Jakarta – Fusilatnews – Presiden Joko Widodo berencana merombak kembali anggota kabinetnya, terutama beberapa menteri yang berasal dari partai politik yang saat ini sudah tak sejalan dengan pemerintah pimpinan Presiden Jokowi..
Menanggapi hasil survey Charta Politika yang menunjukan 61,8 persen responden setuju jika Jokowi merombak jajaran kabinetnya. Jokowi Usai meresmikan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 23/12/2022. ditanya tentang rencananya untuk melakukan peombakan jajaran kabinetnya Jokowi menjawab dengan jawaban “Mungkin”
Berdasarkan hasil survey yang dilakukannya Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, reshuffle perlu dilakukan agar Jokowi bisa meninggalkan warisan yang baik setelah tak menjabat nantinya.
Munculnya beberapa menteri pada kabinet Jokowi yang berambisi menjadi calon Peresiden dan calon Wakil Presiden maka reshuffle juga perlu dilakukan menjelang penyelenggaraan pemilu 2024.
Jika Jokowi jadi melaksanakan perombakan kabinet maka perombakan kabinet ini menjadi perombakan kabinet keempat. Karena Jokowi sudah tiga kali merombak jajaran kabinetnya.
Pertama pada 23 Desember 2020 dengan mengganti Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Agama, Menteri Perdagangan, Menteri KKP, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kedua pada 28 April 2021. Perombakan ini karena Jokowi membentuk kementerian baru dan melebur dua kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi menjadi Kemendikbudristek. Serta menunjuk Kepala BRIN dan juga Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Perombakan ketiga dilakukan pada 15 Juni 2022, merombak Menteri Perdagangan, Menteri ATR/Kepala BPN, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Wakil Mendagri, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan.


























