• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Meresapi Kearifan Kerendahan Hati

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
December 23, 2022
in Feature
0
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jaya Suprana (kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Jakarta – Satu di antara sekian banyak kesimpulan yang dapat disimpulkan dari telaah Pusat Studi Kelirumologi adalah tahta kekuasaan rawan membuat manusia lupa daratan sehingga ketinggian hati menjerumuskan manusia ke keyakinan diri sendiri paling pasti benar.

Contoh manusia yang lupa daratan akibat mabuk kekuasaan adalah Attila, Hitler, Stalin, Mao yang sedemikian mabuk kekuasaan sehingga merasa diri pasti benar dalam melakukan angkara murka membinasakan jutaan sesama manusia.

Pada masa yang oleh para sejarawan disebut sebagai Zaman Pertengahan yang juga kerap disebut sebagai Zaman Kegelapan terbukti kekuasaan membuat manusia lupa daratan sehingga ketinggian hati menjerumuskan sebagian (tidak semua) penguasa lembaga agama berkeyakinan bahwa diri sendiri adalah paling berkuasa maka paling benar.

Mereka yang mabuk kekuasaan tega menyelenggarakan aksi penindasan bahkan pembunuhan secara sistematis, terstruktur dan masif terhadap sesama manusia yang dianggap tidak tunduk terhadap kekuasaan sang penguasa gereja. Girolamo Savonarola, Domenico da Pescia, Fra Silvestro, Pietro Bernadino merupakan para korban ketinggian hati para penguasa gereja yang sedang berkuasa pada masa itu.

Puji Tuhan, habis gelap terbitlah terang, maka setelah Zaman Kegelapan terbitlah Zaman Renaissance disusul Zaman Pencerahan yang membuka pintu gerbang peradaban umat manusia ke masa depan yang lebih baik. Satu di antara mahakarya pemikiran manusia yang secara ragawi berjasa mengembangkan peradaban adalah apa yang disebut sains.

Namun akibat sains memang ciptaan manusia maka secara tak sadar maupun sadar sebagian (tidak semua) manusia memberhalakan sains seperti dahulu sebagian manusia memberhalakan agama. Alhasil, sebagian (tidak semua) saintis menyandang ketinggian hati maka yakin sains adalah yang paling benar bahkan satu-satunya yang pasti benar.

Sebenarnya tidak masalah meyakini diri paling benar selama tidak memaksakan keyakinan diri ke orang lain atau balas dendam terhadap agama dengan tuduhan agama pasti salah. Bahkan internal di antara para saintis ternyata ketinggian hati merusak sendi-sendi apa yang disebut sebagai sains itu sendiri.

Akibat mabuk kekuasaan maka sebagian (tidak semua) saintis menyandang ketinggian hati sehingga segenap pintu bahkan jendela kearifan diri tertutup rapat terhadap pemikiran orang lain yang diyakini pasti salah atau minimal inferior ketimbang superioritas diri sendiri.

Pihak yang merasa diri pasti benar cenderung menyemooh pihak lain sebagai pseudo sains alias sains gadungan. Akibat ketinggian hati maka sebagian (tidak semua) saintis lupa daratan bahwa di semesta pemikiran manusia termasuk sains hadir bukan hanya fakta yang hadir pada das Sein, namun juga kontrafakta yang hadir pada das Sollen.

Tanpa bekal pedoman das Sollen dalam bentuk akhlak, dikhawatirkan para saintis rawan terpapar virus ketinggian hati sehingga menjerumuskan manusia ke alam lupa daratan yang lebih membawa mudarat destruktif ketimbang manfaat konstruktif bagi peradaban umat manusia di planet bumi yang cuma satu bahkan satu-satunya ini.

Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki merupakan fakta sekaligus kontrafakta tentang maha malapetaka yang terjadi apabila sains diwujudkan secara murni Das Sein tanpa bekal pedoman das Sollen.

Bagi yang tidak secara langsung merasakan derita korban bom atom atau derita korban kebengisan Attila, Hitler, Stalin, Mao, wajar jika menganggap naskah menghayati kearifan kerendahan hati sebagai energi penggerak peradaban ini sekadar khayalan romantisme, bahkan dramatisasi omong kosong hampa makna yang justru rawan menghambat derap langkah kemajuan sains dan teknologi.

Seyogianya manusia senantiasa belajar kearifan kerendahan hari dari langit seperti dinyatakan oleh sang penerima anugerah MURI sebagai profesor termuda bidang pendidikan matematika, Prof Rully Charitas Indra Prahmana dengan untaian kalimat mutiara: Langit tidak perlu membuktikan diri bahwa dia itu tinggi.

Dikutip dari Kompaskom, Jumat 23 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua KPU Dilaporkan Wanita Emas ke DKPP soal Dugaan Pelecehan Seksual, Kok Bisa?

Next Post

Presiden Jokowi Berencana Rombak (reshuffle ) Kabinet. Siapa disingkirkan?

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Presiden Jokowi Berencana Rombak (reshuffle ) Kabinet. Siapa disingkirkan?

Presiden Jokowi Berencana Rombak (reshuffle ) Kabinet. Siapa disingkirkan?

Nikita Mirzani Harus Meringkuk di Tahanan Polresta Serang

Pengapuran Tulang Leher, Terdakwa Nikita Mirzani Dirujuk ke RS di Bintaro, Nah, Lho!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist