• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MERISAUKAN KETERSEDIAAN BERAS !

by
February 15, 2025
in Economy, Feature
0
Satgas Pangan Temukan Penyebab Kelangkaan Beras di Ritel Modern

S

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Ada kabar penting terkait dengan cadangan beras Pemerintah. Di era kepemimpinan Presiden Prabowo, cadangan beras Pemerintah yang digarap Perum Bulog mampu mendekati angka 2 juta ton menjelang tutup tahun 2024. Hal ini, benar-benar mengagumkan, mengingat selama ini, cadangan beras Pemerintah seringkali merisaukan bagi keberlangsungan ketahanan pangan bangsa dan negara.

Bagi bangsa ini, beras betul-betul komoditas politis dan strategis. Bukan saja sebagian besar warga bangsa menggantungkan kehidupannya terhadap beras, namun sekalinya produksi beras secara nasional turun dengan angka cukup signifikan, maka dapat mengganggu keberlanjutan pembangunan bangsa dan negara. Itu sebabnya, beras harus selalu tersedia sepanjang waktu.

Mengacu kepada amanat Undang Undang No.18/2012 tentang Pangan, ketersediaan beras dapat diperoleh dari produksi para petani dalam negeri, cadangan beras Pemerintah dan impor. Sebelum Presiden Prabowo memimpin bangsa dan negara, soal ketersediaan beras, khususnya cadangan beras Pemerintah, terlihat cukup merisauksn dan jauh dari standar yang ditetapkan.

Akibatnya wajar untuk menutupi kekurangan cadangan beras Pemerintah, bangsa ini tampak cukup getol melakukan impor beras. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, menjelang selesainya tahun 2024, Indonesia menempuh impor sebesar 3,8 juta ton dari yang direncanakan sekitar 4,5 juta ton beras. Angka ini jelas jumlah yang cukup besar.

Seiring dengan itu, berdasarkan keterangan Pemerintah, ternyata menjelang tibanya tahun 2025, cadangan beras Pemerintah mampu mendekati angka 2 juta ton. Hal ini benar-benar cukup menggembirakan. Jaranflg-jarang kita memiliki cadangan beras Pemerintah sebesar ini. Lumrah bila Pemerintah pun menegaskan untuk tahun 2025, bangsa ini tidak perlu lagi menempuh impor beras.

Hanya penting dicatat, sekalipun cadangan beras Pemerintah cukup tinggi, namun tidak akan memiliki makna apa-apa jika produksi beras dalam negeri anjlok dengan angka cukup signifikan. Itu sebabnya, ketika diinformasikan produksi beras tahun 2024 diprediksi akan lebih rendah ketimbang produksi beras tahun 2023, maka kondisi perberasan nasional terekam cukup mengkhawatirkan.

Memang ada dua pilihan yang bisa antagonistis antara satu dengan lainnya. Di satu sisi, kita boleh optimis untuk menyetop impor beras tahun 2025, mengingat adanya cadangan beras Pemerintah cukup tinggi; tapi kita juga jangan menutup peluang, kalau harus melasanakan impor beras lagi, karena produksi beras dalam negeri melorot, mengingat beragam faktor yang menyergapnya.

Atas gambaran demikian, sah-sah saja Pemerintah optimis, tahun depan kita tidak akan impor beras, namun kita juga perlu waspada terhadap sergapan iklim ekstrim seperti La Nina, yang bisa-bisa saja memupus rasa optimis Pemerintah diatas. Ada baiknya, Pemerintah berkaca pada pengalaman sergapan El Nino yang membuat produksi beras anjlok, yang melahirkan “darurat beras”.

Pemerintah sendiri, sepertinya belum memiliki jurus ampuh untuk melawan sergapan El Nino. Pemerintah tampak seperti yang tak berdaya menjawabnya. Hal yang sama juga bila kita disergap oleh La Nina. Itu sebabnya, bila sekarang ini kita akan dihadapkan pada kejadian La Nina, maka tidak ada cara lain, kecuali kita mampu mencari solusi cerdas untuk menghadapinya.

Sebagai Menteri Koordinator bidang Pangan, sudah sepatutnya Bung Zulhas cukup optimis bahwa tahun 2025 kita tidak akan impor beras. Sikap semacam ini, memang tidak diharamkan oleh etika pejabat yang berlaku di negeri ini. Yang kurang elok, sekiranya pejabat terkesan pesimis atas kebijakan yang dirancangnya. Artinya, kalau Presiden Prabowo telah mencanangkan pencapaian swasembada pangan, maka wajib hukumnya bagi para pembantu ya untuk mendukungnya.

Swasembada beras merupakan faktor penting terwujudnya swasembada pangan. Swasembada beras sendiri sudah sering kita capai. Setidaknya ada dua momen swasembada beras yang kita raih, sehingga membuahkan penghargaan berkelas dunia. Pertama tahun 1984, mendapat pengharggan dari FAO dan kedua, tahun 2022 memperoleh penghargaan dari IRRI.

Walaupun swasembada beras yang kita raih sifatnya “on trend”, namun setidaknya, bangsa ini telah mencatatkan diri di pentas dunia, atas kisah sukses meraih swasembada beras. Akan lebih keren, sekiranya kita mampu menggapai swasembada beras berkelanjutan, bukan “on trend”, yang artinya, kadang swasembada dan kadang tidak ?

Mencermati kemauan politik Presiden Prabowo, kalau Pemerintah ingin menggapai swasembada pangan, maka swasembada beras harus diraih terlebih dahulu. Tanpa terciptanya swasembada beras, tidak akan ada yang namanya swasembada pangan. Swasembada beras merupakan “syarat mutlak” terwujudnya swasembada pangan.

Jurus ampuh Pemerintah untuk menggenjot produksi beras setinggi-tingginya melalui kebijakan pertambahan luas tanam dan percepatan masa tanan, diharapkan bakal mampu mempercepat tercapainyq swasembada pangan. Masalahnya adalah apakah kita akan mampu menghalau tantangan iklim ekstrim yang ditengarai akan mengganggu upaya peningkatan produksi ?

Inilah “pe-er” berat bangsa ini. Pengalaman El Nino tahun lalu menyadarkan kita, sergapan iklim ekstrim, ternyata mampu mengganggu ketersediaan beras secara nasional. Selain itu, produksi beras yang anjlok, harga beras di pasat yang melejit dan impor beras dengan angka cukup fantastis, membuat bangsa ini tampak kedodoran dalam memperkuat ketahanan pangan bangsa dan negara.

Semoga optimisnya Pemerintah tahun 2025, yang telah mengisyaratkan bangsa ini tidak akan impor beras, bukan hanya sebuah ungkapan politik, namun akan ditopang oleh ketersediaan beras dalam negeri yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Disinilah peran Bulog sangat diminrakan. Kita percaya, rasa optimis Pemerintah di era Prabowo akan dapat dibuktikan dalam kehidupan nyata di lapangan, sekaligus titik awal pencapaian swasembada pangan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selingkuh Berkali-kali, Senator SA Harus Dipecat!

Next Post

Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Saat Rakyat Menggemakan 'Adili Jokowi', Prabowo Teriak 'Hidup Jokowi': Loyalitas Kepada Siapa?

Rekan Sejawatku Advokat, Kendalikan Amarahmu!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...