lengkap,” kata Zaini saat diberikan kesempatan konferensi pers di Kantor KPU NTB, Kamis (29/12/2022).
Zaeny Arony adalah mantan Bupati Lombok Barat juga mantan terpidana kasus korupsi. Kali ini, Zaini berkiprah didunia politik melalui kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Zaini sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota DPD RI ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) didamping sejumlah pendukungnya.
Sementera media lokal dilombok, memberitakan Farin anak Zaini Arony mengungkapkan, sudah ada rapat internal keluarga. Membahas tentang rencana ayahnya kembali berkiprah di jalur politik. “Sudah ada pembicaraan dan rapat keluarga, bapak masih memiliki semangat untuk memberikan kontribusinya pada masyarakat (melalui jalur politik),” jelasnya.
Terkait pergerakan politik, Farin mengungkapkan bila bapaknya sudah mulai rutin melakukan silaturahmi dengan banyak tokoh. Hal ini sebagai langkah awal menyampaikan rencana politik. “Kalau sosialisasi ke masyarakat (luas) masih belum, tapi beliau sudah mulai bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat,” ungkapnya.
Zaini menyebutkan bahwa dirinya bersama tim pemenangan, membawa 3.535 syarat dukungan yang tersebar di 9 kabupaten dan kota di NTB. “Saya bersama-sama membawa tim yang cukup besar, hal ini ada relevansinya dengan kondisi NTB yang cukup besar mencapai 5,320 juta warga data 2020. Ada yang dari Mbojo, Samawa, Lotim, Loteng, Mataram, KLU, dan juga dari Lobar,” kata Zaini menyebutkan asal pendukungnya yang ikut mengantar.
Menurut Zaini, Indonesia merupakan negara yang unik yang terdiri dari berbagai suku, hal itu tercermin seperti daerah NTB yang terdiri dari bebagai suku. “Dan ini akan dapat menjadi bermakna berarti identitas atau entitas dapat kita wujudkan dalam peran dan tanggung jawab kita masing-masing,” kata Zaini. Zaini memutuskan mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI karena mempunyai tugas yang berat.
Menurutnya, anggota DPD mewakili langsung aspirasi masyarakat NTB tanpa harus ada kepentingan dari partai politik. “DPD ini menurut hemat saya memiliki fungsi yang cukup berat, cukup besar, cukup luas, karena kita langsung mewakili Nusa Tenggara Barat tanpa terpisah-pisah oleh partai atau kelompok, dan itulah yang membuat sangat berat,” kata Zaini. Secara prinsip, kata Zaini, memilih menjadi anggota DPD karena ingin melakukan pelayanan kepada masyarakat NTB. “Insyaallah dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa dan dukungan dari masyarakat dari seluruh daerah itu, muda-mudahan ini maknanya keberadaan bakal calon mendapatkan dukungan,” kata Zaini. Ketua KPU NTB Suhardi Soud belum bisa berkomentar tentang adanya mantan terpidana korupsi yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon DPD RI. “Ini kan masih tahap penyerahan dukungan, belum fase pendaftaran, jadi belum bisa berkomentar,” kata Suhardi.

























