Jakarta – Fusilatnews – Menananggapi hasil survey yang dilaksanakan oleh Charta Politika tentang tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang mengalami kemerosotan karena mencuatnya kasus Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan Kadiv Humas Polri Ferdi Sambo Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prastyo menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sudah naik. “Sudah naik lagi Desember ini,” kata Dedi saat dihubungi, Jumat 23/12/2022.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, pada Juli 2022, ada kasus besar yang membuat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri anjlok. Kepercayaan terhadap Polri yang tadinya ada di angka 73 persen pada Juni 2022 menurun menjadi 56 persen pada September 2022.
“Kita tahu ini disebabkan karena kasus Sambo, dan cukup berpengaruh secara menyeluruh terhadap institusi Polri,” kata Yunarto dalam jumpa pers virtual, Kamis 22/12/2022.
Selanjutnya seiring berjalannya waktu dan karena beberapa tindakan perbaikan dan serangkaian tindakan hukum yang dilakukan institusi Polri terhadap beberapa anggota polisi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung, kini secara berangsur kepercayaan publik kepada Polri mulai membaik, dari 56 persen pada September 2022 menjadi 62,4 persen pada menjelang akhir Desember 2022.
“Ada kenaikan dari tingkat kepercayaan publik terhadap Polri, minimal sudah di angka 62,4 persen,” Kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya


























